The Concept of the Perfect Human (al-Insan al-Kamil) in Islamic Education According to al-Ghazali and Its Implementation in Indonesian Islamic Higher Education

Abstract Human perfection is intrinsically linked to virtues (al-fadhā’il), namely wisdom (al-hikmah), courage (al-syaja‘ah), temperance (al-‘iffah), and justice (al-‘adalah). Through these virtues, individuals attain true happiness, which al-Ghazali in Ma‘arij al-Quds describes as beholding God in the hereafter or attaining divine knowledge (ma‘rifat al-Bāri). This study has three main objectives: first, to explain the concept of the Perfect Human (al-insan al-kamil); second, to analyze al-Ghazali’s perspective on this concept within Islamic education; and third, to examine its implementation at STIT Insan Kamil, Bogor City. The research employs qualitative methods in a descriptive, analytical, implementative, and evaluative approach, drawing on interviews with students, lecturers, and staff, supported by institutional data. For al-Ghazali, the Perfect Human is one who balances morality, intellect, and righteous deeds, achieving harmony in relationships with God, fellow human beings, and the universe. Education should therefore go beyond worldly ambitions and guide individuals toward closeness to God. At STIT Insan Kamil, this concept is applied, although Qur’an memorization targets remain less optimal and require continuous improvement. Abstrak Kesempurnaan manusia erat kaitannya dengan kebajikan (al-fadhā’il), yaitu kebijaksanaan (al-hikmah), keberanian (al-syaja‘ah), kesederhanaan (al-‘iffah), dan keadilan (al-‘adalah). Melalui kebajikan tersebut manusia mencapai kebahagiaan sejati, yang oleh al-Ghazali dalam Ma‘arij al-Quds digambarkan sebagai memandang Allah di akhirat atau mengenal-Nya (ma‘rifat al-Bāri). Penelitian ini memiliki tiga tujuan utama, yaitu menjelaskan konsep insan kamil (al-Insan al-Kamil), menganalisis pandangan al-Ghazali tentang konsep ini dalam pendidikan Islam, serta mengkaji implementasinya di STIT Insan Kamil Kota Bogor. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif, analitis, implementatif, dan evaluatif melalui wawancara dengan mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan, serta ditunjang oleh telaah data kelembagaan. Bagi al-Ghazali, insan kamil adalah manusia yang mampu menjaga keseimbangan antara akhlak, intelektualitas, dan amal saleh sehingga tercapai keharmonisan hubungan dengan Allah, dengan sesama manusia, dan dengan alam semesta. Pendidikan karena itu tidak hanya berorientasi pada status duniawi atau kekayaan, tetapi bertujuan mendekatkan individu kepada Allah. Di STIT Insan Kamil, konsep ini diterapkan meskipun target hafalan al-Qur’an masih belum optimal dan terus ditingkatkan. How to Cite: Iskandar S., Saepudin, D., Husaini, A., & Syafrin, N. (2025). The Concept of the Perfect Human (al-Insan al-Kamil) in Islamic Education According to al-Ghazali and Its Implementation in Indonesian Islamic Higher Education. TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society, 12(1), 97-114. doi:10.15408/tjems.v12i1.46553.

Institutions

Publication Details

Journal
TARBIYA Journal of Education in Muslim Society
Published
2025-06-28
DOI
https://doi.org/10.15408/tjems.v12i1.46553
Primary Topic
Atmospheric aerosols and clouds
Type
article
Field-Weighted Citation Impact
0.00
Controls
|||
ALL TIME
JAN
FEB
MAR
APR
MAY
JUN
JUL
AUG
SEP
OCT
article

The Concept of the Perfect Human (al-Insan al-Kamil) in Islamic Education According to al-Ghazali and Its Implementation in Indonesian Islamic Higher Education

TARBIYA Journal of Education in Muslim Society
Atmospheric aerosols and clouds
article

The Concept of the Perfect Human (al-Insan al-Kamil) in Islamic Education According to al-Ghazali and Its Implementation in Indonesian Islamic Higher Education

article en

Abstract

Abstract Human perfection is intrinsically linked to virtues (al-fadhā’il), namely wisdom (al-hikmah), courage (al-syaja‘ah), temperance (al-‘iffah), and justice (al-‘adalah). Through these virtues, individuals attain true happiness, which al-Ghazali in Ma‘arij al-Quds describes as beholding God in the hereafter or attaining divine knowledge (ma‘rifat al-Bāri). This study has three main objectives: first, to explain the concept of the Perfect Human (al-insan al-kamil); second, to analyze al-Ghazali’s perspective on this concept within Islamic education; and third, to examine its implementation at STIT Insan Kamil, Bogor City. The research employs qualitative methods in a descriptive, analytical, implementative, and evaluative approach, drawing on interviews with students, lecturers, and staff, supported by institutional data. For al-Ghazali, the Perfect Human is one who balances morality, intellect, and righteous deeds, achieving harmony in relationships with God, fellow human beings, and the universe. Education should therefore go beyond worldly ambitions and guide individuals toward closeness to God. At STIT Insan Kamil, this concept is applied, although Qur’an memorization targets remain less optimal and require continuous improvement. Abstrak Kesempurnaan manusia erat kaitannya dengan kebajikan (al-fadhā’il), yaitu kebijaksanaan (al-hikmah), keberanian (al-syaja‘ah), kesederhanaan (al-‘iffah), dan keadilan (al-‘adalah). Melalui kebajikan tersebut manusia mencapai kebahagiaan sejati, yang oleh al-Ghazali dalam Ma‘arij al-Quds digambarkan sebagai memandang Allah di akhirat atau mengenal-Nya (ma‘rifat al-Bāri). Penelitian ini memiliki tiga tujuan utama, yaitu menjelaskan konsep insan kamil (al-Insan al-Kamil), menganalisis pandangan al-Ghazali tentang konsep ini dalam pendidikan Islam, serta mengkaji implementasinya di STIT Insan Kamil Kota Bogor. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif, analitis, implementatif, dan evaluatif melalui wawancara dengan mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan, serta ditunjang oleh telaah data kelembagaan. Bagi al-Ghazali, insan kamil adalah manusia yang mampu menjaga keseimbangan antara akhlak, intelektualitas, dan amal saleh sehingga tercapai keharmonisan hubungan dengan Allah, dengan sesama manusia, dan dengan alam semesta. Pendidikan karena itu tidak hanya berorientasi pada status duniawi atau kekayaan, tetapi bertujuan mendekatkan individu kepada Allah. Di STIT Insan Kamil, konsep ini diterapkan meskipun target hafalan al-Qur’an masih belum optimal dan terus ditingkatkan. How to Cite: Iskandar S., Saepudin, D., Husaini, A., & Syafrin, N. (2025). The Concept of the Perfect Human (al-Insan al-Kamil) in Islamic Education According to al-Ghazali and Its Implementation in Indonesian Islamic Higher Education. TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society, 12(1), 97-114. doi:10.15408/tjems.v12i1.46553.

TARBIYA Journal of Education in Muslim Society
Universitas Ibn Khaldun Bogor (ID)
Quality Education
Openalex Percentile: Top 48%
Atmospheric aerosols and clouds
AI Navigator

Ask Laika to Summarize, Analyze, and Connect papers live on the map.

Summarize Papers & Methodologies

Extract key findings, datasets, and comparative methods across publications.

Benchmark Rankings & Visual Analytics

Rank top research institutions, authors, funders, topics, and journals by Field-Weighted Citation Impact (FWCI) and paper volume with instant charts.

Connect Distant Disciplines

Bridge topological clusters on the map to find hidden collaborative intersections.