Pengaruh Biji Kopi dalam Formulasi Sabun Padat Aromaterapi sebagai Produk Perawatan Kulit

Biji kopi berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan alami dalam produk perawatan kulit karena aroma khas dan teksturnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan serbuk biji kopi (Coffea sp.) dan menentukan formulasi optimal sabun padat yang mengintegrasikan serbuk biji kopi aromaterapi berbasis minyak zaitun dan Virgin Coconut Oil (VCO). Penelitian dilakukan secara eksperimental dengan tiga variasi konsentrasi serbuk biji kopi yaitu 15%, 30%, dan 45%. Evaluasi meliputi pengamatan organoleptik, homogenitas, pH, tinggi busa, hedonik. Efek aromaterapi dinilai berdasarkan kestabilan aroma dan respons sensoris selama pemakaian. Hasil menunjukkan seluruh formula memiliki mutu fisik yang baik, pH sesuai untuk sabun mandi. Seluruh formula memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI 3532:2016) untuk sabun padat, dengan nilai pH yang berada dalam rentang aman (9,0–11,0) dan homogenitas yang baik. Formula F2 (30%) menghasilkan kinerja optimal. Aroma kopi tetap stabil dan memberikan sensasi nyaman bagi pengguna. Dapat disimpulkan bahwa sabun padat aromaterapi berbahan biji kopi aman digunakan dan berpotensi dikembangkan sebagai produk perawatan kulit berbasis bahan alami. Disimpulkan bahwa konsentrasi biji kopi F2 (30%) adalah titik keseimbangan terbaik untuk menghasilkan sabun aromaterapi yang berkualitas, aman, dan dapat diterima secara sensoris.

Authors

Institutions

Publication Details

Journal
Majalah Farmaseutik
Published
2025-12-31
DOI
https://doi.org/10.22146/farmaseutik.v21i4.110096
Primary Topic
Food and Agricultural Sciences
Type
article
Field-Weighted Citation Impact
0.00
Controls
|||
ALL TIME
JAN
FEB
MAR
APR
MAY
JUN
JUL
AUG
SEP
OCT
article

Pengaruh Biji Kopi dalam Formulasi Sabun Padat Aromaterapi sebagai Produk Perawatan Kulit

Yayuk Mundiyastutik, Anisa Luthfia Janatullaili, Bintari Tri Sukoharjanti, Anisa Sholikhati
Majalah Farmaseutik
Food and Agricultural Sciences
article

Pengaruh Biji Kopi dalam Formulasi Sabun Padat Aromaterapi sebagai Produk Perawatan Kulit

Yayuk Mundiyastutik, Anisa Luthfia Janatullaili, Bintari Tri Sukoharjanti, Anisa Sholikhati
article en

Abstract

Biji kopi berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan alami dalam produk perawatan kulit karena aroma khas dan teksturnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan serbuk biji kopi (Coffea sp.) dan menentukan formulasi optimal sabun padat yang mengintegrasikan serbuk biji kopi aromaterapi berbasis minyak zaitun dan Virgin Coconut Oil (VCO). Penelitian dilakukan secara eksperimental dengan tiga variasi konsentrasi serbuk biji kopi yaitu 15%, 30%, dan 45%. Evaluasi meliputi pengamatan organoleptik, homogenitas, pH, tinggi busa, hedonik. Efek aromaterapi dinilai berdasarkan kestabilan aroma dan respons sensoris selama pemakaian. Hasil menunjukkan seluruh formula memiliki mutu fisik yang baik, pH sesuai untuk sabun mandi. Seluruh formula memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI 3532:2016) untuk sabun padat, dengan nilai pH yang berada dalam rentang aman (9,0–11,0) dan homogenitas yang baik. Formula F2 (30%) menghasilkan kinerja optimal. Aroma kopi tetap stabil dan memberikan sensasi nyaman bagi pengguna. Dapat disimpulkan bahwa sabun padat aromaterapi berbahan biji kopi aman digunakan dan berpotensi dikembangkan sebagai produk perawatan kulit berbasis bahan alami. Disimpulkan bahwa konsentrasi biji kopi F2 (30%) adalah titik keseimbangan terbaik untuk menghasilkan sabun aromaterapi yang berkualitas, aman, dan dapat diterima secara sensoris.

Majalah FarmaseutikVol. 21(4)
Muhammadiyah University of Surakarta (ID)
Openalex Percentile: Top 33%
Food and Agricultural Sciences
AI Navigator

Ask Laika to Summarize, Analyze, and Connect papers live on the map.

Summarize Papers & Methodologies

Extract key findings, datasets, and comparative methods across publications.

Benchmark Rankings & Visual Analytics

Rank top research institutions, authors, funders, topics, and journals by Field-Weighted Citation Impact (FWCI) and paper volume with instant charts.

Connect Distant Disciplines

Bridge topological clusters on the map to find hidden collaborative intersections.