DISEMINASI TEMUAN DAN REKOMENDASI PENATAAN AKTIVITAS PENDUKUNG DAN JALUR PEDESTRIAN DI SUB KAWASAN HARMONI

The construction of Jakarta's Mass Rapid Transit (MRT) Phase 2A, designated as a National Strategic Project, has had a significant impact on the urban dynamics of the areas it traverses, including the Harmoni area. This area, rich in historical and cultural value, is undergoing rapid transformation driven by urbanization and infrastructure development. However, unlike areas along the MRT Phase 1 corridor, Harmoni has not yet been equipped with an Urban Design Guideline (Panduan Rancang Kota/PRK). The absence of this document risks the degradation of the area’s character and a lack of spatial function integration. This Community Service (PKM) activity aims to provide initial spatial planning recommendations to support the preparation of the PRK by the Jakarta Provincial Office of Human Settlements, Spatial Planning, and Land Affairs (DCKTRP) as the institutional partner. The study focuses on two key urban space components: supporting activities and pedestrian pathways. Data were collected through interviews and focus group discussions (FGDs), followed by a SWOT analysis to identify the area’s strengths, weaknesses, opportunities, and threats. Findings reveal that while Harmoni holds significant cultural and connectivity potential, issues persist in the form of inadequate pedestrian infrastructure, disorganized street vendors (PKL), and a lack of proper public spaces. Planning recommendations focus on improving pedestrian elements and managing supporting activities to realize an inclusive, contextual, and sustainable urban environment. ABSTRAK Pembangunan Moda Raya Terpadu (MRT) Jakarta Fase 2A yang termasuk dalam Proyek Strategis Nasional memberikan dampak signifikan terhadap dinamika kawasan yang dilaluinya, salah satunya adalah kawasan Harmoni. Kawasan ini, yang memiliki nilai historis dan kultural tinggi, mengalami percepatan perubahan akibat urbanisasi dan pengembangan infrastruktur, namun belum dilengkapi dengan dokumen Panduan Rancang Kota (PRK) sebagaimana yang telah dimiliki oleh kawasan di koridor MRT Fase 1. Ketiadaan dokumen ini berpotensi menyebabkan degradasi karakter kawasan serta ketidakterpaduan dalam pengembangan fungsi ruang. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan memberikan rekomendasi awal penataan kawasan yang dapat digunakan sebagai masukan dalam penyusunan PRK oleh Dinas Cipta Karya, Tata Ruang, dan Pertanahan (DCKTRP) DKI Jakarta selaku mitra. Fokus komponen ruang kota pada aktivitas pendukung dan jalur pedestrian. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah pengumpulan data melalui wawancara dan diskusi kelompok terarah, serta analisis SWOT untuk mengidentifikasi kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman kawasan Harmoni. Hasil analisis menunjukkan bahwa meskipun kawasan ini memiliki potensi besar dari aspek kultural dan konektivitas, terdapat sejumlah permasalahan pada infrastruktur pedestrian, keberadaan pedagang kaki lima (PKL) yang tidak tertata, serta kurangnya fasilitas ruang publik yang layak. Rekomendasi penataan diarahkan pada perbaikan elemen pedestrian dan pengelolaan aktivitas pendukung guna mewujudkan kawasan yang inklusif, kontekstual, dan berkelanjutan.

Authors

Institutions

Publication Details

Journal
Jurnal Serina Abdimas
Published
2025-06-30
DOI
https://doi.org/10.24912/jsa.v3i2.35119
Primary Topic
Urban Transport Systems Analysis
Type
article
Field-Weighted Citation Impact
0.00
Controls
|||
ALL TIME
JAN
FEB
MAR
APR
MAY
JUN
JUL
AUG
SEP
OCT
article

DISEMINASI TEMUAN DAN REKOMENDASI PENATAAN AKTIVITAS PENDUKUNG DAN JALUR PEDESTRIAN DI SUB KAWASAN HARMONI

Mekar Sari Suteja, Priscilla Epifania Ariaji, Jason Christian Adam, Andrea Devananda Sukasna et al.
Jurnal Serina Abdimas
Urban Transport Systems Analysis
article

DISEMINASI TEMUAN DAN REKOMENDASI PENATAAN AKTIVITAS PENDUKUNG DAN JALUR PEDESTRIAN DI SUB KAWASAN HARMONI

Mekar Sari Suteja, Priscilla Epifania Ariaji, Jason Christian Adam, Andrea Devananda Sukasna, Janita Prillia Wijaya
article en

Abstract

The construction of Jakarta's Mass Rapid Transit (MRT) Phase 2A, designated as a National Strategic Project, has had a significant impact on the urban dynamics of the areas it traverses, including the Harmoni area. This area, rich in historical and cultural value, is undergoing rapid transformation driven by urbanization and infrastructure development. However, unlike areas along the MRT Phase 1 corridor, Harmoni has not yet been equipped with an Urban Design Guideline (Panduan Rancang Kota/PRK). The absence of this document risks the degradation of the area’s character and a lack of spatial function integration. This Community Service (PKM) activity aims to provide initial spatial planning recommendations to support the preparation of the PRK by the Jakarta Provincial Office of Human Settlements, Spatial Planning, and Land Affairs (DCKTRP) as the institutional partner. The study focuses on two key urban space components: supporting activities and pedestrian pathways. Data were collected through interviews and focus group discussions (FGDs), followed by a SWOT analysis to identify the area’s strengths, weaknesses, opportunities, and threats. Findings reveal that while Harmoni holds significant cultural and connectivity potential, issues persist in the form of inadequate pedestrian infrastructure, disorganized street vendors (PKL), and a lack of proper public spaces. Planning recommendations focus on improving pedestrian elements and managing supporting activities to realize an inclusive, contextual, and sustainable urban environment. ABSTRAK Pembangunan Moda Raya Terpadu (MRT) Jakarta Fase 2A yang termasuk dalam Proyek Strategis Nasional memberikan dampak signifikan terhadap dinamika kawasan yang dilaluinya, salah satunya adalah kawasan Harmoni. Kawasan ini, yang memiliki nilai historis dan kultural tinggi, mengalami percepatan perubahan akibat urbanisasi dan pengembangan infrastruktur, namun belum dilengkapi dengan dokumen Panduan Rancang Kota (PRK) sebagaimana yang telah dimiliki oleh kawasan di koridor MRT Fase 1. Ketiadaan dokumen ini berpotensi menyebabkan degradasi karakter kawasan serta ketidakterpaduan dalam pengembangan fungsi ruang. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan memberikan rekomendasi awal penataan kawasan yang dapat digunakan sebagai masukan dalam penyusunan PRK oleh Dinas Cipta Karya, Tata Ruang, dan Pertanahan (DCKTRP) DKI Jakarta selaku mitra. Fokus komponen ruang kota pada aktivitas pendukung dan jalur pedestrian. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah pengumpulan data melalui wawancara dan diskusi kelompok terarah, serta analisis SWOT untuk mengidentifikasi kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman kawasan Harmoni. Hasil analisis menunjukkan bahwa meskipun kawasan ini memiliki potensi besar dari aspek kultural dan konektivitas, terdapat sejumlah permasalahan pada infrastruktur pedestrian, keberadaan pedagang kaki lima (PKL) yang tidak tertata, serta kurangnya fasilitas ruang publik yang layak. Rekomendasi penataan diarahkan pada perbaikan elemen pedestrian dan pengelolaan aktivitas pendukung guna mewujudkan kawasan yang inklusif, kontekstual, dan berkelanjutan.

Jurnal Serina AbdimasVol. 3(2)
Tarumanagara University (ID)
Openalex Percentile: Top 69%
Urban Transport Systems Analysis
AI Navigator

Ask Laika to Summarize, Analyze, and Connect papers live on the map.

Summarize Papers & Methodologies

Extract key findings, datasets, and comparative methods across publications.

Benchmark Rankings & Visual Analytics

Rank top research institutions, authors, funders, topics, and journals by Field-Weighted Citation Impact (FWCI) and paper volume with instant charts.

Connect Distant Disciplines

Bridge topological clusters on the map to find hidden collaborative intersections.