KISAH CINTA SIMSON DAN DELILA: SEBUAH PERUMPAMAAN ATAU SOAL KEKUASAAN PEREMPUAN? (Hakim Hakim 16:4-22)

This article is an analysis of the story of Samson and Delilah which has many different views and interpretations, especially the interpretations of feminist scholars, so that this diversity creates ambiguity in the text itself. This story is considered a parable that has theological meaning and it is further said that the narrative is primarily about power relations between various individuals, national power, and God. This research uses a qualitative literature study method which examines the text of Judges 16:4-22 by looking at various interpretations from feminist experts and also comparing them with other interpretations. The purpose of this research is to see whether the love story of Samson and Delilah is only a parable or whether it is related to the power of a woman over a man. This aim also leads to comparisons with parables in the New Testament. The love story between Samson and Delilah is a theological story about the power of women who use love to conquer the power of men.Artikel ini adalah sebuah analisis terhadap kisah Simson dan Delilah yang memiliki banyak pandangan dan perbedaan penafsiran khususnya penafsiran para sarjana feminis, sehingga keberagaman ini menimbulkan ambiguitas dalam teks itu sendiri. Kisah ini dianggap sebuah perumpamaan yang memiliki makna teologis dan lebih lanjut dikatakan bahwa narasinya terutama tentang hubungan kekuasaan antara berbagai individu, kekuasaan bangsa, dan Tuhan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif studi pustaka yang meneliti teks Hakim-Hakim 16:4-22 dengan melihat berbagai penafsiran dari para ahli feminis dan juga membandingkannya dengan penafsiran lain. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat kisah cinta Simson dan Delila apakah hanya sebatas perumpamaan atau memang berkaitan dengan kekuasaan seorang perempuan terhadap pria. Tujuan ini juga mengarah pada perbandingan dengan perumpamaan di Perjanjian Baru. Kisah cinta antara Simson dan Delila adalah kisah teologis mengenai kekuasaan perempuan yang menggunakan rasa cinta untuk menaklukkan kekuatan pria.

Publication Details

Journal
RERUM Journal of Biblical Practice
Published
2025-05-09
DOI
https://doi.org/10.55076/rerum.v5i1.290
Primary Topic
Memory, Trauma, and Commemoration
Type
article
Field-Weighted Citation Impact
0.00
Controls
|||
ALL TIME
JAN
FEB
MAR
APR
MAY
JUN
JUL
AUG
SEP
OCT
article

KISAH CINTA SIMSON DAN DELILA: SEBUAH PERUMPAMAAN ATAU SOAL KEKUASAAN PEREMPUAN? (Hakim Hakim 16:4-22)

RERUM Journal of Biblical Practice
Memory, Trauma, and Commemoration
article

KISAH CINTA SIMSON DAN DELILA: SEBUAH PERUMPAMAAN ATAU SOAL KEKUASAAN PEREMPUAN? (Hakim Hakim 16:4-22)

article en

Abstract

This article is an analysis of the story of Samson and Delilah which has many different views and interpretations, especially the interpretations of feminist scholars, so that this diversity creates ambiguity in the text itself. This story is considered a parable that has theological meaning and it is further said that the narrative is primarily about power relations between various individuals, national power, and God. This research uses a qualitative literature study method which examines the text of Judges 16:4-22 by looking at various interpretations from feminist experts and also comparing them with other interpretations. The purpose of this research is to see whether the love story of Samson and Delilah is only a parable or whether it is related to the power of a woman over a man. This aim also leads to comparisons with parables in the New Testament. The love story between Samson and Delilah is a theological story about the power of women who use love to conquer the power of men.Artikel ini adalah sebuah analisis terhadap kisah Simson dan Delilah yang memiliki banyak pandangan dan perbedaan penafsiran khususnya penafsiran para sarjana feminis, sehingga keberagaman ini menimbulkan ambiguitas dalam teks itu sendiri. Kisah ini dianggap sebuah perumpamaan yang memiliki makna teologis dan lebih lanjut dikatakan bahwa narasinya terutama tentang hubungan kekuasaan antara berbagai individu, kekuasaan bangsa, dan Tuhan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif studi pustaka yang meneliti teks Hakim-Hakim 16:4-22 dengan melihat berbagai penafsiran dari para ahli feminis dan juga membandingkannya dengan penafsiran lain. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat kisah cinta Simson dan Delila apakah hanya sebatas perumpamaan atau memang berkaitan dengan kekuasaan seorang perempuan terhadap pria. Tujuan ini juga mengarah pada perbandingan dengan perumpamaan di Perjanjian Baru. Kisah cinta antara Simson dan Delila adalah kisah teologis mengenai kekuasaan perempuan yang menggunakan rasa cinta untuk menaklukkan kekuatan pria.

RERUM Journal of Biblical PracticeVol. 5(1)
Gender equality
Openalex Percentile: Top 41%
Memory, Trauma, and Commemoration
AI Navigator

Ask Laika to Summarize, Analyze, and Connect papers live on the map.

Summarize Papers & Methodologies

Extract key findings, datasets, and comparative methods across publications.

Benchmark Rankings & Visual Analytics

Rank top research institutions, authors, funders, topics, and journals by Field-Weighted Citation Impact (FWCI) and paper volume with instant charts.

Connect Distant Disciplines

Bridge topological clusters on the map to find hidden collaborative intersections.

KISAH CINTA SIMSON DAN DELILA: SEBUAH PERUMPAMAAN ATAU SOAL KEKUASAAN PEREMPUAN? (Hakim Hakim 16:4-22) · RERUM Journal of Biblical Practice (2025) | TGRS Research Map | TGRS