Job Boredom and Cyberloafing Behavior: The Dynamics of Generation Z in the Digital Workplace

Job boredom is one of the negative psychological conditions that can result from monotonous and less challenging work, especially among Gen Z. The purpose of this study is to determine the correlation between job boredom and cyberloafing behavior among Gen Z employees. This research uses a quantitative approach with a correlational analysis method. The subjects of this study were 101 Gen Z employees with 29 males and 72 females selected using purposive sampling technique. Data collection was conducted using a questionnaire consisting of Work Boredom Scale (Eid, 2018) and Employee's Workplace Cyberloafing Scale (EWCS) (Nurtjahjanti et al., 2024). Data analysis was performed using Spearman's Rho correlation using SPSS 26 software. The results showed a positive relationship between work boredom and cyberloafing behavior with a value of ρ = 0,252 and p = 0,011, R2 of 0,085 which indicates that the work boredom variable has a contribution of 8.5% to the cyberloafing behavior variable. The need for companies or organizations to reduce work boredom by increasing job variety, job identity clarity, job meaningfulness, autonomy, and also by providing constructive feedback.Kebosanan kerja merupakan salah satu kondisi psikologis negatif yang dapat muncul akibat pekerjaan yang monoton dan kurang menantang, terutama pada generasi Z. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui korelasi kebosanan kerja terhadap perilaku cyberloafing pada karyawan Gen Z. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode analisis korelasional. Subjek penelitian ini adalah 101 karyawan Gen Z dengan 29 laki-laki dan 72 perempuan yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner yang terdiri dari Skala Kebosanan Kerja (Eid, 2018) dan Employee’s Workplace Cyberloafing Scale (EWCS) (Nurtjahjanti et al., 2024). Analisis data menggunakan korelasi Spearman’s Rho dengan bantuan software SPSS 26. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan positif antara kebosanan kerja dengan perilaku cyberloafing dengan nilai ρ = 0,252 dan p = 0,011, R2 sebesar 0,085 yang menunjukkan bahwa variabel kebosanan kerja memiliki kontribusi 8,5% terhadap variabel perilaku cyberloafing. Perlunya perusahaan atau organisasi untuk mengurangi kebosanan kerja melalui peningkatan variasi pekerjaan, kejelasan identitas pekerjaan, kebermaknaan pekerjaan, otonomi, dan juga pemberian umpan balik yang konstruktif.

Authors

Institutions

Publication Details

Journal
Psikostudia Jurnal Psikologi
Published
2025-10-02
DOI
https://doi.org/10.30872/psikostudia.v14i4.21028
Primary Topic
Cyberloafing and Workplace Behavior
Type
article
Field-Weighted Citation Impact
0.00
Controls
|||
ALL TIME
JAN
FEB
MAR
APR
MAY
JUN
JUL
AUG
SEP
OCT
article

Job Boredom and Cyberloafing Behavior: The Dynamics of Generation Z in the Digital Workplace

Dewi Soerna Anggraeni, Reny Yuniasanti, Fatimah Zahro
Psikostudia Jurnal Psikologi
Cyberloafing and Workplace Behavior
article

Job Boredom and Cyberloafing Behavior: The Dynamics of Generation Z in the Digital Workplace

Dewi Soerna Anggraeni, Reny Yuniasanti, Fatimah Zahro
article en

Abstract

Job boredom is one of the negative psychological conditions that can result from monotonous and less challenging work, especially among Gen Z. The purpose of this study is to determine the correlation between job boredom and cyberloafing behavior among Gen Z employees. This research uses a quantitative approach with a correlational analysis method. The subjects of this study were 101 Gen Z employees with 29 males and 72 females selected using purposive sampling technique. Data collection was conducted using a questionnaire consisting of Work Boredom Scale (Eid, 2018) and Employee's Workplace Cyberloafing Scale (EWCS) (Nurtjahjanti et al., 2024). Data analysis was performed using Spearman's Rho correlation using SPSS 26 software. The results showed a positive relationship between work boredom and cyberloafing behavior with a value of ρ = 0,252 and p = 0,011, R2 of 0,085 which indicates that the work boredom variable has a contribution of 8.5% to the cyberloafing behavior variable. The need for companies or organizations to reduce work boredom by increasing job variety, job identity clarity, job meaningfulness, autonomy, and also by providing constructive feedback.Kebosanan kerja merupakan salah satu kondisi psikologis negatif yang dapat muncul akibat pekerjaan yang monoton dan kurang menantang, terutama pada generasi Z. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui korelasi kebosanan kerja terhadap perilaku cyberloafing pada karyawan Gen Z. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode analisis korelasional. Subjek penelitian ini adalah 101 karyawan Gen Z dengan 29 laki-laki dan 72 perempuan yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner yang terdiri dari Skala Kebosanan Kerja (Eid, 2018) dan Employee’s Workplace Cyberloafing Scale (EWCS) (Nurtjahjanti et al., 2024). Analisis data menggunakan korelasi Spearman’s Rho dengan bantuan software SPSS 26. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan positif antara kebosanan kerja dengan perilaku cyberloafing dengan nilai ρ = 0,252 dan p = 0,011, R2 sebesar 0,085 yang menunjukkan bahwa variabel kebosanan kerja memiliki kontribusi 8,5% terhadap variabel perilaku cyberloafing. Perlunya perusahaan atau organisasi untuk mengurangi kebosanan kerja melalui peningkatan variasi pekerjaan, kejelasan identitas pekerjaan, kebermaknaan pekerjaan, otonomi, dan juga pemberian umpan balik yang konstruktif.

Psikostudia Jurnal PsikologiVol. 14(4)
Universitas Mercu Buana Yogyakarta (ID)
Openalex Percentile: Top 49%
Cyberloafing and Workplace Behavior
AI Navigator

Ask Laika to Summarize, Analyze, and Connect papers live on the map.

Summarize Papers & Methodologies

Extract key findings, datasets, and comparative methods across publications.

Benchmark Rankings & Visual Analytics

Rank top research institutions, authors, funders, topics, and journals by Field-Weighted Citation Impact (FWCI) and paper volume with instant charts.

Connect Distant Disciplines

Bridge topological clusters on the map to find hidden collaborative intersections.