Implementasi Pendidikan Inklusi Dalam Pelaksanaan Program Kesetaraan Paket B di PKBM Bina Kreasi Pekanbaru

Abstract: Abstract: This study aims to describe the implementation of inclusive education in the implementation of the Package B Equivalency Program at PKBM Bina Kreasi Pekanbaru. The background of this research is based on the importance of implementing inclusive education as an effort to provide equal access to education for all learners, including children with special needs, in accordance with Permendiknas No 70 of 2009 concerning the implementation of inclusive education. This research uses a descriptive qualitative approach with a focus on eight main components: learners, curriculum, teaching staff, learning reception, evaluation, management, rewards and community empowerment. The results showed that the implementation of inclusive education at PKBM Bina Kreasi Pekanbaru has tried to accommodate the needs of learners with diverse backgrounds and abilities. However, there are still various challenges such as curriculum adjustments, limited training for educators, lack of facilities and infrastructure, and lack of collaboration between staff and educators. In addition, motivation and commitment from PKBM management and community empowerment also need to be improved so that the inclusion program runs optimally. This research is expected to be a reference in the development of inclusive education in non-formal education institutions and contribute to a more inclusive education policy in Indonesia. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi pendidikan inklusi dalam pelaksanaan Program Kesetaraan Paket B di PKBM Bina Kreasi Pekanbaru. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada pentingnya penyelenggaraan pendidikan inklusi sebagai upaya memberikan akses pendidikan yang setara bagi seluruh peserta didik, termasuk anak berkebutuhan khusus, sesuai dengan Permendiknas No 70 Tahun 2009 tentang penyelenggaraan pendidikan inklusif. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan fokus pada delapan komponen utama: peserta didik, kurikulum, tenaga pendidik, penerimaan pembelajaran, evaluasi, manajemen, penghargaan, dan pemberdayaan masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi pendidikan inklusi di PKBM Bina Kreasi Pekanbaru telah berupaya mengakomodasi kebutuhan peserta didik dengan latar belakang dan kemampuan yang beragam. Namun, masih terdapat berbagai tantangan seperti penyesuaian kurikulum, keterbatasan pelatihan bagi pendidik, kurangnya sarana dan prasarana, serta minimnya kolaborasi antar staf dan pendidik. Selain itu, motivasi dan komitmen dari manajemen PKBM serta pemberdayaan masyarakat juga masih perlu ditingkatkan agar program inklusi berjalan optimal. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi dalam pengembangan pendidikan inklusi di lembaga pendidikan nonformal serta memberikan kontribusi bagi kebijakan pendidikan yang lebih inklusif di Indonesia.

Publication Details

Journal
Transformasi Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Non Formal Informal
Published
2025-09-15
DOI
https://doi.org/10.33394/jtni.v11i2.16249
Primary Topic
Global Energy and Sustainability Research
Type
article
Field-Weighted Citation Impact
0.00
Controls
|||
ALL TIME
JAN
FEB
MAR
APR
MAY
JUN
JUL
AUG
SEP
OCT
article

Implementasi Pendidikan Inklusi Dalam Pelaksanaan Program Kesetaraan Paket B di PKBM Bina Kreasi Pekanbaru

Transformasi Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Non Formal Informal
Global Energy and Sustainability Research
article

Implementasi Pendidikan Inklusi Dalam Pelaksanaan Program Kesetaraan Paket B di PKBM Bina Kreasi Pekanbaru

article en

Abstract

Abstract: Abstract: This study aims to describe the implementation of inclusive education in the implementation of the Package B Equivalency Program at PKBM Bina Kreasi Pekanbaru. The background of this research is based on the importance of implementing inclusive education as an effort to provide equal access to education for all learners, including children with special needs, in accordance with Permendiknas No 70 of 2009 concerning the implementation of inclusive education. This research uses a descriptive qualitative approach with a focus on eight main components: learners, curriculum, teaching staff, learning reception, evaluation, management, rewards and community empowerment. The results showed that the implementation of inclusive education at PKBM Bina Kreasi Pekanbaru has tried to accommodate the needs of learners with diverse backgrounds and abilities. However, there are still various challenges such as curriculum adjustments, limited training for educators, lack of facilities and infrastructure, and lack of collaboration between staff and educators. In addition, motivation and commitment from PKBM management and community empowerment also need to be improved so that the inclusion program runs optimally. This research is expected to be a reference in the development of inclusive education in non-formal education institutions and contribute to a more inclusive education policy in Indonesia. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi pendidikan inklusi dalam pelaksanaan Program Kesetaraan Paket B di PKBM Bina Kreasi Pekanbaru. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada pentingnya penyelenggaraan pendidikan inklusi sebagai upaya memberikan akses pendidikan yang setara bagi seluruh peserta didik, termasuk anak berkebutuhan khusus, sesuai dengan Permendiknas No 70 Tahun 2009 tentang penyelenggaraan pendidikan inklusif. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan fokus pada delapan komponen utama: peserta didik, kurikulum, tenaga pendidik, penerimaan pembelajaran, evaluasi, manajemen, penghargaan, dan pemberdayaan masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi pendidikan inklusi di PKBM Bina Kreasi Pekanbaru telah berupaya mengakomodasi kebutuhan peserta didik dengan latar belakang dan kemampuan yang beragam. Namun, masih terdapat berbagai tantangan seperti penyesuaian kurikulum, keterbatasan pelatihan bagi pendidik, kurangnya sarana dan prasarana, serta minimnya kolaborasi antar staf dan pendidik. Selain itu, motivasi dan komitmen dari manajemen PKBM serta pemberdayaan masyarakat juga masih perlu ditingkatkan agar program inklusi berjalan optimal. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi dalam pengembangan pendidikan inklusi di lembaga pendidikan nonformal serta memberikan kontribusi bagi kebijakan pendidikan yang lebih inklusif di Indonesia.

Transformasi Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Non Formal InformalVol. 11(2)
Openalex Percentile: Top 64%
Global Energy and Sustainability Research
AI Navigator

Ask Laika to Summarize, Analyze, and Connect papers live on the map.

Summarize Papers & Methodologies

Extract key findings, datasets, and comparative methods across publications.

Benchmark Rankings & Visual Analytics

Rank top research institutions, authors, funders, topics, and journals by Field-Weighted Citation Impact (FWCI) and paper volume with instant charts.

Connect Distant Disciplines

Bridge topological clusters on the map to find hidden collaborative intersections.