PENGARUH WAKTU PENYANGRAIAN TERHADAP AKTIVITAS ANTIOKSIDAN PADA KOPI DARI BIJI KURMA (Phoenix dactylifera L.)

Biji kurma biasanya dibuang sebagai limbah yang tidak termanfaatkan. Berdasarkan hasil survey kurma merk Golden Valley merupakan kurma yang banyak digemari masyarakat. Aktivitas antioksidan pada biji kurma dapat dimanfaatkan sebagai kopi non-kafein. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi biji kurma sebagai kopi yang kaya akan antioksidan dengan variasi waktu dan massa pada proses penyangraian. Pada penelitian ini biji kurma yang digunakan sebanyak 200 gram dan dilakukan variasi waktu dan massa penyangraian yang berbeda-beda yaitu 30, 45, & 60 menit. Ekstrak kopi biji kurma kemudian dianalisis kandungan senyawa fitokimia dan aktivitas antioksidannya menggunakan metode DPPH. Hasil penelitian fitokimia menunjukkan bahwa ekstrak kopi biji kurma memiliki  senyawa metabolit sekunder golongan triterpenoid, fenolik, flavonoid, dan tanin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa waktu penyangraian berpengaruh terhadap aktivitas antioksidan ekstrak kopi biji kurma. Semakin lama waktu penyangraian semakin tinggi aktivitas antioksidan ekstrak kopi biji kurma. Hasil penelitian menunjukkan kopi biji kurma dengan waktu penyangraian 60 menit memiliki nilai IC50 sebesar 21,715 ppm yang termasuk dalam kategori antioksidan sangat kuat. Hasil uji panelis menunjukkan tingkat kesukaan tertinggi yaitu 85,5% pada  sampel kopi biji kurma dengan waktu penyangraian 60 menit.

Publication Details

Journal
JURNAL KIMIA MULAWARMAN
Published
2025-03-30
DOI
https://doi.org/10.30872/ja.v10i1.1488
Primary Topic
Cell Image Analysis Techniques
Type
article
Field-Weighted Citation Impact
0.00
Controls
|||
ALL TIME
JAN
FEB
MAR
APR
MAY
JUN
JUL
AUG
SEP
OCT
article

PENGARUH WAKTU PENYANGRAIAN TERHADAP AKTIVITAS ANTIOKSIDAN PADA KOPI DARI BIJI KURMA (Phoenix dactylifera L.)

JURNAL KIMIA MULAWARMAN
Cell Image Analysis Techniques
article

PENGARUH WAKTU PENYANGRAIAN TERHADAP AKTIVITAS ANTIOKSIDAN PADA KOPI DARI BIJI KURMA (Phoenix dactylifera L.)

article en

Abstract

Biji kurma biasanya dibuang sebagai limbah yang tidak termanfaatkan. Berdasarkan hasil survey kurma merk Golden Valley merupakan kurma yang banyak digemari masyarakat. Aktivitas antioksidan pada biji kurma dapat dimanfaatkan sebagai kopi non-kafein. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi biji kurma sebagai kopi yang kaya akan antioksidan dengan variasi waktu dan massa pada proses penyangraian. Pada penelitian ini biji kurma yang digunakan sebanyak 200 gram dan dilakukan variasi waktu dan massa penyangraian yang berbeda-beda yaitu 30, 45, & 60 menit. Ekstrak kopi biji kurma kemudian dianalisis kandungan senyawa fitokimia dan aktivitas antioksidannya menggunakan metode DPPH. Hasil penelitian fitokimia menunjukkan bahwa ekstrak kopi biji kurma memiliki  senyawa metabolit sekunder golongan triterpenoid, fenolik, flavonoid, dan tanin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa waktu penyangraian berpengaruh terhadap aktivitas antioksidan ekstrak kopi biji kurma. Semakin lama waktu penyangraian semakin tinggi aktivitas antioksidan ekstrak kopi biji kurma. Hasil penelitian menunjukkan kopi biji kurma dengan waktu penyangraian 60 menit memiliki nilai IC50 sebesar 21,715 ppm yang termasuk dalam kategori antioksidan sangat kuat. Hasil uji panelis menunjukkan tingkat kesukaan tertinggi yaitu 85,5% pada  sampel kopi biji kurma dengan waktu penyangraian 60 menit.

JURNAL KIMIA MULAWARMAN
Openalex Percentile: Top 60%
Cell Image Analysis Techniques
AI Navigator

Ask Laika to Summarize, Analyze, and Connect papers live on the map.

Summarize Papers & Methodologies

Extract key findings, datasets, and comparative methods across publications.

Benchmark Rankings & Visual Analytics

Rank top research institutions, authors, funders, topics, and journals by Field-Weighted Citation Impact (FWCI) and paper volume with instant charts.

Connect Distant Disciplines

Bridge topological clusters on the map to find hidden collaborative intersections.