Postspaarbank dan Perkembangan Aktivitas Menabung Masyarakat Bumiputra di Jawa, 1900-1939

Artikel ini mengkaji peran penting Postspaarbank dalam memfasilitasi perkembangan aktivitas menabung masyarakat bumiputra di Jawa pada periode 1900–1939. Meskipun masyarakat bumiputra hidup dalam kondisi kemiskinan struktural pada masa tersebut, data yang tersedia menunjukkan adanya partisipasi mereka dalam lembaga-lembaga tabungan, terutama melalui Postspaarbank. Dengan memanfaatkan laporan tahunan Postspaarbank, arsip pemerintah kolonial, serta berbagai terbitan sezaman, artikel ini menunjukkan bahwa aktivitas menabung tidak semata-mata merupakan hasil rasionalitas ekonomi individu, melainkan dibentuk oleh intervensi negara yang terinstitusionalisasi. Intervensi tersebut antara lain diwujudkan melalui sistem pemotongan gaji secara otomatis, program tabungan sekolah, serta integrasi layanan tabungan ke dalam jaringan kantor pos melalui Postspaarbank. Temuan penelitian ini menunjukkan adanya perbedaan yang jelas antara Postspaarbank dan bank-bank tabungan swasta. Postspaarbank mencatat pertumbuhan tabungan yang relatif stabil, bahkan pada masa krisis seperti Perang Dunia I dan Depresi Besar, sementara bank-bank tabungan swasta mengalami fluktuasi yang tajam, dengan jumlah penabung bumiputra yang tidak stabil namun nilai simpanan per individu relatif lebih tinggi. Perbedaan tersebut berkaitan erat dengan latar belakang sosial para penabung: Postspaarbank terutama melayani kelompok berpendapatan tetap yang bekerja dalam birokrasi kolonial, sedangkan bank-bank swasta lebih banyak melayani elite ekonomi perkotaan. Secara keseluruhan, artikel ini menunjukkan bahwa aktivitas menabung masyarakat bumiputra merupakan bagian integral dari proses modernisasi keuangan yang bersifat top-down sekaligus berfungsi sebagai instrumen kontrol fiskal negara kolonial.

Institutions

Publication Details

Journal
Lembaran Sejarah
Published
2025-12-17
DOI
https://doi.org/10.22146/lembaran-sejarah.111784
Primary Topic
Asian Studies and History
Type
article
Field-Weighted Citation Impact
0.00
Controls
|||
ALL TIME
JAN
FEB
MAR
APR
MAY
JUN
JUL
AUG
SEP
OCT
article

Postspaarbank dan Perkembangan Aktivitas Menabung Masyarakat Bumiputra di Jawa, 1900-1939

Lembaran Sejarah
Asian Studies and History
article

Postspaarbank dan Perkembangan Aktivitas Menabung Masyarakat Bumiputra di Jawa, 1900-1939

article en

Abstract

Artikel ini mengkaji peran penting Postspaarbank dalam memfasilitasi perkembangan aktivitas menabung masyarakat bumiputra di Jawa pada periode 1900–1939. Meskipun masyarakat bumiputra hidup dalam kondisi kemiskinan struktural pada masa tersebut, data yang tersedia menunjukkan adanya partisipasi mereka dalam lembaga-lembaga tabungan, terutama melalui Postspaarbank. Dengan memanfaatkan laporan tahunan Postspaarbank, arsip pemerintah kolonial, serta berbagai terbitan sezaman, artikel ini menunjukkan bahwa aktivitas menabung tidak semata-mata merupakan hasil rasionalitas ekonomi individu, melainkan dibentuk oleh intervensi negara yang terinstitusionalisasi. Intervensi tersebut antara lain diwujudkan melalui sistem pemotongan gaji secara otomatis, program tabungan sekolah, serta integrasi layanan tabungan ke dalam jaringan kantor pos melalui Postspaarbank. Temuan penelitian ini menunjukkan adanya perbedaan yang jelas antara Postspaarbank dan bank-bank tabungan swasta. Postspaarbank mencatat pertumbuhan tabungan yang relatif stabil, bahkan pada masa krisis seperti Perang Dunia I dan Depresi Besar, sementara bank-bank tabungan swasta mengalami fluktuasi yang tajam, dengan jumlah penabung bumiputra yang tidak stabil namun nilai simpanan per individu relatif lebih tinggi. Perbedaan tersebut berkaitan erat dengan latar belakang sosial para penabung: Postspaarbank terutama melayani kelompok berpendapatan tetap yang bekerja dalam birokrasi kolonial, sedangkan bank-bank swasta lebih banyak melayani elite ekonomi perkotaan. Secara keseluruhan, artikel ini menunjukkan bahwa aktivitas menabung masyarakat bumiputra merupakan bagian integral dari proses modernisasi keuangan yang bersifat top-down sekaligus berfungsi sebagai instrumen kontrol fiskal negara kolonial.

Lembaran SejarahVol. 21(2)
Universitas Gadjah Mada (ID)
Openalex Percentile: Top 25%
Asian Studies and History
AI Navigator

Ask Laika to Summarize, Analyze, and Connect papers live on the map.

Summarize Papers & Methodologies

Extract key findings, datasets, and comparative methods across publications.

Benchmark Rankings & Visual Analytics

Rank top research institutions, authors, funders, topics, and journals by Field-Weighted Citation Impact (FWCI) and paper volume with instant charts.

Connect Distant Disciplines

Bridge topological clusters on the map to find hidden collaborative intersections.