Perjumpaan Muslim dan Tionghoa menuju harmoni dan kerukunan: Perspektif Moderasi Beragama

Makalah ini mengkaji dinamika perjumpaan antara komunitas Muslim dan Tionghoa di Indonesia sebagai upaya mencapai harmoni dan kerukunan dalam kerangka moderasi beragama. Dengan menggunakan pendekatan historis, sosiologis, dan teologis, penelitian menelusuri proses akulturasi yang telah berlangsung sejak masa awal masuknya Islam di Nusantara hingga era kontemporer. Perjumpaan dua komunitas ini sering kali ditandai oleh ketegangan identitas, stereotip budaya, dan isu ekonomi, namun juga melahirkan berbagai praktik toleransi, perkawinan campuran, dan kolaborasi sosial yang memperkaya khazanah kebangsaan.Melalui perspektif moderasi beragama (wasathiyyah), makalah ini menawarkan kerangka konseptual yang menekankan nilai-nilai tawazun (keseimbangan), i’tidal (keadilan), dan tasamuh (toleransi) sebagai landasan membangun relasi yang harmonis. Moderasi beragama dipahami bukan sebagai kompromi doktrinal, melainkan sikap aktif menolak ekstremisme, menghargai keragaman, dan mengedepankan kepentingan bersama (maslahat umat). Temuan penelitian menunjukkan bahwa praktik moderasi beragama yang konsisten—baik melalui pendidikan keagamaan inklusif, dialog antaragama, maupun kebijakan publik yang adil—mampu meredam potensi konflik dan memperkuat integrasi sosial.Makalah ini menyimpulkan bahwa harmoni Muslim-Tionghoa bukanlah kondisi yang otomatis terwujud, melainkan hasil ikhtiar bersama berbasis moderasi beragama yang otentik. Rekomendasi yang diajukan mencakup penguatan pendidikan multikultural, pemberdayaan forum dialog lintas etnis-agama, serta peran negara dalam menjamin keadilan ekonomi dan pengakuan identitas budaya.

Publication Details

Journal
Research Repository Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (University of Southampton)
Published
2025-10-18
Primary Topic
Islamic Studies and Radicalism
Type
article
Field-Weighted Citation Impact
0.00
Controls
|||
ALL TIME
JAN
FEB
MAR
APR
MAY
JUN
JUL
AUG
SEP
OCT
article

Perjumpaan Muslim dan Tionghoa menuju harmoni dan kerukunan: Perspektif Moderasi Beragama

Research Repository Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (University of Southampton)
Islamic Studies and Radicalism
article

Perjumpaan Muslim dan Tionghoa menuju harmoni dan kerukunan: Perspektif Moderasi Beragama

article en

Abstract

Makalah ini mengkaji dinamika perjumpaan antara komunitas Muslim dan Tionghoa di Indonesia sebagai upaya mencapai harmoni dan kerukunan dalam kerangka moderasi beragama. Dengan menggunakan pendekatan historis, sosiologis, dan teologis, penelitian menelusuri proses akulturasi yang telah berlangsung sejak masa awal masuknya Islam di Nusantara hingga era kontemporer. Perjumpaan dua komunitas ini sering kali ditandai oleh ketegangan identitas, stereotip budaya, dan isu ekonomi, namun juga melahirkan berbagai praktik toleransi, perkawinan campuran, dan kolaborasi sosial yang memperkaya khazanah kebangsaan.Melalui perspektif moderasi beragama (wasathiyyah), makalah ini menawarkan kerangka konseptual yang menekankan nilai-nilai tawazun (keseimbangan), i’tidal (keadilan), dan tasamuh (toleransi) sebagai landasan membangun relasi yang harmonis. Moderasi beragama dipahami bukan sebagai kompromi doktrinal, melainkan sikap aktif menolak ekstremisme, menghargai keragaman, dan mengedepankan kepentingan bersama (maslahat umat). Temuan penelitian menunjukkan bahwa praktik moderasi beragama yang konsisten—baik melalui pendidikan keagamaan inklusif, dialog antaragama, maupun kebijakan publik yang adil—mampu meredam potensi konflik dan memperkuat integrasi sosial.Makalah ini menyimpulkan bahwa harmoni Muslim-Tionghoa bukanlah kondisi yang otomatis terwujud, melainkan hasil ikhtiar bersama berbasis moderasi beragama yang otentik. Rekomendasi yang diajukan mencakup penguatan pendidikan multikultural, pemberdayaan forum dialog lintas etnis-agama, serta peran negara dalam menjamin keadilan ekonomi dan pengakuan identitas budaya.

Research Repository Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (University of Southampton)
Openalex Percentile: Top 26%
Islamic Studies and Radicalism
AI Navigator

Ask Laika to Summarize, Analyze, and Connect papers live on the map.

Summarize Papers & Methodologies

Extract key findings, datasets, and comparative methods across publications.

Benchmark Rankings & Visual Analytics

Rank top research institutions, authors, funders, topics, and journals by Field-Weighted Citation Impact (FWCI) and paper volume with instant charts.

Connect Distant Disciplines

Bridge topological clusters on the map to find hidden collaborative intersections.