Integrasi Aplikasi Tiktok Berbasis Project-Based Learning untuk Meningkatkan Kreativitas Siswa dalam Pembelajaran Sejarah

This classroom action research examines the effectiveness of integrating the TikTok application with project-based learning to enhance student creativity in history education. The study was driven by the low creativity levels observed among students at SMA Pasundan 3 Bandung, where history learning is often perceived as textbook-oriented and monotonous. The primary aim of this research is to foster students’ creative thinking by implementing an interactive, student-centered digital learning approach. The study employed the Classroom Action Research (CAR) method using John Elliot’s model, which consists of two cycles involving planning, action, observation, and reflection. TikTok was utilized as a digital platform through which students designed and presented historical content in creative and engaging formats. The findings reveal a consistent improvement in student creativity across the cycles. In Cycle I, student creativity was categorized as fairly good, whereas in Cycle II all student groups achieved the good category. This improvement is reflected in students’ ability to construct clear and chronological narratives, generate original ideas, and avoid duplication across groups. These results demonstrate that TikTok-based project learning is an effective pedagogical strategy for promoting creativity in history education. This study is among the first to integrate TikTok—a popular social media platform—with project-based learning in the context of history education, shifting the traditional focus from rote memorization to digital creativity and student-generated content. Theoretically, this research contributes to the discourse on digital pedagogy and creative learning models in history education. Practically, it offers teachers a replicable instructional framework that leverages social media as an authentic learning environment to enhance student engagement and creativity. Abstrak Penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas integrasi aplikasi TikTok berbasis pembelajaran berbasis proyek (project-based learning) dalam meningkatkan kreativitas siswa pada pembelajaran sejarah. Latar belakang penelitian ini berangkat dari rendahnya kreativitas siswa di SMA Pasundan 3 Bandung, di mana pembelajaran sejarah masih dianggap bersifat tekstual dan kurang menarik. Tujuan utama penelitian ini adalah meningkatkan kemampuan berpikir kreatif siswa melalui pendekatan pembelajaran digital yang interaktif dan berpusat pada siswa. Penelitian menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan model John Elliot yang terdiri atas dua siklus: perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Aplikasi TikTok dimanfaatkan sebagai media digital bagi siswa untuk merancang dan menyajikan konten sejarah dalam format yang kreatif dan kontekstual. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan kreativitas siswa pada setiap siklus. Pada Siklus I, kreativitas berada pada kategori cukup baik, sedangkan pada Siklus II seluruh kelompok mencapai kategori baik. Peningkatan ini terlihat dari kemampuan siswa dalam menyusun narasi sejarah yang jelas dan kronologis, menghasilkan ide orisinal, serta menghindari duplikasi antarkelompok. Temuan ini menunjukkan bahwa pembelajaran proyek berbasis TikTok merupakan strategi pedagogis yang efektif untuk menumbuhkan kreativitas dalam pembelajaran sejarah. Penelitian ini menjadi salah satu yang pertama mengintegrasikan platform media sosial populer TikTok dengan model project-based learning dalam konteks pembelajaran sejarah, menggeser pendekatan tradisional dari hafalan menuju produksi konten kreatif digital. Secara teoretis, penelitian ini memperkaya kajian tentang pedagogi digital dan pembelajaran kreatif dalam pendidikan sejarah. Secara praktis, penelitian ini menawarkan kerangka pembelajaran yang dapat direplikasi guru untuk meningkatkan kreativitas dan keterlibatan siswa melalui pemanfaatan media sosial secara edukatif.

Authors

Institutions

Publication Details

Journal
FACTUM Jurnal Sejarah dan Pendidikan Sejarah
Published
2025-10-14
DOI
https://doi.org/10.17509/factum.v14i2.75342
Primary Topic
Educational Curriculum and Learning Methods
Type
article
Field-Weighted Citation Impact
0.00
Controls
|||
ALL TIME
JAN
FEB
MAR
APR
MAY
JUN
JUL
AUG
SEP
OCT
article

Integrasi Aplikasi Tiktok Berbasis Project-Based Learning untuk Meningkatkan Kreativitas Siswa dalam Pembelajaran Sejarah

Qiden Binta Raifadilah, Tarunasena Mamoer
FACTUM Jurnal Sejarah dan Pendidikan Sejarah
Educational Curriculum and Learning Methods
article

Integrasi Aplikasi Tiktok Berbasis Project-Based Learning untuk Meningkatkan Kreativitas Siswa dalam Pembelajaran Sejarah

Qiden Binta Raifadilah, Tarunasena Mamoer
article en

Abstract

This classroom action research examines the effectiveness of integrating the TikTok application with project-based learning to enhance student creativity in history education. The study was driven by the low creativity levels observed among students at SMA Pasundan 3 Bandung, where history learning is often perceived as textbook-oriented and monotonous. The primary aim of this research is to foster students’ creative thinking by implementing an interactive, student-centered digital learning approach. The study employed the Classroom Action Research (CAR) method using John Elliot’s model, which consists of two cycles involving planning, action, observation, and reflection. TikTok was utilized as a digital platform through which students designed and presented historical content in creative and engaging formats. The findings reveal a consistent improvement in student creativity across the cycles. In Cycle I, student creativity was categorized as fairly good, whereas in Cycle II all student groups achieved the good category. This improvement is reflected in students’ ability to construct clear and chronological narratives, generate original ideas, and avoid duplication across groups. These results demonstrate that TikTok-based project learning is an effective pedagogical strategy for promoting creativity in history education. This study is among the first to integrate TikTok—a popular social media platform—with project-based learning in the context of history education, shifting the traditional focus from rote memorization to digital creativity and student-generated content. Theoretically, this research contributes to the discourse on digital pedagogy and creative learning models in history education. Practically, it offers teachers a replicable instructional framework that leverages social media as an authentic learning environment to enhance student engagement and creativity. Abstrak Penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas integrasi aplikasi TikTok berbasis pembelajaran berbasis proyek (project-based learning) dalam meningkatkan kreativitas siswa pada pembelajaran sejarah. Latar belakang penelitian ini berangkat dari rendahnya kreativitas siswa di SMA Pasundan 3 Bandung, di mana pembelajaran sejarah masih dianggap bersifat tekstual dan kurang menarik. Tujuan utama penelitian ini adalah meningkatkan kemampuan berpikir kreatif siswa melalui pendekatan pembelajaran digital yang interaktif dan berpusat pada siswa. Penelitian menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan model John Elliot yang terdiri atas dua siklus: perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Aplikasi TikTok dimanfaatkan sebagai media digital bagi siswa untuk merancang dan menyajikan konten sejarah dalam format yang kreatif dan kontekstual. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan kreativitas siswa pada setiap siklus. Pada Siklus I, kreativitas berada pada kategori cukup baik, sedangkan pada Siklus II seluruh kelompok mencapai kategori baik. Peningkatan ini terlihat dari kemampuan siswa dalam menyusun narasi sejarah yang jelas dan kronologis, menghasilkan ide orisinal, serta menghindari duplikasi antarkelompok. Temuan ini menunjukkan bahwa pembelajaran proyek berbasis TikTok merupakan strategi pedagogis yang efektif untuk menumbuhkan kreativitas dalam pembelajaran sejarah. Penelitian ini menjadi salah satu yang pertama mengintegrasikan platform media sosial populer TikTok dengan model project-based learning dalam konteks pembelajaran sejarah, menggeser pendekatan tradisional dari hafalan menuju produksi konten kreatif digital. Secara teoretis, penelitian ini memperkaya kajian tentang pedagogi digital dan pembelajaran kreatif dalam pendidikan sejarah. Secara praktis, penelitian ini menawarkan kerangka pembelajaran yang dapat direplikasi guru untuk meningkatkan kreativitas dan keterlibatan siswa melalui pemanfaatan media sosial secara edukatif.

FACTUM Jurnal Sejarah dan Pendidikan SejarahVol. 14(2)
Indonesia University of Education (ID)
Openalex Percentile: Top 68%
Educational Curriculum and Learning Methods
AI Navigator

Ask Laika to Summarize, Analyze, and Connect papers live on the map.

Summarize Papers & Methodologies

Extract key findings, datasets, and comparative methods across publications.

Benchmark Rankings & Visual Analytics

Rank top research institutions, authors, funders, topics, and journals by Field-Weighted Citation Impact (FWCI) and paper volume with instant charts.

Connect Distant Disciplines

Bridge topological clusters on the map to find hidden collaborative intersections.