Kaidah fiqih sebagai solusi dalam problematika bioetika kontemporer
Perkembangan pesat ilmu pengetahuan dan teknologi, khususnya dalam bidang kesehatan dan bioteknologi, telah memunculkan berbagai problematika bioetika yang kompleks, seperti rekayasa genetika, bayi tabung, transplantasi organ, kloning, dan euthanasia. Isu-isu ini tidak hanya menjadi perdebatan ilmiah dan medis, tetapi juga memunculkan tantangan moral, sosial, dan keagamaan. Dalam konteks ini, kaidah fiqih hadir sebagai instrumen penting dalam hukum Islam yang bersifat fleksibel dan kontekstual, mampu memberikan solusi terhadap permasalahan bioetika kontemporer yang belum diatur secara eksplisit dalam nash. Prinsip-prinsip seperti al-dharurat tubih al-mahzurat, dar’ul mafasid muqaddam ‘ala jalbil mashalih, dan al-‘adah muhakkamah menjadi kerangka rasional dalam menetapkan hukum atas isu-isu etis modern. Pendekatan ini tidak hanya menjaga keselarasan antara praktik biomedis dan nilai-nilai syariat, tetapi juga menunjukkan bahwa kaidah fiqih relevan sebagai dasar pertimbangan etis dan hukum. Dengan demikian, integrasi kaidah fiqih dalam problematika bioetika menjadi solusi normatif sekaligus aplikatif yang menjaga kemaslahatan umat di tengah kemajuan ilmu pengetahuan.
Authors
- Muhammad Amiruddin
- Citra Oktavia Rahmadani
- Fatimah Zahra Rahman
- Sofya Carren Desi Caningtyas
Publication Details
- Journal
- Research Repository Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (University of Southampton)
- Published
- 2025-11-07
- Primary Topic
- Halal products and consumer behavior
- Type
- article
- Field-Weighted Citation Impact
- 0.00