Tafsir politik: Dialektika teks suci dan politik kontemporer
Al-Qurân adalah mukjizat terbesar Muhammad S.A.W sekaligus saksi hidup kerasulan, dan juga juru bicara kenabian, kebenaran dan keamanahannya. Dalam perjalanannya, AlQurân telah menjadi rule dan way of life seorang muslim, dan sumber inspirasi dan kajian bagi pemeluk keyakinan lain. Ilmu yang berkembang dalam memahami ayat-ayat Al-Qurân dan kandungannya disebut dengan Ilmu Tafsir. Al-Qurân adalah kitab suci yang sempurna, karena mengandung seluruh sisi dan dimensi kehidupan alam, maupun kehidupan manusia secara khusus, seperti politik, ekonomi, sosial, psikologi, menajemen dan ilmu-ilmu lainnya. Politik dalam realitasnya merupakan kesimpulan terhadap aktifitas manusia, pemerintahan, kepemimpinan, kebijakan, masyarakat, dan juga aturan-aturan. Geografis dunia Islam saat ini sudah terpola sedemikian rupa dalam negara-negara dalam sebuah kawasan, benua yang sama, maupun benua yang berbeda. Warga muslim mendiami sepertiga dunia dalam dua benua dengan populasi mayoritas, namun warga muslim juga mendiami negara-negara di tiga benua yang lain dalam posisi minoritas. Al-Qurân menyebutkan nama tempat, ataupun nama kawasan, wilayah maupun pemerintahan, dengan bentuk dan sistem pemerintahan yang dikategorisasi sebagai monarki absolut. Al-Qurân menyebutkan “sosok” penguasa dan pengendali pemerintahan, juga menyebutkan nama dari penguasa di sebuah kerajaan, namun juga menyebutkan penguasa dan raja yang berposisi sosial sebagai manusia biasa dengan pola yang berbeda.
Publication Details
- Journal
- Research Repository Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (University of Southampton)
- Published
- 2025-04-01
- Primary Topic
- Qur’anic Interpretation Studies
- Type
- article
- Field-Weighted Citation Impact
- 0.00