PENGEMBANGAN LAHAN PERUMAHAN KECAMATAN TELUK AMBON BERDASARKAN DAYA DUKUNG

This research is motivated by the increasing pressures of development and population growth in Teluk Ambon District, which pose challenges to sustainable settlement planning. The gap between the vast potential land area and the legal issues and uneven distribution necessitates a comprehensive regional capacity analysis. Therefore, this research focuses on analyzing the carrying capacity and carrying capacity of residential land and formulating sustainable development scenarios until 2044. This research uses a descriptive quantitative approach with overlay and scoring methods for carrying capacity analysis, and population projections for carrying capacity analysis. The results show that although the designated residential land area reaches 1,614.08 ha, only 343.45 ha is legally designated and ready for development. Population projections indicate that although the area has an overall surplus, some sub-districts experience a carrying capacity deficit. Of the three scenarios formulated, Scenario II (50% landed houses and 50% flats) is considered the most balanced. It is concluded that housing development in Teluk Ambon District requires an integrative, scenario-based approach that balances land efficiency with community preferences to ensure sustainability. ABSTRAKPenelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya tekanan pembangunan dan pertumbuhan penduduk di Kecamatan Teluk Ambon, yang menimbulkan tantangan dalam perencanaan permukiman berkelanjutan. Adanya kesenjangan antara potensi lahan yang luas dengan permasalahan legalitas dan distribusi yang tidak merata mendorong perlunya analisis kapasitas wilayah secara komprehensif. Oleh karena itu, penelitian ini berfokus untuk menganalisis daya dukung dan daya tampung lahan perumahan serta merumuskan skenario pengembangan yang berkelanjutan hingga tahun 2044. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan metode overlay dan skoring untuk analisis daya dukung, serta proyeksi penduduk untuk analisis daya tampung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun peruntukan lahan perumahan mencapai 1.614,08 ha, hanya 343,45 ha yang berstatus legal dan siap dikembangkan. Proyeksi penduduk mengindikasikan bahwa meskipun secara keseluruhan wilayah ini surplus, beberapa kelurahan mengalami defisit daya tampung. Dari tiga skenario yang dirumuskan, Skenario II (50% rumah tapak dan 50% rumah susun) dinilai paling seimbang. Disimpulkan bahwa pengembangan perumahan di Kecamatan Teluk Ambon memerlukan pendekatan integratif berbasis skenario yang menyeimbangkan efisiensi lahan dengan preferensi masyarakat untuk menjamin keberlanjutan.

Authors

Institutions

Publication Details

Journal
CENDEKIA Jurnal Ilmu Pengetahuan
Published
2025-10-15
DOI
https://doi.org/10.51878/cendekia.v5i4.7151
Primary Topic
Agriculture and Agroindustry Studies
Type
article
Field-Weighted Citation Impact
0.00
Controls
|||
ALL TIME
JAN
FEB
MAR
APR
MAY
JUN
JUL
AUG
SEP
OCT
article

PENGEMBANGAN LAHAN PERUMAHAN KECAMATAN TELUK AMBON BERDASARKAN DAYA DUKUNG

Wa Ode Sitti Jurianti Aswad, Ariel Frando Kiriwenno, Pieter Thomas Berhitu
CENDEKIA Jurnal Ilmu Pengetahuan
Agriculture and Agroindustry Studies
article

PENGEMBANGAN LAHAN PERUMAHAN KECAMATAN TELUK AMBON BERDASARKAN DAYA DUKUNG

Wa Ode Sitti Jurianti Aswad, Ariel Frando Kiriwenno, Pieter Thomas Berhitu
article en

Abstract

This research is motivated by the increasing pressures of development and population growth in Teluk Ambon District, which pose challenges to sustainable settlement planning. The gap between the vast potential land area and the legal issues and uneven distribution necessitates a comprehensive regional capacity analysis. Therefore, this research focuses on analyzing the carrying capacity and carrying capacity of residential land and formulating sustainable development scenarios until 2044. This research uses a descriptive quantitative approach with overlay and scoring methods for carrying capacity analysis, and population projections for carrying capacity analysis. The results show that although the designated residential land area reaches 1,614.08 ha, only 343.45 ha is legally designated and ready for development. Population projections indicate that although the area has an overall surplus, some sub-districts experience a carrying capacity deficit. Of the three scenarios formulated, Scenario II (50% landed houses and 50% flats) is considered the most balanced. It is concluded that housing development in Teluk Ambon District requires an integrative, scenario-based approach that balances land efficiency with community preferences to ensure sustainability. ABSTRAKPenelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya tekanan pembangunan dan pertumbuhan penduduk di Kecamatan Teluk Ambon, yang menimbulkan tantangan dalam perencanaan permukiman berkelanjutan. Adanya kesenjangan antara potensi lahan yang luas dengan permasalahan legalitas dan distribusi yang tidak merata mendorong perlunya analisis kapasitas wilayah secara komprehensif. Oleh karena itu, penelitian ini berfokus untuk menganalisis daya dukung dan daya tampung lahan perumahan serta merumuskan skenario pengembangan yang berkelanjutan hingga tahun 2044. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan metode overlay dan skoring untuk analisis daya dukung, serta proyeksi penduduk untuk analisis daya tampung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun peruntukan lahan perumahan mencapai 1.614,08 ha, hanya 343,45 ha yang berstatus legal dan siap dikembangkan. Proyeksi penduduk mengindikasikan bahwa meskipun secara keseluruhan wilayah ini surplus, beberapa kelurahan mengalami defisit daya tampung. Dari tiga skenario yang dirumuskan, Skenario II (50% rumah tapak dan 50% rumah susun) dinilai paling seimbang. Disimpulkan bahwa pengembangan perumahan di Kecamatan Teluk Ambon memerlukan pendekatan integratif berbasis skenario yang menyeimbangkan efisiensi lahan dengan preferensi masyarakat untuk menjamin keberlanjutan.

CENDEKIA Jurnal Ilmu PengetahuanVol. 5(4)
University of Pattimura (ID)
Openalex Percentile: Top 56%
Agriculture and Agroindustry Studies
AI Navigator

Ask Laika to Summarize, Analyze, and Connect papers live on the map.

Summarize Papers & Methodologies

Extract key findings, datasets, and comparative methods across publications.

Benchmark Rankings & Visual Analytics

Rank top research institutions, authors, funders, topics, and journals by Field-Weighted Citation Impact (FWCI) and paper volume with instant charts.

Connect Distant Disciplines

Bridge topological clusters on the map to find hidden collaborative intersections.