Case Report: Family’s Role in Mentoring Adolescent Pregnancy

Introduction: Adolescent pregnancy negatively affects maternal and infant health, leading to preterm birth, low birth weight (LBW), and intrapartum hemorrhage, all of which contribute to increased maternal and neonatal mortality. It is also associated with unintended pregnancies and unsafe abortions. Deliveries by mothers under 20 years old are associated with higher neonatal, infant, and under-five mortality rates and a greater risk of stunting. Infant health outcomes are heavily influenced by maternal nutritional status. Case Report: A 15-year-old adolescent (Mrs. S) was brought by her aunt to Ahmad Ripin District Hospital, Muaro Jambi, on November 10, 2022, for antenatal assessment. Initial examination showed a body mass index (BMI) of 16 (underweight; <18.5), for which a total gestational weight gain target of 12.5–18 kg was recommended. Her MUAC was 21 cm and hemoglobin (Hb) 9 g/dL. The case underscores the crucial role of a strong family support system in achieving adequate weight gain in pregnant adolescents, given its significant association with maternal health during pregnancy and infant birth weight. Conclusion: this case highlights the importance of healthcare education and monitoring in adolescent pregnancy. It shows that when combined with the family’s role as a supporter, these factors can effectively protect maternal and infant health, resulting in positive outcomes.Laporan Kasus: Peranan Keluarga dalam Pendampingan Kehamilan Remaja Abstrak Pendahuluan: Kehamilan remaja berdampak negatif pada kesehatan ibu dan bayi. Beberapa dampak negatif tersebut adalah bayi prematur, berat badan lahir rendah (BBLR), dan perdarahan persalinan yang berujung pada kenaikan kematian maternal–neonatal. Kehamilan pada remaja juga berkaitan dengan kehamilan tidak diinginkan dan aborsi tidak aman. Persalinan pada ibu <20 tahun berkontribusi pada tingginya kematian neonatal, bayi, dan balita, serta meningkatkan risiko stunting. Luaran bayi sangat dipengaruhi status gizi ibu. Laporan Kasus: Seorang ibu Ny.S berusia15 tahun, pertama kali dibawa oleh bibinya ke Rumah Sakit Daerah Ahmad Ripin, Kabupaten Muaro Jambi, pada tanggal 10 November 2022 untuk memeriksakan kehamilannya. Setelah dilakukan pemeriksaan, Ny.S memiliki Indeks Massa Tubuh (IMT) 16 yang berarti kurang dari 18,5 (gizi kurang) harus meningkatkan berat badannya sebesar 12,5 sampai 18 kg. Ny.S memiliki nilai LILA 21 cm, dan kadar Hemoglobin 9 gr/dl. Dalam menyukseskan pertambahan berat badan remaja yang hamil diperlukan peranan keluarga yang berkualitas untuk menjadi support system terbaik karena berhubungan dengan kesehatan ibu selama kehamilan serta berat badan bayi saat lahir. Kesimpulan: Berdasarkan laporan kasus ini, peran keluarga sebagai pendamping kehamilan remaja terbukti efektif menjaga kesehatan ibu dan bayi. Di samping itu, pengetahuan tentang kesehatan ibu dan bayi pada tingkat individu (faktor pengetahuan ibu) serta dukungan tenaga kesehatan juga berkontribusi signifikan terhadap luaran yang baik.Kata kunci: kehamilan remaja; kesehatan ibu dan bayi: peran keluarga

Authors

Institutions

Publication Details

Journal
Indonesian Journal of Obstetrics & Gynecology Science
Published
2025-11-19
DOI
https://doi.org/10.24198/obgynia.v8i3.856
Primary Topic
Gestational Diabetes Research and Management
Type
article
Field-Weighted Citation Impact
0.00
Controls
|||
ALL TIME
JAN
FEB
MAR
APR
MAY
JUN
JUL
AUG
SEP
OCT
article

Case Report: Family’s Role in Mentoring Adolescent Pregnancy

Muhammad Ichsan, Dini Hidayat
Indonesian Journal of Obstetrics & Gynecology Science
Gestational Diabetes Research and Management
article

Case Report: Family’s Role in Mentoring Adolescent Pregnancy

Muhammad Ichsan, Dini Hidayat
article en

Abstract

Introduction: Adolescent pregnancy negatively affects maternal and infant health, leading to preterm birth, low birth weight (LBW), and intrapartum hemorrhage, all of which contribute to increased maternal and neonatal mortality. It is also associated with unintended pregnancies and unsafe abortions. Deliveries by mothers under 20 years old are associated with higher neonatal, infant, and under-five mortality rates and a greater risk of stunting. Infant health outcomes are heavily influenced by maternal nutritional status. Case Report: A 15-year-old adolescent (Mrs. S) was brought by her aunt to Ahmad Ripin District Hospital, Muaro Jambi, on November 10, 2022, for antenatal assessment. Initial examination showed a body mass index (BMI) of 16 (underweight; <18.5), for which a total gestational weight gain target of 12.5–18 kg was recommended. Her MUAC was 21 cm and hemoglobin (Hb) 9 g/dL. The case underscores the crucial role of a strong family support system in achieving adequate weight gain in pregnant adolescents, given its significant association with maternal health during pregnancy and infant birth weight. Conclusion: this case highlights the importance of healthcare education and monitoring in adolescent pregnancy. It shows that when combined with the family’s role as a supporter, these factors can effectively protect maternal and infant health, resulting in positive outcomes.Laporan Kasus: Peranan Keluarga dalam Pendampingan Kehamilan Remaja Abstrak Pendahuluan: Kehamilan remaja berdampak negatif pada kesehatan ibu dan bayi. Beberapa dampak negatif tersebut adalah bayi prematur, berat badan lahir rendah (BBLR), dan perdarahan persalinan yang berujung pada kenaikan kematian maternal–neonatal. Kehamilan pada remaja juga berkaitan dengan kehamilan tidak diinginkan dan aborsi tidak aman. Persalinan pada ibu <20 tahun berkontribusi pada tingginya kematian neonatal, bayi, dan balita, serta meningkatkan risiko stunting. Luaran bayi sangat dipengaruhi status gizi ibu. Laporan Kasus: Seorang ibu Ny.S berusia15 tahun, pertama kali dibawa oleh bibinya ke Rumah Sakit Daerah Ahmad Ripin, Kabupaten Muaro Jambi, pada tanggal 10 November 2022 untuk memeriksakan kehamilannya. Setelah dilakukan pemeriksaan, Ny.S memiliki Indeks Massa Tubuh (IMT) 16 yang berarti kurang dari 18,5 (gizi kurang) harus meningkatkan berat badannya sebesar 12,5 sampai 18 kg. Ny.S memiliki nilai LILA 21 cm, dan kadar Hemoglobin 9 gr/dl. Dalam menyukseskan pertambahan berat badan remaja yang hamil diperlukan peranan keluarga yang berkualitas untuk menjadi support system terbaik karena berhubungan dengan kesehatan ibu selama kehamilan serta berat badan bayi saat lahir. Kesimpulan: Berdasarkan laporan kasus ini, peran keluarga sebagai pendamping kehamilan remaja terbukti efektif menjaga kesehatan ibu dan bayi. Di samping itu, pengetahuan tentang kesehatan ibu dan bayi pada tingkat individu (faktor pengetahuan ibu) serta dukungan tenaga kesehatan juga berkontribusi signifikan terhadap luaran yang baik.Kata kunci: kehamilan remaja; kesehatan ibu dan bayi: peran keluarga

Indonesian Journal of Obstetrics & Gynecology ScienceVol. 8(3)
Padjadjaran University (ID)
Openalex Percentile: Top 55%
Gestational Diabetes Research and Management
AI Navigator

Ask Laika to Summarize, Analyze, and Connect papers live on the map.

Summarize Papers & Methodologies

Extract key findings, datasets, and comparative methods across publications.

Benchmark Rankings & Visual Analytics

Rank top research institutions, authors, funders, topics, and journals by Field-Weighted Citation Impact (FWCI) and paper volume with instant charts.

Connect Distant Disciplines

Bridge topological clusters on the map to find hidden collaborative intersections.