Peran sosial keagamaan, budaya, dan politik Jamiyah Ahlu Al-Thariqah Al-Mu’tabarah An-Nahdliyah (JATMAN) Kota Malang: Perspektif social capital and moral community (sertifikat hak cipta)
Penelitian ini bertujuan menganalisis Peran Sosial Keagamaan, Budaya, dan Politik Jam’iyah Ahlu al-Thariqah al-Mu’tabarah an-Nahdliyah (JATMAN) Kota Malang dengan fokus pada tiga rumusan masalah: (1) bagaimana bentuk peran sosial, budaya, dan politik JATMAN di masyarakat perkotaan; (2) bagaimana dampak sosial, budaya, dan politik yang dihasilkan bagi masyarakat Kota Malang; dan (3) bagaimana strategi JATMAN mempertahankan eksistensi serta otoritas spiritual di era modern. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh dinamika tarekat yang semakin aktif dalam ruang sosial dan kultural masyarakat perkotaan, namun kajian ilmiah yang komprehensif mengenai perannya dalam konteks sosial-politik modern masih terbatas. Penelitian ini menggunakan dua pendekatan; Pertama, teori Social Capital Pierre Bourdieu untuk menjelaskan jaringan sosial, habitus, dan modal simbolik yang membentuk kekuatan JATMAN kota Malang. Kedua, teori Moral Community Robert N. Bellah untuk membaca nilai, ritus, dan legitimasi moral sebagai basis kohesi dan loyalitas jamaah. Kajian pustaka menunjukkan bahwa penelitian terdahulu lebih menekankan spiritualitas, pembinaan akhlak, atau moderasi beragama, sementara penelitian ini menawarkan analisis multidimensional yang menggabungkan aspek sosial, budaya, dan politik secara simultan. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan sosiologis antropologis melalui wawancara, observasi, dan studi dokumen, dengan Kota Malang sebagai lokus penelitian dengan alasan sebagai wilayah perkotaan dan urban. Temuan penelitian menunjukkan bahwa: (1) JATMAN Kota Malang berperan sebagai agen sosial-keagamaan melalui kegiatan suluk spiritual, riyadhah, filantropi, dan penguatan jaringan sosial berbasis tradisi tasawuf. (2) secara budaya, JATMAN mempertahankan praktik keagamaan tradisional yang memperkaya identitas kultural masyarakat urban. (3) secara politik, JATMAN memiliki pengaruh kultural yang signifikan melalui keterlibatan simbolik di ruang publik, relasi dengan NU, dan peran tokoh dalam dinamika politik local. (4) eksistensi dan otoritas spiritual JATMAN tetap kuat berkat kombinasi modal sosial, legitimasi moral, serta kemampuan adaptasi terhadap perubahan sosial, termasuk modernisasi, urbanitas, dan tantangan era digital.
Authors
- Badruddin Badruddin
Publication Details
- Journal
- Research Repository Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (University of Southampton)
- Published
- 2025-12-23
- Primary Topic
- Cultural and Religious Practices in Indonesia
- Type
- article
- Field-Weighted Citation Impact
- 0.00