Rancang Bangun dan Pengembangan Sistem Penjadwalan Sholat Digital Berbasis Internet of Things

Penelitian ini membahas rancang bangun dan pengembangan sistem penjadwalan sholat digital berbasis Internet of Things (IoT) untuk meningkatkan keandalan dan fleksibilitas sistem yang telah digunakan sebelumnya. Sistem lama yang dibangun menggunakan Arduino Mega2560, RTC DS1307 dan panel 7-segment dengan driver ULN2003 memiliki keterbatasan, yaitu tidak tersedianya sinkronisasi waktu otomatis serta pengaturan jeda iqomah yang masih dilakukan secara manual. Dalam penelitian ini, pengembangan dilakukan dengan menambahkan modul ESP32 yang terhubung ke jaringan Wi-Fi untuk melakukan sinkronisasi waktu secara otomatis melalui server Network Time Protocol (NTP). Modul ini juga menyediakan antarmuka berbasis web yang dapat diakses melalui smartphone, sehingga pengaturan jadwal dan jeda iqomah menjadi lebih fleksibel. Komunikasi data antara ESP32 dan Arduino Mega2560 dilakukan melalui protokol Universal Asynchronous Receiver Transmitter (UART) yang terbukti stabil selama pengujian. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem mampu menjaga deviasi waktu di bawah satu detik dan pengaturan jadwal melalui antarmuka web dapat dilakukan dalam waktu kurang dari dua detik. Sistem ini dinilai lebih andal, efisien, dan sesuai dengan kebutuhan operasional masjid modern, serta mampu menggantikan sistem lama yang kurang fleksibel dalam pengelolaan waktu ibadah.

Publication Details

Journal
Optimum: Journal of Economics and Development (University of Ahmad Dahlan Yogyakarta)
Published
2025-10-15
DOI
https://doi.org/10.12928/jstie.v13i3.31089
Primary Topic
IoT-based Control Systems
Type
article
Field-Weighted Citation Impact
0.00
Controls
|||
ALL TIME
JAN
FEB
MAR
APR
MAY
JUN
JUL
AUG
SEP
OCT
article

Rancang Bangun dan Pengembangan Sistem Penjadwalan Sholat Digital Berbasis Internet of Things

Optimum: Journal of Economics and Development (University of Ahmad Dahlan Yogyakarta)
IoT-based Control Systems
article

Rancang Bangun dan Pengembangan Sistem Penjadwalan Sholat Digital Berbasis Internet of Things

article en

Abstract

Penelitian ini membahas rancang bangun dan pengembangan sistem penjadwalan sholat digital berbasis Internet of Things (IoT) untuk meningkatkan keandalan dan fleksibilitas sistem yang telah digunakan sebelumnya. Sistem lama yang dibangun menggunakan Arduino Mega2560, RTC DS1307 dan panel 7-segment dengan driver ULN2003 memiliki keterbatasan, yaitu tidak tersedianya sinkronisasi waktu otomatis serta pengaturan jeda iqomah yang masih dilakukan secara manual. Dalam penelitian ini, pengembangan dilakukan dengan menambahkan modul ESP32 yang terhubung ke jaringan Wi-Fi untuk melakukan sinkronisasi waktu secara otomatis melalui server Network Time Protocol (NTP). Modul ini juga menyediakan antarmuka berbasis web yang dapat diakses melalui smartphone, sehingga pengaturan jadwal dan jeda iqomah menjadi lebih fleksibel. Komunikasi data antara ESP32 dan Arduino Mega2560 dilakukan melalui protokol Universal Asynchronous Receiver Transmitter (UART) yang terbukti stabil selama pengujian. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem mampu menjaga deviasi waktu di bawah satu detik dan pengaturan jadwal melalui antarmuka web dapat dilakukan dalam waktu kurang dari dua detik. Sistem ini dinilai lebih andal, efisien, dan sesuai dengan kebutuhan operasional masjid modern, serta mampu menggantikan sistem lama yang kurang fleksibel dalam pengelolaan waktu ibadah.

Optimum: Journal of Economics and Development (University of Ahmad Dahlan Yogyakarta)
Openalex Percentile: Top 33%
IoT-based Control Systems
AI Navigator

Ask Laika to Summarize, Analyze, and Connect papers live on the map.

Summarize Papers & Methodologies

Extract key findings, datasets, and comparative methods across publications.

Benchmark Rankings & Visual Analytics

Rank top research institutions, authors, funders, topics, and journals by Field-Weighted Citation Impact (FWCI) and paper volume with instant charts.

Connect Distant Disciplines

Bridge topological clusters on the map to find hidden collaborative intersections.