Dari Istana ke Ruang Kelas: Membaca Amnesti dan Abolisi dalam Perspektif Pendidikan

This article critically examines the policy of the President of the Republic of Indonesia on August 1, 2025, granting amnesty to Hasto Kristiyanto and abolition to Thomas Lembong, two national figures involved in legal cases. The study explores not only the legal and political dimensions of these decisions but also connects them to the educational context, particularly in the teaching of Pancasila and Civic Education (PPKn). Using a contextual approach, the paper demonstrates how current national issues can be integrated into the classroom to strengthen legal literacy, character education, and students' critical thinking skills. By presenting a comparative narrative of amnesty and abolition, the article encourages educators to move beyond theoretical instruction and engage students in meaningful discussions on the dynamics of state law and politics in Indonesia. Keywords: amnesty, abolition, legal education, civic literacy, case-based learning Tulisan ini membahas secara kritis kebijakan Presiden Republik Indonesia pada 1 Agustus 2025 yang memberikan amnesti kepada Hasto Kristiyanto dan abolisi kepada Thomas Lembong, dua tokoh nasional yang tersangkut kasus hukum. Kajian ini tidak hanya menelaah dimensi yuridis dan politik dari keputusan tersebut, tetapi juga mengaitkannya dengan dunia pendidikan, khususnya Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn). Melalui pendekatan kontekstual, tulisan ini menunjukkan bahwa kasus-kasus aktual kenegaraan dapat diintegrasikan ke dalam ruang kelas sebagai bagian dari penguatan literasi hukum, pendidikan karakter, dan kemampuan berpikir kritis peserta didik. Dengan menyajikan narasi perbandingan antara amnesti dan abolisi, tulisan ini mendorong pendidik untuk tidak hanya mengajar hukum secara teoritis, tetapi juga mengajak siswa berdialog kritis terhadap dinamika ketatanegaraan di Indonesia. Kata kunci: amnesti, abolisi, pendidikan hukum, literasi kewarganegaraan, studi kasus

Publication Details

Journal
Zenodo (CERN European Organization for Nuclear Research)
Published
2025-08-02
DOI
https://doi.org/10.5281/zenodo.16729231
Primary Topic
Educational Curriculum and Learning Methods
Type
article
Field-Weighted Citation Impact
0.00
Controls
|||
ALL TIME
JAN
FEB
MAR
APR
MAY
JUN
JUL
AUG
SEP
OCT
article

Dari Istana ke Ruang Kelas: Membaca Amnesti dan Abolisi dalam Perspektif Pendidikan

Zenodo (CERN European Organization for Nuclear Research)
Educational Curriculum and Learning Methods
article

Dari Istana ke Ruang Kelas: Membaca Amnesti dan Abolisi dalam Perspektif Pendidikan

article en

Abstract

This article critically examines the policy of the President of the Republic of Indonesia on August 1, 2025, granting amnesty to Hasto Kristiyanto and abolition to Thomas Lembong, two national figures involved in legal cases. The study explores not only the legal and political dimensions of these decisions but also connects them to the educational context, particularly in the teaching of Pancasila and Civic Education (PPKn). Using a contextual approach, the paper demonstrates how current national issues can be integrated into the classroom to strengthen legal literacy, character education, and students' critical thinking skills. By presenting a comparative narrative of amnesty and abolition, the article encourages educators to move beyond theoretical instruction and engage students in meaningful discussions on the dynamics of state law and politics in Indonesia. Keywords: amnesty, abolition, legal education, civic literacy, case-based learning Tulisan ini membahas secara kritis kebijakan Presiden Republik Indonesia pada 1 Agustus 2025 yang memberikan amnesti kepada Hasto Kristiyanto dan abolisi kepada Thomas Lembong, dua tokoh nasional yang tersangkut kasus hukum. Kajian ini tidak hanya menelaah dimensi yuridis dan politik dari keputusan tersebut, tetapi juga mengaitkannya dengan dunia pendidikan, khususnya Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn). Melalui pendekatan kontekstual, tulisan ini menunjukkan bahwa kasus-kasus aktual kenegaraan dapat diintegrasikan ke dalam ruang kelas sebagai bagian dari penguatan literasi hukum, pendidikan karakter, dan kemampuan berpikir kritis peserta didik. Dengan menyajikan narasi perbandingan antara amnesti dan abolisi, tulisan ini mendorong pendidik untuk tidak hanya mengajar hukum secara teoritis, tetapi juga mengajak siswa berdialog kritis terhadap dinamika ketatanegaraan di Indonesia. Kata kunci: amnesti, abolisi, pendidikan hukum, literasi kewarganegaraan, studi kasus

Zenodo (CERN European Organization for Nuclear Research)
Quality Education
Openalex Percentile: Top 44%
Educational Curriculum and Learning Methods
AI Navigator

Ask Laika to Summarize, Analyze, and Connect papers live on the map.

Summarize Papers & Methodologies

Extract key findings, datasets, and comparative methods across publications.

Benchmark Rankings & Visual Analytics

Rank top research institutions, authors, funders, topics, and journals by Field-Weighted Citation Impact (FWCI) and paper volume with instant charts.

Connect Distant Disciplines

Bridge topological clusters on the map to find hidden collaborative intersections.