Tatalaksana Terapi Antibiotik pada Pasien Infeksi Saluran Kemih di Salah Satu Rumah Sakit di Gorontalo: Studi Kasus

Infeksi saluran kemih (ISK) merupakan salah satu infeksi nosokomial tersering yang memerlukan tatalaksana antibiotik yang tepat dan individual. Penelitian ini bertujuan untuk menyalakan terapi antibiotik pada pasien wanita usia 58 tahun yang didiagnosis ISK komplikata di salah satu rumah sakit di Gorontalo. Kajian studi kasus ini menggunakan pendekatan SOAP (Subjektif, Objektif, Penilaian, Perencanaan) dan fokus pada evaluasi klinis pasien dari awal hingga akhir perawatan. Pasien awalnya diberi terapi levofloksasin intravena, namun mengalami reaksi alergi sehingga terapi diganti menjadi seftriakson. Gejala klinis membaik setelah penyesuaian terapi, antibiotik dan kemudian dialihkan ke bentuk sefiksim oral untuk perawatan lanjutan di rumah. Pemberian cetirizine dan metilprednisolon efektif mengatasi reaksi alergi. Studi ini menekankan pentingnya penggunaan terapi empiris yang tepat, identifikasi dini terhadap reaksi obat, serta transisi aman dari terapi parenteral ke oral. Tidak dilakukannya kultur urin menjadi keterbatasan dalam evaluasi. Secara keseluruhan, terapi antibiotik yang diberikan sesuai dan memberikan hasil terapi yang baik.

Authors

Institutions

Publication Details

Journal
Majalah Farmaseutik
Published
2025-12-31
DOI
https://doi.org/10.22146/farmaseutik.v21i4.107217
Primary Topic
Urinary Tract Infections Management
Type
article
Field-Weighted Citation Impact
0.00
Controls
|||
ALL TIME
JAN
FEB
MAR
APR
MAY
JUN
JUL
AUG
SEP
OCT
article

Tatalaksana Terapi Antibiotik pada Pasien Infeksi Saluran Kemih di Salah Satu Rumah Sakit di Gorontalo: Studi Kasus

Teti Sutriyati Tuloli, Adinda Nur Maghfiroh, Dizky Ramadani Putr Papeo, Siti Zahra Otoluwa et al.
Majalah Farmaseutik
Urinary Tract Infections Management
article

Tatalaksana Terapi Antibiotik pada Pasien Infeksi Saluran Kemih di Salah Satu Rumah Sakit di Gorontalo: Studi Kasus

Teti Sutriyati Tuloli, Adinda Nur Maghfiroh, Dizky Ramadani Putr Papeo, Siti Zahra Otoluwa, Iffanda Nur AinunSusanto, Diva Nur Anggraini, Fiantika Ambadar Yahya
article en

Abstract

Infeksi saluran kemih (ISK) merupakan salah satu infeksi nosokomial tersering yang memerlukan tatalaksana antibiotik yang tepat dan individual. Penelitian ini bertujuan untuk menyalakan terapi antibiotik pada pasien wanita usia 58 tahun yang didiagnosis ISK komplikata di salah satu rumah sakit di Gorontalo. Kajian studi kasus ini menggunakan pendekatan SOAP (Subjektif, Objektif, Penilaian, Perencanaan) dan fokus pada evaluasi klinis pasien dari awal hingga akhir perawatan. Pasien awalnya diberi terapi levofloksasin intravena, namun mengalami reaksi alergi sehingga terapi diganti menjadi seftriakson. Gejala klinis membaik setelah penyesuaian terapi, antibiotik dan kemudian dialihkan ke bentuk sefiksim oral untuk perawatan lanjutan di rumah. Pemberian cetirizine dan metilprednisolon efektif mengatasi reaksi alergi. Studi ini menekankan pentingnya penggunaan terapi empiris yang tepat, identifikasi dini terhadap reaksi obat, serta transisi aman dari terapi parenteral ke oral. Tidak dilakukannya kultur urin menjadi keterbatasan dalam evaluasi. Secara keseluruhan, terapi antibiotik yang diberikan sesuai dan memberikan hasil terapi yang baik.

Majalah FarmaseutikVol. 21(4)
State University of Gorontalo (ID)
Good health and well-being
Openalex Percentile: Top 29%
Urinary Tract Infections Management
AI Navigator

Ask Laika to Summarize, Analyze, and Connect papers live on the map.

Summarize Papers & Methodologies

Extract key findings, datasets, and comparative methods across publications.

Benchmark Rankings & Visual Analytics

Rank top research institutions, authors, funders, topics, and journals by Field-Weighted Citation Impact (FWCI) and paper volume with instant charts.

Connect Distant Disciplines

Bridge topological clusters on the map to find hidden collaborative intersections.

Tatalaksana Terapi Antibiotik pada Pasien Infeksi Saluran Kemih di Salah Satu Rumah Sakit di Gorontalo: Studi Kasus — Teti Sutriyati Tuloli, Adinda Nur Maghfiroh, et al. · Majalah Farmaseutik (2025) | TGRS Research Map | TGRS