Tinjauan Sistematis Efektivitas Layanan TelefarmasiOleh Apoteker Terhadap Hasil Klinis Dan Kepuasan Pasien
Telefarmasi merupakan layanan farmasi jarak jauh yang berkembang pesat, terutama sejak pandemi COVID-19, untuk meningkatkan akses dan kualitas layanan kefarmasian. Meskipun telah banyak diterapkan, efektivitas layanan ini masih menjadi perdebatan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi jenis dan efektivitas layanan telefarmasi oleh apoteker melalui kajian sistematis. Penelitian ini menggunakan pendekatan systematic review berdasarkan pedoman PRISMA 2020. Sumber data diperoleh dari database PubMed dan Oxford Journal dengan kata kunci terkait ‘effectivity, ‘effectiveness’ dan ‘telepharmacy’ melalui identifikasi, penyaringan, penilaian kualitas studi, dan ekstraksi data dengan 24 artikel memenuhi kriteria inklusi. Pelayanan telefarmasi yang diberikan dalam berbagai studi dapat dikategorikan ke dalam beberapa bentuk, yaitu 1) konsultasi apoteker jarak jauh (n=10), 2) penyediaan informasi obat (n=7), 3) pemantauan terapi pengobatan (n=5), serta 4) pemberian obat secara elektronik (n=2). Evaluasi terhadap efektivitas layanan telefarmasi menunjukkan adanya perbaikan yang signifikan dalam berbagai aspek, seperti 1) hasil klinis (6 dari 9 studi; p = 0,019– 0,048), 2) kepuasan pasien (3 dari 4 studi; p = 0,018–0,041), 3) kepatuhan terhadap pengobatan (12 dari 15 studi; p = 0,002–0,040), dan 4) efisiensi biaya (seluruh 4 studi; p = 0,021–0,048). Hasil kajian sistematis menunjukkan bahwa layanan telefarmasi secara umum efektif dalam meningkatkan hasil klinis pasien, kepuasan pasien atas layanan, kepatuhan pasien dalam pengobatan dan efisiensi biaya pengobatan.
Publication Details
- Journal
- Ubaya Repository (University of Surabaya)
- Published
- 2025-10-31
- Primary Topic
- Healthcare Quality and Satisfaction
- Type
- article
- Field-Weighted Citation Impact
- 0.00