The Historical Heritage of the Spice Trade in East Aceh Regency as a Resource for Learning Local History
The study of historical heritage as evidence of the spice trade in the Nusantara, particularly in the eastern region of Aceh, aims to explore and identify various historical evidences related to the spice trade routes in the area. The Aceh region holds a highly strategic position in the development of the spice trade in Southeast Asia, as evidenced by various historical relics, both in the form of physical sites and inherited historical memories, which can be utilized as sources for local historical learning. This research employs a descriptive qualitative method, with an approach that prioritizes an in-depth analysis of existing historical sources, such as archival documents and so on, as well as interviews with local communities who possess knowledge of local history. The data used in this study consists of various physical evidences, such as the remains of Ullebalang tombs, historical buildings that hold historical value regarding spice trade activities, and inscriptions that provide an overview of Aceh's important role in the global spice trade. The findings of this study indicate that the spice trade in the Aceh region not only had a significant economic impact but also enriched the cultural and historical heritage that deserves to be preserved. This historical heritage also demonstrates the importance of Aceh's role in international trade routes, which contributed greatly to the cultural and economic development of the Nusantara in the past. Therefore, the preservation and utilization of this historical heritage as a learning resource are crucial to increasing historical awareness, especially among the younger generation. Kajian tentang peninggalan sejarah sebagai bukti perdagangan rempah di Nusantara, khususnya di wilayah Aceh bagian Timur, bertujuan untuk menggali dan mengidentifikasi berbagai bukti sejarah yang terkait dengan jalur perdagangan rempah di kawasan tersebut. Wilayah Aceh memiliki posisi strategis yang sangat penting dalam perkembangan perdagangan rempah-rempah di Asia Tenggara, yang dapat dilihat dari berbagai peninggalan sejarah, baik berupa situs fisik maupun memori sejarah yang terwariskan agar dapat dimanfaatkan sebagai sumber belajar sejarah lokal. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif, dengan pendekatan yang mengutamakan analisis mendalam terhadap sumber-sumber sejarah yang ada, seperti dokumen arsip dan sebagainya serta wawancara dengan masyarakat setempat yang memiliki pengetahuan tentang sejarah lokal. Data yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari berbagai bukti fisik, seperti peninggalan makam Ullebalang, bangunan peninggalan sejarah yang memiliki nilai sejarah tentang aktivitas perdaganan ermpah, dan prasti yang memberikan gambaran tentang peran penting Aceh dalam perdagangan rempah-rempah dunia. Hasil dari kajian ini menunjukkan bahwa perdagangan rempah-rempah di wilayah Aceh tidak hanya memberikan dampak ekonomi yang signifikan, tetapi juga memperkaya warisan budaya dan sejarah yang patut dilestarikan. Peninggalan sejarah ini juga menunjukkan betapa pentingnya peran Aceh dalam jalur perdagangan internasional, yang memberikan kontribusi besar terhadap perkembangan kebudayaan dan ekonomi Nusantara pada masa lalu. Oleh karena itu, pelestarian dan pemanfaatan peninggalan sejarah ini sebagai sumber pembelajaran sangat penting untuk meningkatkan kesadaran sejarah, khususnya bagi generasi muda.
Institutions
- Samudra University (ID)
Publication Details
- Journal
- Journal of Social Studies Research
- Published
- 2025-04-25
- DOI
- https://doi.org/10.33059/jssr.v3i1.11259
- Primary Topic
- Cultural and Educational Studies
- Type
- article
- Field-Weighted Citation Impact
- 0.00