Kajian Literatur: Efektivitas Asetilsistein Dosis Tinggi Pada Pasien PPOK

Penyakit paru obstruktif kronik (PPOK) merupakan penyebab utama mortalitas dan morbiditas di seluruh dunia, ditandai dengan keterbatasan aliran udara yang persisten, hipersekresi mukus, stres oksidatif, dan inflamasi saluran napas. Asetilsistein memiliki sifat antioksidan dan antiinflamasi, yang telah menunjukkan manfaat bergantung pada dosisnya. Review ini menilai efektivitas dosis tinggi dari asetilsisitein pada pasien PPOK dalam memperbaiki luaran klinis dan frekuensi eksaserbasi. Studi Randomized Control Trial (RCT) dilibatkan dalam kajian literatur ini mengikuti daftar checklist PRISMA. Hasil review dari 6 RCT menunjukkan bahwa pemberian asetilsistein dosis tinggi (>400 mg perhari) secara signifikan dapat menurunkan frekuensi eksaserbasi, memperbaiki fungsi paru (FEV1, FVC, FEV/FVC), perubahan biomarker oksidasi dan inflamasi (Malondialdehid, Glutation, Glutation Peroksida, Cystein, C-Reactive protein). Kesimpulan dari penambahan terapi asetilsistein dosis tinggi mampu menurunkan frekuensi eksaserbasi dan perbaikan klinis secara signifikan dibandingkan plasebo

Authors

Institutions

Publication Details

Journal
Majalah Farmaseutik
Published
2025-09-30
DOI
https://doi.org/10.22146/farmaseutik.v21i3.93852
Primary Topic
Medicinal Plant Research
Type
article
Field-Weighted Citation Impact
0.00
Controls
|||
ALL TIME
JAN
FEB
MAR
APR
MAY
JUN
JUL
AUG
SEP
OCT
article

Kajian Literatur: Efektivitas Asetilsistein Dosis Tinggi Pada Pasien PPOK

Zullies Ikawati, Dewa Putu Pramantara, Sri Rahmat Molidia
Majalah Farmaseutik
Medicinal Plant Research
article

Kajian Literatur: Efektivitas Asetilsistein Dosis Tinggi Pada Pasien PPOK

Zullies Ikawati, Dewa Putu Pramantara, Sri Rahmat Molidia
article en

Abstract

Penyakit paru obstruktif kronik (PPOK) merupakan penyebab utama mortalitas dan morbiditas di seluruh dunia, ditandai dengan keterbatasan aliran udara yang persisten, hipersekresi mukus, stres oksidatif, dan inflamasi saluran napas. Asetilsistein memiliki sifat antioksidan dan antiinflamasi, yang telah menunjukkan manfaat bergantung pada dosisnya. Review ini menilai efektivitas dosis tinggi dari asetilsisitein pada pasien PPOK dalam memperbaiki luaran klinis dan frekuensi eksaserbasi. Studi Randomized Control Trial (RCT) dilibatkan dalam kajian literatur ini mengikuti daftar checklist PRISMA. Hasil review dari 6 RCT menunjukkan bahwa pemberian asetilsistein dosis tinggi (>400 mg perhari) secara signifikan dapat menurunkan frekuensi eksaserbasi, memperbaiki fungsi paru (FEV1, FVC, FEV/FVC), perubahan biomarker oksidasi dan inflamasi (Malondialdehid, Glutation, Glutation Peroksida, Cystein, C-Reactive protein). Kesimpulan dari penambahan terapi asetilsistein dosis tinggi mampu menurunkan frekuensi eksaserbasi dan perbaikan klinis secara signifikan dibandingkan plasebo

Majalah FarmaseutikVol. 21(3)
Universitas Gadjah Mada (ID), Rumah Sakit Umum Pusat Dr. Sardjito (ID)
Openalex Percentile: Top 78%
Medicinal Plant Research
AI Navigator

Ask Laika to Summarize, Analyze, and Connect papers live on the map.

Summarize Papers & Methodologies

Extract key findings, datasets, and comparative methods across publications.

Benchmark Rankings & Visual Analytics

Rank top research institutions, authors, funders, topics, and journals by Field-Weighted Citation Impact (FWCI) and paper volume with instant charts.

Connect Distant Disciplines

Bridge topological clusters on the map to find hidden collaborative intersections.