Teologi sebagai praksis nation-building: Kontribusi pendidikan teologi dalam transformasi peradaban Indonesia menuju visi 2045

Indonesia faces multidimensional crises rooted in moral, mental, and spiritual degradation, as evidenced by high corruption levels (CPI 37/100), persistent poverty (8.57%), and significant social inequality (Gini ratio 0.379). This research examines the strategic role of theological education in achieving Indonesia's 2045 vision through qualitative approaches that employ theological-critical analysis methods. Findings indicate that theological education can contribute to five main strategies: memorializing digital space as a constructive arena for social transformation, developing theological education as an integral laboratory for character formation, implementing development theology as an antithesis to oligarchy, institutionalizing transformation through sustainable educational ecosystems, and building strategic multi-stakeholder synergy. The research concludes that theological education has significant potential as an incubator for the next generation of leaders capable of driving social transformation toward a just, dignified, and sustainable Indonesia by 2045. Abstrak Indonesia menghadapi krisis multidimensional yang mengakar pada degradasi moral, mental, dan spiritual yang termanifestasi dalam tingkat korupsi tinggi (IPK 37/100), kemiskinan persisten (8,57%), dan ketimpangan sosial signifikan (Gini ratio 0,379). Penelitian ini menganalisis peran strategis pendidikan teologi dalam mewujudkan visi Indonesia 2045 melalui pendekatan kualitatif dengan metode analisis teologis-kritis. Temuan menunjukkan pendidikan teologi dapat berkontribusi melalui lima strategi utama: memorialkan ruang digital sebagai arena transformasi sosial konstruktif, mengembangkan pendidikan teologi sebagai laboratorium pembentukan karakter integral, mengimplementasikan teologi pembangunan sebagai antitesis oligarki, menginstitusionalisasikan transformasi melalui ekosistem pendidikan berkelanjutan, dan membangun sinergi strategis multi-stakeholder. Penelitian menyimpulkan pendidikan teologi memiliki potensi signifikan sebagai ruang inkubasi generasi emas yang mampu memimpin transformasi sosial menuju Indonesia yang berkeadilan, bermartabat, dan berkelanjutan sesuai target 2045.

Publication Details

Journal
Kurios
Published
2025-08-31
DOI
https://doi.org/10.30995/kur.v11i2.1285
Primary Topic
Geochemistry and Geologic Mapping
Type
article
Field-Weighted Citation Impact
0.00
Controls
|||
ALL TIME
JAN
FEB
MAR
APR
MAY
JUN
JUL
AUG
SEP
OCT
article

Teologi sebagai praksis nation-building: Kontribusi pendidikan teologi dalam transformasi peradaban Indonesia menuju visi 2045

Kurios
Geochemistry and Geologic Mapping
article

Teologi sebagai praksis nation-building: Kontribusi pendidikan teologi dalam transformasi peradaban Indonesia menuju visi 2045

article en

Abstract

Indonesia faces multidimensional crises rooted in moral, mental, and spiritual degradation, as evidenced by high corruption levels (CPI 37/100), persistent poverty (8.57%), and significant social inequality (Gini ratio 0.379). This research examines the strategic role of theological education in achieving Indonesia's 2045 vision through qualitative approaches that employ theological-critical analysis methods. Findings indicate that theological education can contribute to five main strategies: memorializing digital space as a constructive arena for social transformation, developing theological education as an integral laboratory for character formation, implementing development theology as an antithesis to oligarchy, institutionalizing transformation through sustainable educational ecosystems, and building strategic multi-stakeholder synergy. The research concludes that theological education has significant potential as an incubator for the next generation of leaders capable of driving social transformation toward a just, dignified, and sustainable Indonesia by 2045. Abstrak Indonesia menghadapi krisis multidimensional yang mengakar pada degradasi moral, mental, dan spiritual yang termanifestasi dalam tingkat korupsi tinggi (IPK 37/100), kemiskinan persisten (8,57%), dan ketimpangan sosial signifikan (Gini ratio 0,379). Penelitian ini menganalisis peran strategis pendidikan teologi dalam mewujudkan visi Indonesia 2045 melalui pendekatan kualitatif dengan metode analisis teologis-kritis. Temuan menunjukkan pendidikan teologi dapat berkontribusi melalui lima strategi utama: memorialkan ruang digital sebagai arena transformasi sosial konstruktif, mengembangkan pendidikan teologi sebagai laboratorium pembentukan karakter integral, mengimplementasikan teologi pembangunan sebagai antitesis oligarki, menginstitusionalisasikan transformasi melalui ekosistem pendidikan berkelanjutan, dan membangun sinergi strategis multi-stakeholder. Penelitian menyimpulkan pendidikan teologi memiliki potensi signifikan sebagai ruang inkubasi generasi emas yang mampu memimpin transformasi sosial menuju Indonesia yang berkeadilan, bermartabat, dan berkelanjutan sesuai target 2045.

KuriosVol. 11(2)
Openalex Percentile: Top 36%
Geochemistry and Geologic Mapping
AI Navigator

Ask Laika to Summarize, Analyze, and Connect papers live on the map.

Summarize Papers & Methodologies

Extract key findings, datasets, and comparative methods across publications.

Benchmark Rankings & Visual Analytics

Rank top research institutions, authors, funders, topics, and journals by Field-Weighted Citation Impact (FWCI) and paper volume with instant charts.

Connect Distant Disciplines

Bridge topological clusters on the map to find hidden collaborative intersections.

Teologi sebagai praksis nation-building: Kontribusi pendidikan teologi dalam transformasi peradaban Indonesia menuju visi 2045 · Kurios (2025) | TGRS Research Map | TGRS