Dekonstruksi Hegemoni Patriarkal dalam Perspektif Church in the Round Letty M. Russell

This article examines the integration of the Church in the Round paradigm developed by Letty M. Russell as a transformative strategy for building a gender-just, participatory, and contextual church. The background to this paper is based on the fact that church structures and practices are still dominated by patriarchal hegemony that limits women's roles. The main question posed is: how can the Church in the Round approach be integrated into church practices as a form of deconstruction of patriarchal structures and as a more just and participatory ecclesiological proposition? This research uses a qualitative approach through a literature review of Letty M. Russell's work and contextual reflection on church practices. The results indicate that Church in the Round offers a church framework built on mutuality, radical hospitality, and liberating faith education. Practically, this paradigm can be implemented in the development of inclusive church structures, participatory liturgy, and collaborative leadership to create a faith community that reflects justice, equality, and love in the light of the Gospel.Keywords: Patriarchal, Feminist, Transformative, Church, Gender, Equality Abstrak: Artikel ini mengsintesiskan paradigma Church in the Round yang dikembangkan oleh Letty M. Russell sebagai strategi transformatif membangun gereja yang adil gender, partisipatif, dan kontekstual dalam konteks Indonesia. Latar belakang penulisan didasarkan pada kenyataan bahwa struktur dan praksis gereja masih didominasi oleh hegemoni patriarkal yang membatasi peran perempuan. Pertanyaan utama yang diajukan adalah: bagaimana pendekatan Church in the Round dapat diintegrasikan dalam praksis gereja sebagai bentuk dekonstruksi terhadap struktur patriarkal serta sebagai tawaran eklesiologis yang lebih adil dan partisipatif? Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi pustaka terhadap karya Letty M. Russell, serta refleksi kontekstual terhadap praktik gerejawi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Church in the Round menawarkan kerangka gereja yang dibangun atas dasar kesalingan, hospitalitas radikal, dan pendidikan iman yang membebaskan. Secara praktis, paradigma ini dapat diimplementasikan dalam pengembangan struktur gereja yang inklusif, liturgi yang partisipatif, dan kepemimpinan kolaboratif demi mewujudkan komunitas iman yang mencerminkan keadilan, kesetaraan, dan kasih dalam terang Injil.Kata kunci: Patriarkal, Feminis, Transformatif, Gereja, Gender, Kesetaraan

Authors

Institutions

Publication Details

Journal
KHAMISYIM Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani
Published
2025-10-16
DOI
https://doi.org/10.71415/jkmy.v3i1.61
Primary Topic
Marriage and Family Dynamics
Type
article
Field-Weighted Citation Impact
0.00
Controls
|||
ALL TIME
JAN
FEB
MAR
APR
MAY
JUN
JUL
AUG
SEP
OCT
article

Dekonstruksi Hegemoni Patriarkal dalam Perspektif Church in the Round Letty M. Russell

Jefry F. Kalalo, Mutiara Zhara Lendombela
KHAMISYIM Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani
Marriage and Family Dynamics
article

Dekonstruksi Hegemoni Patriarkal dalam Perspektif Church in the Round Letty M. Russell

Jefry F. Kalalo, Mutiara Zhara Lendombela
article en

Abstract

This article examines the integration of the Church in the Round paradigm developed by Letty M. Russell as a transformative strategy for building a gender-just, participatory, and contextual church. The background to this paper is based on the fact that church structures and practices are still dominated by patriarchal hegemony that limits women's roles. The main question posed is: how can the Church in the Round approach be integrated into church practices as a form of deconstruction of patriarchal structures and as a more just and participatory ecclesiological proposition? This research uses a qualitative approach through a literature review of Letty M. Russell's work and contextual reflection on church practices. The results indicate that Church in the Round offers a church framework built on mutuality, radical hospitality, and liberating faith education. Practically, this paradigm can be implemented in the development of inclusive church structures, participatory liturgy, and collaborative leadership to create a faith community that reflects justice, equality, and love in the light of the Gospel.Keywords: Patriarchal, Feminist, Transformative, Church, Gender, Equality Abstrak: Artikel ini mengsintesiskan paradigma Church in the Round yang dikembangkan oleh Letty M. Russell sebagai strategi transformatif membangun gereja yang adil gender, partisipatif, dan kontekstual dalam konteks Indonesia. Latar belakang penulisan didasarkan pada kenyataan bahwa struktur dan praksis gereja masih didominasi oleh hegemoni patriarkal yang membatasi peran perempuan. Pertanyaan utama yang diajukan adalah: bagaimana pendekatan Church in the Round dapat diintegrasikan dalam praksis gereja sebagai bentuk dekonstruksi terhadap struktur patriarkal serta sebagai tawaran eklesiologis yang lebih adil dan partisipatif? Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi pustaka terhadap karya Letty M. Russell, serta refleksi kontekstual terhadap praktik gerejawi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Church in the Round menawarkan kerangka gereja yang dibangun atas dasar kesalingan, hospitalitas radikal, dan pendidikan iman yang membebaskan. Secara praktis, paradigma ini dapat diimplementasikan dalam pengembangan struktur gereja yang inklusif, liturgi yang partisipatif, dan kepemimpinan kolaboratif demi mewujudkan komunitas iman yang mencerminkan keadilan, kesetaraan, dan kasih dalam terang Injil.Kata kunci: Patriarkal, Feminis, Transformatif, Gereja, Gender, Kesetaraan

KHAMISYIM Jurnal Teologi dan Pendidikan KristianiVol. 3(1)
Universitas Kristen Indonesia Tomohon (ID)
Openalex Percentile: Top 61%
Marriage and Family Dynamics
AI Navigator

Ask Laika to Summarize, Analyze, and Connect papers live on the map.

Summarize Papers & Methodologies

Extract key findings, datasets, and comparative methods across publications.

Benchmark Rankings & Visual Analytics

Rank top research institutions, authors, funders, topics, and journals by Field-Weighted Citation Impact (FWCI) and paper volume with instant charts.

Connect Distant Disciplines

Bridge topological clusters on the map to find hidden collaborative intersections.