Program Diorama Kearsipan Sebagai Sarana Literasi Budaya Pemustaka Di Aceh

Indonesia has a rich cultural diversity, including Aceh, which is known for its history and traditions. However, globalization and modernization have led to cultural shifts, especially among the younger generation, who are increasingly exposed to new values. Libraries play a crucial role in cultural preservation, one of which is through the archival diorama at the Aceh Library and Archives Office, which integrates archives, art, and technology to enhance cultural literacy. This study employs a qualitative research method using interviews, observations, and documentation techniques. The findings indicate that the archival diorama is effective in improving cultural and historical literacy in Aceh. However, challenges such as the lack of descriptions in archival visualizations and limited individual access remain. Therefore, it is recommended to enhance information presentation, incorporate interactive technology, and expand promotional efforts to increase public engagement with the diorama. ABSTRAK Indonesia memiliki keberagaman budaya yang kaya, termasuk Aceh, yang dikenal dengan sejarah dan adat istiadatnya. Namun, globalisasi dan modernisasi menyebabkan pergeseran budaya, terutama di kalangan generasi muda yang semakin terpapar nilai-nilai baru. Perpustakaan memiliki peran penting dalam melestarikan budaya, salah satunya dengan diorama kearsipan di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Aceh yang memadukan arsip, seni, dan teknologi untuk memperkuat literasi budaya. Penelitian ini menerapkan pendekatan kualitatif dengan mengadopsi berbagai teknik pengumpulan data, termasuk wawancara mendalam, observasi langsung, serta analisis dokumentas. Hasilnya memperlihatkan bahwa diorama kearsipan berhasil dalam meningkatkan pengetahuan tentang budaya dan sejarah Aceh. Namun, terdapat kendala seperti minimnya deskripsi pada visualisasi arsip dan keterbatasan akses individu. Oleh karena itu, disarankan untuk meningkatkan inovasi penyajian informasi, menambahkan teknologi interaktif, serta memperluas promosi agar lebih banyak masyarakat dapat memanfaatkan diorama.

Institutions

Publication Details

Journal
TIK ILMEU Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi
Published
2025-06-20
DOI
https://doi.org/10.29240/tik.v9i1.12736
Primary Topic
Cultural and Artistic Studies
Type
article
Field-Weighted Citation Impact
0.00
Controls
|||
ALL TIME
JAN
FEB
MAR
APR
MAY
JUN
JUL
AUG
SEP
OCT
article

Program Diorama Kearsipan Sebagai Sarana Literasi Budaya Pemustaka Di Aceh

TIK ILMEU Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi
Cultural and Artistic Studies
article

Program Diorama Kearsipan Sebagai Sarana Literasi Budaya Pemustaka Di Aceh

article en

Abstract

Indonesia has a rich cultural diversity, including Aceh, which is known for its history and traditions. However, globalization and modernization have led to cultural shifts, especially among the younger generation, who are increasingly exposed to new values. Libraries play a crucial role in cultural preservation, one of which is through the archival diorama at the Aceh Library and Archives Office, which integrates archives, art, and technology to enhance cultural literacy. This study employs a qualitative research method using interviews, observations, and documentation techniques. The findings indicate that the archival diorama is effective in improving cultural and historical literacy in Aceh. However, challenges such as the lack of descriptions in archival visualizations and limited individual access remain. Therefore, it is recommended to enhance information presentation, incorporate interactive technology, and expand promotional efforts to increase public engagement with the diorama. ABSTRAK Indonesia memiliki keberagaman budaya yang kaya, termasuk Aceh, yang dikenal dengan sejarah dan adat istiadatnya. Namun, globalisasi dan modernisasi menyebabkan pergeseran budaya, terutama di kalangan generasi muda yang semakin terpapar nilai-nilai baru. Perpustakaan memiliki peran penting dalam melestarikan budaya, salah satunya dengan diorama kearsipan di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Aceh yang memadukan arsip, seni, dan teknologi untuk memperkuat literasi budaya. Penelitian ini menerapkan pendekatan kualitatif dengan mengadopsi berbagai teknik pengumpulan data, termasuk wawancara mendalam, observasi langsung, serta analisis dokumentas. Hasilnya memperlihatkan bahwa diorama kearsipan berhasil dalam meningkatkan pengetahuan tentang budaya dan sejarah Aceh. Namun, terdapat kendala seperti minimnya deskripsi pada visualisasi arsip dan keterbatasan akses individu. Oleh karena itu, disarankan untuk meningkatkan inovasi penyajian informasi, menambahkan teknologi interaktif, serta memperluas promosi agar lebih banyak masyarakat dapat memanfaatkan diorama.

TIK ILMEU Jurnal Ilmu Perpustakaan dan InformasiVol. 9(1)
Universitas Islam Negeri Ar-Raniry (ID)
Quality Education
Openalex Percentile: Top 44%
Cultural and Artistic Studies
AI Navigator

Ask Laika to Summarize, Analyze, and Connect papers live on the map.

Summarize Papers & Methodologies

Extract key findings, datasets, and comparative methods across publications.

Benchmark Rankings & Visual Analytics

Rank top research institutions, authors, funders, topics, and journals by Field-Weighted Citation Impact (FWCI) and paper volume with instant charts.

Connect Distant Disciplines

Bridge topological clusters on the map to find hidden collaborative intersections.

Program Diorama Kearsipan Sebagai Sarana Literasi Budaya Pemustaka Di Aceh · TIK ILMEU Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi (2025) | TGRS Research Map | TGRS