<b>The Janissary Army during the Reign of </b><b>Sultan Mahmud II of Ottoman Turkey, </b><b>1808-1826</b><b> </b>

Abstract: The Janissary Army was originally a key part of the Ottoman Turkish military and helped conquer parts of Asia and Europe. Over time, however, its members began to work in politics, business, and other areas, losing their military character. Because of this drop in numbers, Sultan Mahmud II disbanded the corps on June 15, 1826. This study seeks to investigate: This research aims to examine the origins, transformation, decline, and dissolution of the Janissary Force, as well as the consequences of its disbandment, through historical research encompassing topic selection, heuristic resource collection, source criticism, chronological interpretation, and historiography. The findings indicate that the Janissary Army, formed through the devshirme system, evolved from a military corps into a powerful socio-political force whose resistance to reform led to Sultan Mahmud II’s decisive dissolution of the corps, marking the beginning of Ottoman modernization. Mahmud II created the Mansur Army, which was trained in the European way. This was a big step toward military reform and centralization. Abstrak: Tentara Janissari pada awalnya merupakan bagian penting dari militer Turki Utsmani dan berperan dalam menaklukkan berbagai wilayah di Asia dan Eropa. Namun, seiring waktu, anggotanya mulai terlibat dalam politik, bisnis, dan bidang lain sehingga kehilangan karakter militernya. Karena penurunan peran tersebut, Sultan Mahmud II membubarkan pasukan ini pada 15 Juni 1826. Penelitian ini bertujuan menelaah asal-usul, transformasi, kemunduran, dan pembubaran Janissari, serta konsekuensi dari pembubarannya melalui metode penelitian sejarah yang mencakup pemilihan topik, pengumpulan sumber heuristik, kritik sumber, interpretasi kronologis, dan historiografi. Temuan menunjukkan bahwa Tentara Janissari, yang dibentuk melalui sistem devshirme, berkembang dari korps militer menjadi kekuatan sosial-politik yang besar, tetapi penolakannya terhadap reformasi mendorong Sultan Mahmud II untuk secara tegas membubarkannya, yang kemudian menandai awal modernisasi Utsmani. Mahmud II mendirikan Tentara Mansur yang dilatih dengan cara Eropa, sebuah langkah penting menuju reformasi militer dan sentralisasi kekuasaan.

Authors

Institutions

Publication Details

Journal
Paramita Historical Studies Journal
Published
2025-10-09
DOI
https://doi.org/10.15294/paramita.v35i2.12309
Primary Topic
Ottoman and Turkish Studies
Type
article
Field-Weighted Citation Impact
0.00
Controls
|||
ALL TIME
JAN
FEB
MAR
APR
MAY
JUN
JUL
AUG
SEP
OCT
article

The Janissary Army during the Reign of Sultan Mahmud II of Ottoman Turkey, 1808-1826 

Rudi Setiawan, Aman Aman, Dona Syah Azizah, Rabaah binti Abdullah
Paramita Historical Studies Journal
Ottoman and Turkish Studies
article

The Janissary Army during the Reign of Sultan Mahmud II of Ottoman Turkey, 1808-1826 

Rudi Setiawan, Aman Aman, Dona Syah Azizah, Rabaah binti Abdullah
article en

Abstract

Abstract: The Janissary Army was originally a key part of the Ottoman Turkish military and helped conquer parts of Asia and Europe. Over time, however, its members began to work in politics, business, and other areas, losing their military character. Because of this drop in numbers, Sultan Mahmud II disbanded the corps on June 15, 1826. This study seeks to investigate: This research aims to examine the origins, transformation, decline, and dissolution of the Janissary Force, as well as the consequences of its disbandment, through historical research encompassing topic selection, heuristic resource collection, source criticism, chronological interpretation, and historiography. The findings indicate that the Janissary Army, formed through the devshirme system, evolved from a military corps into a powerful socio-political force whose resistance to reform led to Sultan Mahmud II’s decisive dissolution of the corps, marking the beginning of Ottoman modernization. Mahmud II created the Mansur Army, which was trained in the European way. This was a big step toward military reform and centralization. Abstrak: Tentara Janissari pada awalnya merupakan bagian penting dari militer Turki Utsmani dan berperan dalam menaklukkan berbagai wilayah di Asia dan Eropa. Namun, seiring waktu, anggotanya mulai terlibat dalam politik, bisnis, dan bidang lain sehingga kehilangan karakter militernya. Karena penurunan peran tersebut, Sultan Mahmud II membubarkan pasukan ini pada 15 Juni 1826. Penelitian ini bertujuan menelaah asal-usul, transformasi, kemunduran, dan pembubaran Janissari, serta konsekuensi dari pembubarannya melalui metode penelitian sejarah yang mencakup pemilihan topik, pengumpulan sumber heuristik, kritik sumber, interpretasi kronologis, dan historiografi. Temuan menunjukkan bahwa Tentara Janissari, yang dibentuk melalui sistem devshirme, berkembang dari korps militer menjadi kekuatan sosial-politik yang besar, tetapi penolakannya terhadap reformasi mendorong Sultan Mahmud II untuk secara tegas membubarkannya, yang kemudian menandai awal modernisasi Utsmani. Mahmud II mendirikan Tentara Mansur yang dilatih dengan cara Eropa, sebuah langkah penting menuju reformasi militer dan sentralisasi kekuasaan.

Paramita Historical Studies JournalVol. 35(2)
Yogyakarta State University (ID), Sultan Idris Education University (MY)
Openalex Percentile: Top 76%
Ottoman and Turkish Studies
AI Navigator

Ask Laika to Summarize, Analyze, and Connect papers live on the map.

Summarize Papers & Methodologies

Extract key findings, datasets, and comparative methods across publications.

Benchmark Rankings & Visual Analytics

Rank top research institutions, authors, funders, topics, and journals by Field-Weighted Citation Impact (FWCI) and paper volume with instant charts.

Connect Distant Disciplines

Bridge topological clusters on the map to find hidden collaborative intersections.