Harmonisasi agama penguatan karakter moderat pendidikan multikultural

Secara sederhana, sikap moderat dapat diartikan sebagai suatu sikap seimbang menerima keberagaman dengan penuh kebijksanaan tanpa mendiskreditkan salah satu atau mengunggulkan yang lain. Sikap ini berjalan beriringan dengan kemampuan berpikir yang sehat dan naluri yang bersih bahwa perbedaan bukanlah ajang untuk saling menyalahkan dan menjatuhkan, perbedaan bukanlah alasan untuk menjadi dan mencari pembenaran, tapi perbedaan seharusnya menjadi kekayaan tersendiri yang harus dijaga dan dirawat dengan penuh cinta kasih, berdasarkan dasar-dasar negara yang telah ditetapkan. Oleh sebab itu, penanaman sikap moderat antar individu dan golongan perlu digalakkan secara massif dan serentak. Mengingat zaman terus berubah beserta tantangan yang memiliki dinamikanya tersendiri. Tentu, hal tersebut juga berpengaruh terhadap pola pikir dan perilaku orang-orang kekinian yang banyak bergantung pada teknologi, beda halnya dengan orang-orang terdahulu yang hidupnya lebih sederhana dan guyub rukun. Apalagi perbedaan pendapat, perselisihan, dan perpecahan di zaman sekarang tidak hanya terjadi di dunia nyata saja, tapi juga kerap kali berawal dari dunia maya. Keadaan ini membuat penulis tersadar dan tergerak untuk memberikan pemahaman kepada publik melalui penulisan buku ini. Buku yang membahas tentang moderasi beragama sebagai dasar kerukunan dalam membentuk keharmonisan di tengah-tengah banyaknya persimpangan jalan. Baik persimpangan kepentingan, persimpangan golongan, lembaga pendidikan, ataupun hal-hal lain yang banyak menyulut perselisihan dalam keberagaman bangsa ini. Berdasarkan penjelasan di atas, dapat ditarik benang merah bahwa moderasi beragama adalah suatu hal mutlak yang harus terus dipertahakan dan diperjuangkan seiring perkembangan zaman. Tentunya, seiring berjalannya waktu, moderasi beragama memiliki ritme dinamika tersendiri seiring perubahan dan tantangan yang hadir di tengah-tengah masyarakat. Baik dalam lingkup formal ataupun non-formal. Dari fenomena ini, penulis berusaha menjawab beragam kemungkinan serta problematika yang terjadi melalui gerakan pendidikan multikultural yang tentu akan terus disesuaikan dan dikembangkan sesuai perubahan zaman.

Authors

Publication Details

Journal
Research Repository Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (University of Southampton)
Published
2025-12-29
Primary Topic
Islamic Studies and Radicalism
Type
article
Field-Weighted Citation Impact
0.00
Controls
|||
ALL TIME
JAN
FEB
MAR
APR
MAY
JUN
JUL
AUG
SEP
OCT
article

Harmonisasi agama penguatan karakter moderat pendidikan multikultural

Sulalah Sulalah, Nadifah Mafruhatun, Hilmy Mustopa Risal
Research Repository Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (University of Southampton)
Islamic Studies and Radicalism
article

Harmonisasi agama penguatan karakter moderat pendidikan multikultural

Sulalah Sulalah, Nadifah Mafruhatun, Hilmy Mustopa Risal
article en

Abstract

Secara sederhana, sikap moderat dapat diartikan sebagai suatu sikap seimbang menerima keberagaman dengan penuh kebijksanaan tanpa mendiskreditkan salah satu atau mengunggulkan yang lain. Sikap ini berjalan beriringan dengan kemampuan berpikir yang sehat dan naluri yang bersih bahwa perbedaan bukanlah ajang untuk saling menyalahkan dan menjatuhkan, perbedaan bukanlah alasan untuk menjadi dan mencari pembenaran, tapi perbedaan seharusnya menjadi kekayaan tersendiri yang harus dijaga dan dirawat dengan penuh cinta kasih, berdasarkan dasar-dasar negara yang telah ditetapkan. Oleh sebab itu, penanaman sikap moderat antar individu dan golongan perlu digalakkan secara massif dan serentak. Mengingat zaman terus berubah beserta tantangan yang memiliki dinamikanya tersendiri. Tentu, hal tersebut juga berpengaruh terhadap pola pikir dan perilaku orang-orang kekinian yang banyak bergantung pada teknologi, beda halnya dengan orang-orang terdahulu yang hidupnya lebih sederhana dan guyub rukun. Apalagi perbedaan pendapat, perselisihan, dan perpecahan di zaman sekarang tidak hanya terjadi di dunia nyata saja, tapi juga kerap kali berawal dari dunia maya. Keadaan ini membuat penulis tersadar dan tergerak untuk memberikan pemahaman kepada publik melalui penulisan buku ini. Buku yang membahas tentang moderasi beragama sebagai dasar kerukunan dalam membentuk keharmonisan di tengah-tengah banyaknya persimpangan jalan. Baik persimpangan kepentingan, persimpangan golongan, lembaga pendidikan, ataupun hal-hal lain yang banyak menyulut perselisihan dalam keberagaman bangsa ini. Berdasarkan penjelasan di atas, dapat ditarik benang merah bahwa moderasi beragama adalah suatu hal mutlak yang harus terus dipertahakan dan diperjuangkan seiring perkembangan zaman. Tentunya, seiring berjalannya waktu, moderasi beragama memiliki ritme dinamika tersendiri seiring perubahan dan tantangan yang hadir di tengah-tengah masyarakat. Baik dalam lingkup formal ataupun non-formal. Dari fenomena ini, penulis berusaha menjawab beragam kemungkinan serta problematika yang terjadi melalui gerakan pendidikan multikultural yang tentu akan terus disesuaikan dan dikembangkan sesuai perubahan zaman.

Research Repository Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (University of Southampton)
Openalex Percentile: Top 20%
Islamic Studies and Radicalism
AI Navigator

Ask Laika to Summarize, Analyze, and Connect papers live on the map.

Summarize Papers & Methodologies

Extract key findings, datasets, and comparative methods across publications.

Benchmark Rankings & Visual Analytics

Rank top research institutions, authors, funders, topics, and journals by Field-Weighted Citation Impact (FWCI) and paper volume with instant charts.

Connect Distant Disciplines

Bridge topological clusters on the map to find hidden collaborative intersections.