Perbedaan Kemampuan Pemecahan Masalah Diajarkan dengan Model Pembelajaran Berbasis Masalah dan Pendidikan Matematika Realistik Indonesia

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah siswa yang diajarkan menggunakan model PBM memiliki prestasi yang lebih baik daripada siswa yang diajarkan menggunakan model PMRI dalam menyelesaikan soal matematika. Sampel penelitian terdiri dari 64 siswa dari kelas VIII-1 dan VIII-3, sedangkan populasi terdiri dari seluruh siswa VIII di SMP Swasta RK Makmur Medan, yang meliputi tiga kelas. Data untuk penelitian kuasi eksperimen ini berasal dari tes keterampilan pemecahan masalah yang terdiri dari empat soal deskriptif. Berdasarkan hasil analisis data, siswa yang mengerjakan tes kemampuan pemecahan masalah matematika dengan model Problem-Based Learning memperoleh nilai rata-rata 83,13 dengan simpangan baku 12,62, sedangkan siswa yang mengerjakan tes dengan model Pendidikan Matematika Realistik Indonesia memperoleh nilai rata-rata 77,34 dengan simpangan baku 14,04. Uji t digunakan untuk menguji hipotesis berdasarkan hasil yang diperoleh dari IBM SPSS Statistics 29 diketahui thitung = 1,732 dengan kriteria pengujian tolak H0 dan terima Hx jika thitung 1,670 sehingga terlihat bahwa H0 ditolak dan terima Ha atau dengan kata lain rata-rata kemampuan pemecahan masalah matematis siswa yang diajar melalui model Pembelajaran Berbasis Masalah lebih tinggi daripada model Pendidikan Matematika Realistik Indonesia di di SMP Swasta RK Makmur Medan T.A. 2023/2024.

Publication Details

Journal
Digital Repository Universitas Negeri Medan (Universitas Negeri Medan)
Published
2024-11-20
Primary Topic
STEM Education
Type
article
Field-Weighted Citation Impact
0.00
Controls
|||
ALL TIME
JAN
FEB
MAR
APR
MAY
JUN
JUL
AUG
SEP
OCT
article

Perbedaan Kemampuan Pemecahan Masalah Diajarkan dengan Model Pembelajaran Berbasis Masalah dan Pendidikan Matematika Realistik Indonesia

Digital Repository Universitas Negeri Medan (Universitas Negeri Medan)
STEM Education
article

Perbedaan Kemampuan Pemecahan Masalah Diajarkan dengan Model Pembelajaran Berbasis Masalah dan Pendidikan Matematika Realistik Indonesia

article en

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah siswa yang diajarkan menggunakan model PBM memiliki prestasi yang lebih baik daripada siswa yang diajarkan menggunakan model PMRI dalam menyelesaikan soal matematika. Sampel penelitian terdiri dari 64 siswa dari kelas VIII-1 dan VIII-3, sedangkan populasi terdiri dari seluruh siswa VIII di SMP Swasta RK Makmur Medan, yang meliputi tiga kelas. Data untuk penelitian kuasi eksperimen ini berasal dari tes keterampilan pemecahan masalah yang terdiri dari empat soal deskriptif. Berdasarkan hasil analisis data, siswa yang mengerjakan tes kemampuan pemecahan masalah matematika dengan model Problem-Based Learning memperoleh nilai rata-rata 83,13 dengan simpangan baku 12,62, sedangkan siswa yang mengerjakan tes dengan model Pendidikan Matematika Realistik Indonesia memperoleh nilai rata-rata 77,34 dengan simpangan baku 14,04. Uji t digunakan untuk menguji hipotesis berdasarkan hasil yang diperoleh dari IBM SPSS Statistics 29 diketahui thitung = 1,732 dengan kriteria pengujian tolak H0 dan terima Hx jika thitung 1,670 sehingga terlihat bahwa H0 ditolak dan terima Ha atau dengan kata lain rata-rata kemampuan pemecahan masalah matematis siswa yang diajar melalui model Pembelajaran Berbasis Masalah lebih tinggi daripada model Pendidikan Matematika Realistik Indonesia di di SMP Swasta RK Makmur Medan T.A. 2023/2024.

Digital Repository Universitas Negeri Medan (Universitas Negeri Medan)
Quality Education
Openalex Percentile: Top 20%
STEM Education
AI Navigator

Ask Laika to Summarize, Analyze, and Connect papers live on the map.

Summarize Papers & Methodologies

Extract key findings, datasets, and comparative methods across publications.

Benchmark Rankings & Visual Analytics

Rank top research institutions, authors, funders, topics, and journals by Field-Weighted Citation Impact (FWCI) and paper volume with instant charts.

Connect Distant Disciplines

Bridge topological clusters on the map to find hidden collaborative intersections.