Aktivitas Antidiabetes Kombinasi Ekstrak Daun Jambu Biji dan Daun Rambutan pada Tikus Putih Jantan Galur Wistar (Rattus norvegicus) yang Diinduksi Streptozotocin

Diabetes melitus merupakan gangguan metabolisme yang ditandai oleh peningkatan kadar glukosa darah akibat defisiensi insulin atau resistensi terhadap insulin. Penggunaan obat antidiabetik oral dalam jangka panjang dapat menimbulkan efek samping dan biaya yang tinggi, sehingga diperlukan alternatif yang lebih aman. Pemanfaatan bahan alam sebagai obat herbal menjadi salah satu pilihan karena memiliki efek samping relatif lebih sedikit. Daun jambu biji (Psidium guajava) dan daun rambutan (Nephelium lappaceum) diketahui mengandung senyawa bioaktif yang berpotensi menurunkan kadar glukosa darah. Penelitian ini bertujuan menentukan dosis optimal kombinasi ekstrak etanol daun jambu biji (EEDJB) dan daun rambutan (EEDR) dalam pengendalian kadar glukosa darah pada tikus Wistar (Rattus norvegicus) yang diinduksi streptozotocin. Ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi, dilanjutkan standarisasi dan uji Kromatografi Lapis Tipis (KLT) untuk identifikasi senyawa aktif. Sebanyak 32 ekor tikus dibagi menjadi delapan kelompok perlakuan: kontrol sehat, kontrol negatif (CMC-Na 0,5%), kontrol positif (glimepirid 0,036 mg/kgBB), ekstrak tunggal daun jambu biji (50 mg/kgBB), ekstrak tunggal daun rambutan (70 mg/kgBB), serta tiga kombinasi ekstrak (50%:50%, 75%:25%, dan 25%:75%). Induksi diabetes dilakukan dengan streptozotocin intraperitoneal. Kadar glukosa darah diukur setiap tujuh hari selama 21 hari menggunakan glukometer. Analisis statistik menggunakan One-Way ANOVA dan uji Post Hoc Games-Howell. Hasil menunjukkan ekstrak memenuhi persyaratan standarisasi dan mengandung flavonoid. Penurunan kadar glukosa tertinggi diperoleh pada kombinasi 25%:75% (EEDJB:EEDR) sebesar 72%, dengan perbedaan signifikan dibandingkan kontrol negatif. Kombinasi ekstrak daun jambu biji dan rambutan berpotensi dikembangkan sebagai kandidat antidiabetik berbahan alam.

Authors

Publication Details

Journal
Jurnal Ilmiah Medicamento
Published
2025-09-30
DOI
https://doi.org/10.36733/medicamento.v11i2.9887
Primary Topic
Medicinal Plant Research
Type
article
Field-Weighted Citation Impact
0.00
Controls
|||
ALL TIME
JAN
FEB
MAR
APR
MAY
JUN
JUL
AUG
SEP
OCT
article

Aktivitas Antidiabetes Kombinasi Ekstrak Daun Jambu Biji dan Daun Rambutan pada Tikus Putih Jantan Galur Wistar (Rattus norvegicus) yang Diinduksi Streptozotocin

Tri Cahyani Widiastuti, Muhammad Husnul Khuluq, Lintang Oktavian Pradani
Jurnal Ilmiah Medicamento
Medicinal Plant Research
article

Aktivitas Antidiabetes Kombinasi Ekstrak Daun Jambu Biji dan Daun Rambutan pada Tikus Putih Jantan Galur Wistar (Rattus norvegicus) yang Diinduksi Streptozotocin

Tri Cahyani Widiastuti, Muhammad Husnul Khuluq, Lintang Oktavian Pradani
article en

Abstract

Diabetes melitus merupakan gangguan metabolisme yang ditandai oleh peningkatan kadar glukosa darah akibat defisiensi insulin atau resistensi terhadap insulin. Penggunaan obat antidiabetik oral dalam jangka panjang dapat menimbulkan efek samping dan biaya yang tinggi, sehingga diperlukan alternatif yang lebih aman. Pemanfaatan bahan alam sebagai obat herbal menjadi salah satu pilihan karena memiliki efek samping relatif lebih sedikit. Daun jambu biji (Psidium guajava) dan daun rambutan (Nephelium lappaceum) diketahui mengandung senyawa bioaktif yang berpotensi menurunkan kadar glukosa darah. Penelitian ini bertujuan menentukan dosis optimal kombinasi ekstrak etanol daun jambu biji (EEDJB) dan daun rambutan (EEDR) dalam pengendalian kadar glukosa darah pada tikus Wistar (Rattus norvegicus) yang diinduksi streptozotocin. Ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi, dilanjutkan standarisasi dan uji Kromatografi Lapis Tipis (KLT) untuk identifikasi senyawa aktif. Sebanyak 32 ekor tikus dibagi menjadi delapan kelompok perlakuan: kontrol sehat, kontrol negatif (CMC-Na 0,5%), kontrol positif (glimepirid 0,036 mg/kgBB), ekstrak tunggal daun jambu biji (50 mg/kgBB), ekstrak tunggal daun rambutan (70 mg/kgBB), serta tiga kombinasi ekstrak (50%:50%, 75%:25%, dan 25%:75%). Induksi diabetes dilakukan dengan streptozotocin intraperitoneal. Kadar glukosa darah diukur setiap tujuh hari selama 21 hari menggunakan glukometer. Analisis statistik menggunakan One-Way ANOVA dan uji Post Hoc Games-Howell. Hasil menunjukkan ekstrak memenuhi persyaratan standarisasi dan mengandung flavonoid. Penurunan kadar glukosa tertinggi diperoleh pada kombinasi 25%:75% (EEDJB:EEDR) sebesar 72%, dengan perbedaan signifikan dibandingkan kontrol negatif. Kombinasi ekstrak daun jambu biji dan rambutan berpotensi dikembangkan sebagai kandidat antidiabetik berbahan alam.

Jurnal Ilmiah MedicamentoVol. 11(2)
Openalex Percentile: Top 77%
Medicinal Plant Research
AI Navigator

Ask Laika to Summarize, Analyze, and Connect papers live on the map.

Summarize Papers & Methodologies

Extract key findings, datasets, and comparative methods across publications.

Benchmark Rankings & Visual Analytics

Rank top research institutions, authors, funders, topics, and journals by Field-Weighted Citation Impact (FWCI) and paper volume with instant charts.

Connect Distant Disciplines

Bridge topological clusters on the map to find hidden collaborative intersections.