Evaluasi Disfungsi Dasar Panggul Pasca Kemoradiasi pada Pasien Kanker Serviks Stadium Lanjut Lokal
Latar Belakang: Kanker serviks merupakan kanker kedua terbanyak pada perempuan dengan mortalitas 11,4%. Kemoradioterapi sebagai terapi utama stadium lanjut diketahui menyebabkan perubahan morfologi dan fungsi otot dasar panggul.Tujuan: Mengevaluasi kejadian disfungsi dasar panggul pasca kemoradiasi pada pasien kanker serviks stadium lanjut lokal.Metode: Penelitian kohort prospektif pada 50 pasien kanker serviks stadium IIB-IVB yang menjalani kemoradiasi di RSUP Dr Sardjito periode Juni 2021-Juni 2022. Evaluasi menggunakan kuesioner PFDI, MOS, dan perineometri.Hasil dan Pembahasan: Prevalensi disfungsi dasar panggul meningkat dari 32% menjadi 74% pasca kemoradiasi. Terdapat peningkatan signifikan nilai PFDI (9,16 menjadi 24,58), penurunan MOS (3,92 menjadi 2,82), dan penurunan perineometri (11,21 menjadi 8,87) (p<0,05). Relative risk kemoradiasi terhadap disfungsi dasar panggul sebesar 1,62 (p<0,05).Kesimpulan: Kemoradiasi meningkatkan prevalensi dan memperburuk gejala disfungsi dasar panggul pada pasien kanker serviks stadium lanjut lokal.
Authors
- Shinta Prawitasari
- Nuring Pangastuti (ORCID: https://orcid.org/0000-0002-0112-6508)
- Pramana Pananja Putra
Institutions
- Siemens Healthcare (United States) (US)
- Rumah Sakit Umum Pusat Dr. Sardjito (ID)
Publication Details
- Journal
- Jurnal Kesehatan Reproduksi
- Published
- 2025-12-19
- DOI
- https://doi.org/10.22146/jkr.81361
- Primary Topic
- Methodologies in Health Research and Practice
- Type
- article
- Field-Weighted Citation Impact
- 0.00