Optimasi Electronic Nose Menggunakan Sensor Subset Selection untuk Deteksi Asap Kebakaran Hutan

Pengembangan sistem deteksi kebakaran hutan telah banyak dilakukan dengan berbagai pendekatan, salah satunya menggunakan electronic nose (e-nose) berbasis larik sensor gas. Namun, penggunaan larik sensor menimbulkan tantangan baru pada sistem, yaitu meningkatnya konsumsi daya, bobot berlebih, redundansi, dan risiko overfitting. Tantangan tersebut dapat diminimalisir dengan mereduksi sensor yang memiliki kontribusi rendah terhadap performa klasifikasi tanpa mengorbankan akurasi sistem. Reduksi sensor pada penelitian ini dilakukan menggunakan metode sensor subset selection dengan konfigurasi baseline yang terdiri atas enam kanal sensor gas (CO, NO₂, MQ7, MQ9, MQ135, dan TGS2600). Proses penelitian meliputi tahapan pra-pemrosesan, ekstraksi ciri, sensor subset selection, serta klasifikasi menggunakan algoritma Random Forest (RF) dan Support Vector Machine (SVM). Hasil evaluasi menunjukkan bahwa tiga sensor inti, yaitu CO, MQ135, dan TGS2600, secara konsisten memberikan kontribusi signifikan terhadap akurasi sistem. Konfigurasi optimal diperoleh dengan lima sensor (CO, MQ7, MQ9, MQ135, dan TGS2600) yang menjaga keseimbangan antara akurasi (±85%) dan efisiensi sistem. Penerapan metode sensor subset selection ini mampu mengoptimalkan larik sensor gas pada e-nose, sehingga dihasilkan sistem deteksi asap kebakaran hutan yang lebih efisien, portabel, dan adaptif sebagai payload UAV.

Publication Details

Journal
Optimum: Journal of Economics and Development (University of Ahmad Dahlan Yogyakarta)
Published
2025-10-22
DOI
https://doi.org/10.12928/jstie.v13i3.31427
Primary Topic
Advanced Chemical Sensor Technologies
Type
article
Field-Weighted Citation Impact
0.00
Controls
|||
ALL TIME
JAN
FEB
MAR
APR
MAY
JUN
JUL
AUG
SEP
OCT
article

Optimasi Electronic Nose Menggunakan Sensor Subset Selection untuk Deteksi Asap Kebakaran Hutan

Optimum: Journal of Economics and Development (University of Ahmad Dahlan Yogyakarta)
Advanced Chemical Sensor Technologies
article

Optimasi Electronic Nose Menggunakan Sensor Subset Selection untuk Deteksi Asap Kebakaran Hutan

article en

Abstract

Pengembangan sistem deteksi kebakaran hutan telah banyak dilakukan dengan berbagai pendekatan, salah satunya menggunakan electronic nose (e-nose) berbasis larik sensor gas. Namun, penggunaan larik sensor menimbulkan tantangan baru pada sistem, yaitu meningkatnya konsumsi daya, bobot berlebih, redundansi, dan risiko overfitting. Tantangan tersebut dapat diminimalisir dengan mereduksi sensor yang memiliki kontribusi rendah terhadap performa klasifikasi tanpa mengorbankan akurasi sistem. Reduksi sensor pada penelitian ini dilakukan menggunakan metode sensor subset selection dengan konfigurasi baseline yang terdiri atas enam kanal sensor gas (CO, NO₂, MQ7, MQ9, MQ135, dan TGS2600). Proses penelitian meliputi tahapan pra-pemrosesan, ekstraksi ciri, sensor subset selection, serta klasifikasi menggunakan algoritma Random Forest (RF) dan Support Vector Machine (SVM). Hasil evaluasi menunjukkan bahwa tiga sensor inti, yaitu CO, MQ135, dan TGS2600, secara konsisten memberikan kontribusi signifikan terhadap akurasi sistem. Konfigurasi optimal diperoleh dengan lima sensor (CO, MQ7, MQ9, MQ135, dan TGS2600) yang menjaga keseimbangan antara akurasi (±85%) dan efisiensi sistem. Penerapan metode sensor subset selection ini mampu mengoptimalkan larik sensor gas pada e-nose, sehingga dihasilkan sistem deteksi asap kebakaran hutan yang lebih efisien, portabel, dan adaptif sebagai payload UAV.

Optimum: Journal of Economics and Development (University of Ahmad Dahlan Yogyakarta)
Life in Land
Openalex Percentile: Top 45%
Advanced Chemical Sensor Technologies
AI Navigator

Ask Laika to Summarize, Analyze, and Connect papers live on the map.

Summarize Papers & Methodologies

Extract key findings, datasets, and comparative methods across publications.

Benchmark Rankings & Visual Analytics

Rank top research institutions, authors, funders, topics, and journals by Field-Weighted Citation Impact (FWCI) and paper volume with instant charts.

Connect Distant Disciplines

Bridge topological clusters on the map to find hidden collaborative intersections.