Prediksi Kebakaran Hutan Ibu Kota Nusantara Menggunakan Produk MODIS dengan Algoritma Regresi Linear, Gradient Boosting dan Decision Tree

Forest Fires in the Capital City of the Archipelago (IKN) threaten environmental sustainability and sustainable development, but accurate predictions are still hampered by the complexity of trigger factors such as weather variability and data uncertainty, so this study aims to develop a machine learning-based forest fire prediction model by utilising MODIS (Moderate Resolution Imaging Spectroradiometer) data, including surface temperature and thermal anomalies, by comparing three algorithms namely Linear Regression, Gradient Boosting Regressor (GBR), and Decision Tree Regressor (DTR). Performance evaluation using RMSE (Root Mean Square Error) and accuracy metrics showed GBR as the best model with 98.84% accuracy followed by DTR 96.39%, while R² values close to 1.0 in both models indicated the ability to explain data variability optimally, in contrast to linear regression which showed significant limitations. Thus, these findings prove the superiority of ensemble algorithms such as GBR in handling non-linearity of forest fire data and have practical implications on its potential integration into early warning systems to improve the effectiveness of fire mitigation around the IKN region.Kebakaran Hutan di Ibu Kota Nusantara (IKN) mengancam kelestarian lingkungan dan pembangunan berkelanjutan, namun prediksi akurat masih terhambat oleh kompleksitas faktor pemicu seperti variabilitas cuaca dan ketidakpastian data, sehingga penelitian ini bertujuan mengembangkan model prediksi kebakaran hutan berbasis machine learning dengan memanfaatkan data MODIS (Moderate Resolution Imaging Spectroradiometer), termasuk suhu permukaan dan anomali termal, dengan membandingkan tiga algoritma yaitu Regresi Linear, Gradient Boosting Regressor (GBR), dan Decision Tree Regressor (DTR). Evaluasi performa menggunakan metrik RMSE (Root Mean Square Error) dan akurasi yang menunjukan GBR sebagi model terbaik dengan akurasi 98,84% diikuti DTR 96,39%, sementara nilai R² mendekati 1.0 pada kedua model mengindikasikan kemampuan menjelaskan variabilitas data secara optimal, berbeda dengan regresi linear yang menunjukkan keterbatasan signifikan, sehingga temuan ini membuktikan keunggulan algoritma seperti GBR dalam menangani non-linearitas data kebakaran hutan dan berimplikasi praktis pada potensi integrasinya ke dalam sistem peringatan dini untuk meningkatkan efektivitas mitigasi kebakaran di sekitar wilayah IKN.

Publication Details

Journal
Jambura Journal of Informatics
Published
2025-04-30
DOI
https://doi.org/10.37905/jji.v1i1.30926
Primary Topic
Various Chemistry Research Topics
Type
article
Field-Weighted Citation Impact
0.00
Controls
|||
ALL TIME
JAN
FEB
MAR
APR
MAY
JUN
JUL
AUG
SEP
OCT
article

Prediksi Kebakaran Hutan Ibu Kota Nusantara Menggunakan Produk MODIS dengan Algoritma Regresi Linear, Gradient Boosting dan Decision Tree

Jambura Journal of Informatics
Various Chemistry Research Topics
article

Prediksi Kebakaran Hutan Ibu Kota Nusantara Menggunakan Produk MODIS dengan Algoritma Regresi Linear, Gradient Boosting dan Decision Tree

article en

Abstract

Forest Fires in the Capital City of the Archipelago (IKN) threaten environmental sustainability and sustainable development, but accurate predictions are still hampered by the complexity of trigger factors such as weather variability and data uncertainty, so this study aims to develop a machine learning-based forest fire prediction model by utilising MODIS (Moderate Resolution Imaging Spectroradiometer) data, including surface temperature and thermal anomalies, by comparing three algorithms namely Linear Regression, Gradient Boosting Regressor (GBR), and Decision Tree Regressor (DTR). Performance evaluation using RMSE (Root Mean Square Error) and accuracy metrics showed GBR as the best model with 98.84% accuracy followed by DTR 96.39%, while R² values close to 1.0 in both models indicated the ability to explain data variability optimally, in contrast to linear regression which showed significant limitations. Thus, these findings prove the superiority of ensemble algorithms such as GBR in handling non-linearity of forest fire data and have practical implications on its potential integration into early warning systems to improve the effectiveness of fire mitigation around the IKN region.Kebakaran Hutan di Ibu Kota Nusantara (IKN) mengancam kelestarian lingkungan dan pembangunan berkelanjutan, namun prediksi akurat masih terhambat oleh kompleksitas faktor pemicu seperti variabilitas cuaca dan ketidakpastian data, sehingga penelitian ini bertujuan mengembangkan model prediksi kebakaran hutan berbasis machine learning dengan memanfaatkan data MODIS (Moderate Resolution Imaging Spectroradiometer), termasuk suhu permukaan dan anomali termal, dengan membandingkan tiga algoritma yaitu Regresi Linear, Gradient Boosting Regressor (GBR), dan Decision Tree Regressor (DTR). Evaluasi performa menggunakan metrik RMSE (Root Mean Square Error) dan akurasi yang menunjukan GBR sebagi model terbaik dengan akurasi 98,84% diikuti DTR 96,39%, sementara nilai R² mendekati 1.0 pada kedua model mengindikasikan kemampuan menjelaskan variabilitas data secara optimal, berbeda dengan regresi linear yang menunjukkan keterbatasan signifikan, sehingga temuan ini membuktikan keunggulan algoritma seperti GBR dalam menangani non-linearitas data kebakaran hutan dan berimplikasi praktis pada potensi integrasinya ke dalam sistem peringatan dini untuk meningkatkan efektivitas mitigasi kebakaran di sekitar wilayah IKN.

Jambura Journal of InformaticsVol. 1(1)
Life in Land
Openalex Percentile: Top 47%
Various Chemistry Research Topics
AI Navigator

Ask Laika to Summarize, Analyze, and Connect papers live on the map.

Summarize Papers & Methodologies

Extract key findings, datasets, and comparative methods across publications.

Benchmark Rankings & Visual Analytics

Rank top research institutions, authors, funders, topics, and journals by Field-Weighted Citation Impact (FWCI) and paper volume with instant charts.

Connect Distant Disciplines

Bridge topological clusters on the map to find hidden collaborative intersections.