Hubungan Tingkat Dismenorea Primer dengan Aktivitas Belajar Mahasiswi Kebidanan Sarjana Terapan Universitas Sebelas Maret

Latar Belakang: Pembelajaran jarak jauh menjadi alternatif yang diterapkan pada setiap universitas di masa pandemi covid-19. Kesehatan fisik dan konsentrasi yang baik sangat diperlukan agar pembelajaran jarak jauh tetap efektif. Salah satu masalah kesehatan yang sering dialami mahasiswi dan dapat mengganggu efektivitas proses belajar adalah dismenorea primer. Kondisi ini menimbulkan nyeri menstruasi yang dapat menurunkan konsentrasi, aktivitas belajar, serta produktivitas mahasiswi.Tujuan: Menganalisis hubungan tingkat dismenorea primer dengan aktivitas belajar mahasiswi Kebidanan Sarjana Terapan Universitas Sebelas Maret.Metode: Metode penelitian ini adalah observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswi Kebidanan Sarjana Terapan Universitas Sebelas Maret dengan jumlah sampel 53 mahasiswi yang diambil menggunakan teknik total sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan dianalisis dengan uji Spearman.Hasil dan Pembahasan: Hasil uji Spearman didapatkan hasil ρ-value signifikan (ρ < 0,05) dengan koefisien korelasi r = -0,616. Semakin tinggi tingkat dismenorea primer maka semakin menurun aktivitas belajar.Kesimpulan: Terdapat hubungan antara tingkat dismenorea primer terhadap aktivitas belajar.

Authors

Institutions

Publication Details

Journal
Jurnal Kesehatan Reproduksi
Published
2025-12-18
DOI
https://doi.org/10.22146/jkr.76523
Primary Topic
Online Learning Methods and Innovations
Type
article
Field-Weighted Citation Impact
0.00
Controls
|||
ALL TIME
JAN
FEB
MAR
APR
MAY
JUN
JUL
AUG
SEP
OCT
article

Hubungan Tingkat Dismenorea Primer dengan Aktivitas Belajar Mahasiswi Kebidanan Sarjana Terapan Universitas Sebelas Maret

Sri Achadi Nugraheni, Nurul Jannatul Wahidah, Atriany Nilam Sari, Hafi Nurinasari et al.
Jurnal Kesehatan Reproduksi
Online Learning Methods and Innovations
article

Hubungan Tingkat Dismenorea Primer dengan Aktivitas Belajar Mahasiswi Kebidanan Sarjana Terapan Universitas Sebelas Maret

Sri Achadi Nugraheni, Nurul Jannatul Wahidah, Atriany Nilam Sari, Hafi Nurinasari, Afit Candra
article en

Abstract

Latar Belakang: Pembelajaran jarak jauh menjadi alternatif yang diterapkan pada setiap universitas di masa pandemi covid-19. Kesehatan fisik dan konsentrasi yang baik sangat diperlukan agar pembelajaran jarak jauh tetap efektif. Salah satu masalah kesehatan yang sering dialami mahasiswi dan dapat mengganggu efektivitas proses belajar adalah dismenorea primer. Kondisi ini menimbulkan nyeri menstruasi yang dapat menurunkan konsentrasi, aktivitas belajar, serta produktivitas mahasiswi.Tujuan: Menganalisis hubungan tingkat dismenorea primer dengan aktivitas belajar mahasiswi Kebidanan Sarjana Terapan Universitas Sebelas Maret.Metode: Metode penelitian ini adalah observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswi Kebidanan Sarjana Terapan Universitas Sebelas Maret dengan jumlah sampel 53 mahasiswi yang diambil menggunakan teknik total sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan dianalisis dengan uji Spearman.Hasil dan Pembahasan: Hasil uji Spearman didapatkan hasil ρ-value signifikan (ρ < 0,05) dengan koefisien korelasi r = -0,616. Semakin tinggi tingkat dismenorea primer maka semakin menurun aktivitas belajar.Kesimpulan: Terdapat hubungan antara tingkat dismenorea primer terhadap aktivitas belajar.

Jurnal Kesehatan ReproduksiVol. 11(3)
Sebelas Maret University (ID)
Openalex Percentile: Top 59%
Online Learning Methods and Innovations
AI Navigator

Ask Laika to Summarize, Analyze, and Connect papers live on the map.

Summarize Papers & Methodologies

Extract key findings, datasets, and comparative methods across publications.

Benchmark Rankings & Visual Analytics

Rank top research institutions, authors, funders, topics, and journals by Field-Weighted Citation Impact (FWCI) and paper volume with instant charts.

Connect Distant Disciplines

Bridge topological clusters on the map to find hidden collaborative intersections.