Shirin Ebadi: Cita-Cita Sang Hawa di Tanah Bangsa Arya
The progress of the Iranian state is not directly proportional to the realization of civil rights between men and women. One of the women who has a special concern for women's issues in Iran is Shirin Ebadi, a human rights activist from Iran, she tries to fight for and restore what is right for herself and other members of society. The main problem raised in this study is How the Role of Shirin Ebadi in the Issue of Women's Rights in Iran (Review of Social Aspects of 1990-2003)? The methods used were including source collection, source criticism, interpretation, and historiography. The results of the research can be explained that the role of Shirin Ebadi has an impact on the lives of women in Iran, the parliament seats which were originally filled by men, now women have begun to be involved in the political world in Iran. Regime change seems to have never been the initial milestone for elimination of violence against women in Iran. The idea of establishing a Defend of Human Rights Center is very important for Shirin as a forum for women or children who are victims of human rights injustice in Iran. AbstrakKemajuan Negara Iran tidak berbanding lurus dengan penyemarataan hak sipil antara laki-laki dengan perempuan. Salah satu perempuan yang memiliki perhatian khusus terhadap masalah perempuan di iran adalah Shirin Ebadi, seorang aktivis HAM dari Iran, dirinya mencoba untuk memperjuangkan dan mengembalikan apa yang menjadi hak bagi dirinya sendiri dan anggota masyarakat lainnya. Masalah utama yang diangkat dalam penelitian ini adalah Bagaimana Peranan Shirin Ebadi Dalam Permasalahan Hak-Hak Perempuan di Iran (Tinjauan Aspek Sosial Tahun 1990-2003)?. Adapun metode yag digunakan adalah yaitu meliputi pengumpulan sumber, kritik sumber, interprestasi, dan historiografi. Hasil penelitian dapat dijelaskan bahwa peranan Shirin Ebadi memberikan dampak bagi kehdupan perempuan di Iran, kursi parlemen yang semula diisi penuh oleh para laki-laki kini kaum perempuan pun sudah mulai bisa berkecimpung dalam dunia politik di Iran.Pergantian rezim seolah tidak pernah menjadi tonggak awal untuk penghapusan kekerasan terhadap perempuan di Iran. Gagasan untuk membentuk Defend of Human Right Center menjadi sebuah hal yang sangat penting bagi Shirin sebagai wadah untuk para perempuan ataupun anak-anak yang menjadi korban ketidakadilan HAM di Iran. © 2024 Kantor Jurnal dan Publikasi UPI
Authors
- Timmi Pratimi
- Ayi Budi Santosa
Institutions
- Indonesia University of Education (ID)
Publication Details
- Journal
- FACTUM Jurnal Sejarah dan Pendidikan Sejarah
- Published
- 2024-12-05
- DOI
- https://doi.org/10.17509/factum.v13i2.31317
- Primary Topic
- Islamic Finance and Communication
- Type
- article
- Field-Weighted Citation Impact
- 0.00