Pengaruh Pemberian Ekstrak Daun Gedi (abelmoschus Manihot L.,) Terhadap Histopatologi Jumlah Sel Kupffer Makrofag Hepar Tikus Wistar Jantan (rattus Novergicus) Yang Diberi Paparan Asap Rokok

Latar Belakang: Paparan asap rokok dapat menyebabkan ketidakseimbangan anatar kadar antioksidan dan jumlah radikal bebas yang meningkat, hal ini berdampak buruk terhadap kesehatan, termasuk menimbulkan gangguan pada hepar. Salah satu indikator gangguan tersebut dapat dilihat dari peningkatan rerata jumlah sel Kupffer makrofag. Untuk menghambat peningkatan julah sel tersebut akibat paparan radikal bebas, diperlukan asupan antioksidan dari luar (antioksidan eksogen). Salah satu sumber antioksidan tinggi yang potensial adalah tanaman daun Gedi (Abelmoschus Manihot L.). Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ekstrak daun Gedi terhadap perubahan jumlah sel Kupffer makrofag tikus wistar jantan yang diberikan paparan asap rokok. Metodologi: Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan pendekatan Randomized Contorlled Trial (RCT menggunakan desain post-test control group. Sebanyak 30 ekor tikus wistar jantan digunakan dalam penelitian selama 21 hari dan dibagi menjadi lima kelompok, yaitu kelompok kontrol negatif, kontrol positif, serta tiga kelompok perlakuan yang masing-masing diberikan dosis 0,1 gram/ekor/hari, 0,15 gram/ekor/hari, 0,20 gram/ekor/hari. Perhitungan jumlah sel Kupffer makrofag dilakukan pada 5 lapang pandang hepar dengan pembesaran mikroskop 400x. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan uji ANOVA untuk mengetahui adanya perbedaan antar kelompok. Hasil Penelitian: Pemberian ekstrak dau Gedi (Abelmoschus Manihot L.) dengan dosis 0,1 gram, 0,15 gram, dan 0,20 gram belum memberikan perbedaan yang signifikan terhadap jumlah sel Kupffer makrofag pada tikus wistar jantan (Rattus Norvegicus) dibandingkan kelompok kontrol (p = 0,189). Meskipun tidak signifikan dosis, 0,15 gram menunjukkan kecenderungan penurunan jumlah sel disbanding kelompok lain Kesimpulan: Ekstrak daun Gedi (Abelmoschus Manihot L.) berpotensi memengaruhi jumlah sel Kupffer makrofag, namun belum menunjukkan efek yang signifikan secara statistic.

Publication Details

Journal
Ubaya Repository (University of Surabaya)
Published
2025-08-27
Primary Topic
Medicinal Plant Research
Type
article
Field-Weighted Citation Impact
0.00
Controls
|||
ALL TIME
JAN
FEB
MAR
APR
MAY
JUN
JUL
AUG
SEP
OCT
article

Pengaruh Pemberian Ekstrak Daun Gedi (abelmoschus Manihot L.,) Terhadap Histopatologi Jumlah Sel Kupffer Makrofag Hepar Tikus Wistar Jantan (rattus Novergicus) Yang Diberi Paparan Asap Rokok

Ubaya Repository (University of Surabaya)
Medicinal Plant Research
article

Pengaruh Pemberian Ekstrak Daun Gedi (abelmoschus Manihot L.,) Terhadap Histopatologi Jumlah Sel Kupffer Makrofag Hepar Tikus Wistar Jantan (rattus Novergicus) Yang Diberi Paparan Asap Rokok

article en

Abstract

Latar Belakang: Paparan asap rokok dapat menyebabkan ketidakseimbangan anatar kadar antioksidan dan jumlah radikal bebas yang meningkat, hal ini berdampak buruk terhadap kesehatan, termasuk menimbulkan gangguan pada hepar. Salah satu indikator gangguan tersebut dapat dilihat dari peningkatan rerata jumlah sel Kupffer makrofag. Untuk menghambat peningkatan julah sel tersebut akibat paparan radikal bebas, diperlukan asupan antioksidan dari luar (antioksidan eksogen). Salah satu sumber antioksidan tinggi yang potensial adalah tanaman daun Gedi (Abelmoschus Manihot L.). Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ekstrak daun Gedi terhadap perubahan jumlah sel Kupffer makrofag tikus wistar jantan yang diberikan paparan asap rokok. Metodologi: Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan pendekatan Randomized Contorlled Trial (RCT menggunakan desain post-test control group. Sebanyak 30 ekor tikus wistar jantan digunakan dalam penelitian selama 21 hari dan dibagi menjadi lima kelompok, yaitu kelompok kontrol negatif, kontrol positif, serta tiga kelompok perlakuan yang masing-masing diberikan dosis 0,1 gram/ekor/hari, 0,15 gram/ekor/hari, 0,20 gram/ekor/hari. Perhitungan jumlah sel Kupffer makrofag dilakukan pada 5 lapang pandang hepar dengan pembesaran mikroskop 400x. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan uji ANOVA untuk mengetahui adanya perbedaan antar kelompok. Hasil Penelitian: Pemberian ekstrak dau Gedi (Abelmoschus Manihot L.) dengan dosis 0,1 gram, 0,15 gram, dan 0,20 gram belum memberikan perbedaan yang signifikan terhadap jumlah sel Kupffer makrofag pada tikus wistar jantan (Rattus Norvegicus) dibandingkan kelompok kontrol (p = 0,189). Meskipun tidak signifikan dosis, 0,15 gram menunjukkan kecenderungan penurunan jumlah sel disbanding kelompok lain Kesimpulan: Ekstrak daun Gedi (Abelmoschus Manihot L.) berpotensi memengaruhi jumlah sel Kupffer makrofag, namun belum menunjukkan efek yang signifikan secara statistic.

Ubaya Repository (University of Surabaya)
Openalex Percentile: Top 27%
Medicinal Plant Research
AI Navigator

Ask Laika to Summarize, Analyze, and Connect papers live on the map.

Summarize Papers & Methodologies

Extract key findings, datasets, and comparative methods across publications.

Benchmark Rankings & Visual Analytics

Rank top research institutions, authors, funders, topics, and journals by Field-Weighted Citation Impact (FWCI) and paper volume with instant charts.

Connect Distant Disciplines

Bridge topological clusters on the map to find hidden collaborative intersections.