Factors associated with the incidence of central obesity in the population aged 36-45 years in the working area of the Tanjung Puri Health Center
In 2023, the prevalence of central obesity among individuals aged 36-45 years increased by 176 cases in the Tanjung Puri Puskesmas work area. This study aims to identify the factors associated with the incidence of central obesity in the population aged 36-45 years in the Puskesmas Tanjung Puri work area in 2024. The study employed a cross-sectional research design. A total of 165 participants were selected using a simple random sampling technique. Statistical analysis was performed using the chi-square test with a 95% confidence level. The results indicated a significant association between gender (p-value = 0.008), knowledge (p-value = 0.018), and physical activity (p-value = 0.040) with the incidence of central obesity. Given the government's ongoing efforts, it is recommended to expand public health interventions by increasing educational campaigns on nutrition, physical activity, and healthy lifestyles. Additionally, expanding access to routine health screenings, including waist circumference measurements, for early detection of obesity, particularly among high-risk populations such as women, certain age groups, and married individuals, is essential. Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Obesitas Sentral Pada Penduduk Usia 36-45 Tahun Di Wilayah Kerja Puskesmas Tanjung Puri Pada tahun 2023, prevalensi obesitas sentral di antara individu yang berusia 36-45 tahun meningkat sebanyak 176 kasus di wilayah kerja Puskesmas Tanjung Puri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian obesitas sentral pada populasi usia 36-45 tahun di wilayah kerja Puskesmas Tanjung Puri pada tahun 2024. Penelitian ini menggunakan desain penelitian potong lintang. Sampel penelitian terdiri dari 165 responden yang dipilih menggunakan teknik pengambilan sampel acak sederhana. Analisis statistik menggunakan uji chi-square dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan antara jenis kelamin (nilai p = 0,008), pengetahuan (nilai p = 0,018), dan aktivitas fisik (nilai p = 0,040) dengan kejadian obesitas sentral. Disarankan pemerintah untuk memperluas intervensi kesehatan masyarakat dengan meningkatkan kampanye edukasi tentang gizi, aktivitas fisik, dan gaya hidup sehat. Selain itu, memperbanyak akses skrining kesehatan rutin, termasuk pengukuran lingkar pinggang, untuk deteksi dini obesitas, terutama di kalangan populasi berisiko tinggi seperti wanita, usia tertentu, dan pasangan yang sudah menikah.
Authors
- Agus Samsudrajat S
- Eka Hariani
- Dian Indahwati Hapsari
- Vira Andina
Institutions
- Universitas Muhammadiyah Pontianak (ID)
Publication Details
- Journal
- Jurnal Kesmas (Kesehatan Masyarakat) Khatulistiwa
- Published
- 2025-06-15
- DOI
- https://doi.org/10.29406/jkmk.v12i2.7747
- Primary Topic
- Public Health and Nutrition
- Type
- article
- Field-Weighted Citation Impact
- 0.00