Analisis kategori wilayah tempat tinggal dengan status calon pengantin wanita terhadap risiko melahirkan anak stunting

Background: Stunting in Indonesia still has a high prevalence at 21.5% in 2023. Stunting is also caused by the mother's condition before marriage. Prospective brides still have low awareness about the importance of preventing stunting at a young age. Premarital health conditions can be influenced by various factors, including the type of ​​residence which may influence physical, social and economic environmental conditions. Purpose: To determine whether the regional category affects the status of prospective brides who run the risk of having children who are stunted. Method: A quantitative analytical study used a cross-sectional method and was conducted in June-July 2024 in Banyumas Regency, Central Java. The sampling technique used total sampling with a sample size of 3.399 respondents. The independent variables in this study were rural and urban areas of residence, while the dependent variable was stunting. Data analysis used univariate in the form of frequency distribution and bivariate using chi-square. Results: The chi-square test results showed a p-value of 0.216 (>0.050). This means that there is no significant relationship between rural and urban areas and the risk of stunting in prospective brides. Conclusion: The status of prospective brides by category puts them at risk of giving birth to stunted children, and this risk does not differ between rural and urban areas. Pre-marital and pregnancy education should be provided evenly across all regions, and assistance should be provided to prospective brides at risk to delay pregnancy until conditions are more ideal. Keywords: Premarital Health; Stunting; Town; Village. Pendahuluan: Stunting di Indonesia masih memiliki prevalensi yang tinggi, yaitu 21,5% pada tahun 2023. Stunting ikut dipengaruhi oleh kondisi ibu sejak sebelum menikah. Namun, calon pengantin wanita cenderung memiliki kesadaran yang rendah akan pentingnya pencegahan stunting sejak dini. Kondisi kesehatan pranikah dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk wilayah tempat tinggal yang memungkinkan adanya kondisi lingkungan fisik, sosial, dan ekonomi yang mempengaruhi. Tujuan: Untuk mengetahui apakah kategori wilayah tempat tinggal berhubungan dengan status calon pengantin wanita berisiko melahirkan anak stunting. Metode: Penelitian kuantitatif analitik menggunakan metode cross sectional, dilaksanakan pada bulan Juni-Juli 2024 di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling dengan jumlah sampel yang digunakan sebanyak 3399 responden. Variabel independen dalam penelitian ini adalah wilayah tempat tinggal perdesaan dan perkotaan, sedangkan variable dependen adalah stunting. Analisis data yang digunakan univariate dalam bentuk distribusi frekuensi dan bivariate menggunakan chi square. Hasil: Uji chi square menunjukkan p-value 0.216 (>0.050). Artinya, tidak terdapat hubungan yang signifikan antara wilayah perdesaan dan perkotaan dengan risiko stunting pada calon pengantin wanita Simpulan: Status calon pengantin wanita oleh kategori berisiko melahirkan anak stunting, dan risiko tersebut tidak berbeda antara wilayah perdesaan maupun perkotaan. Edukasi pranikah dan kehamilan secara merata di seluruh wilayah, serta pendampingan bagi calon pengantin berisiko untuk menunda kehamilan hingga kondisinya lebih ideal. Kata Kunci: Kesehatan Pranikah; Perdesaan; Perkotaan; Stunting.

Authors

Institutions

Publication Details

Journal
HOLISTIK JURNAL KESEHATAN
Published
2025-10-07
DOI
https://doi.org/10.33024/hjk.v19i7.969
Primary Topic
Public Health and Nutrition
Type
article
Field-Weighted Citation Impact
0.00
Controls
|||
ALL TIME
JAN
FEB
MAR
APR
MAY
JUN
JUL
AUG
SEP
OCT
article

Analisis kategori wilayah tempat tinggal dengan status calon pengantin wanita terhadap risiko melahirkan anak stunting

Dwi Sarwani Sri Rejeki, Siwi Pramatama Mars Wijayanti, Salsa Adi Aldila, Fauzia Annafiun Nisa et al.
HOLISTIK JURNAL KESEHATAN
Public Health and Nutrition
article

Analisis kategori wilayah tempat tinggal dengan status calon pengantin wanita terhadap risiko melahirkan anak stunting

Dwi Sarwani Sri Rejeki, Siwi Pramatama Mars Wijayanti, Salsa Adi Aldila, Fauzia Annafiun Nisa, Ananda Bela Yustisia
article en

Abstract

Background: Stunting in Indonesia still has a high prevalence at 21.5% in 2023. Stunting is also caused by the mother's condition before marriage. Prospective brides still have low awareness about the importance of preventing stunting at a young age. Premarital health conditions can be influenced by various factors, including the type of ​​residence which may influence physical, social and economic environmental conditions. Purpose: To determine whether the regional category affects the status of prospective brides who run the risk of having children who are stunted. Method: A quantitative analytical study used a cross-sectional method and was conducted in June-July 2024 in Banyumas Regency, Central Java. The sampling technique used total sampling with a sample size of 3.399 respondents. The independent variables in this study were rural and urban areas of residence, while the dependent variable was stunting. Data analysis used univariate in the form of frequency distribution and bivariate using chi-square. Results: The chi-square test results showed a p-value of 0.216 (>0.050). This means that there is no significant relationship between rural and urban areas and the risk of stunting in prospective brides. Conclusion: The status of prospective brides by category puts them at risk of giving birth to stunted children, and this risk does not differ between rural and urban areas. Pre-marital and pregnancy education should be provided evenly across all regions, and assistance should be provided to prospective brides at risk to delay pregnancy until conditions are more ideal. Keywords: Premarital Health; Stunting; Town; Village. Pendahuluan: Stunting di Indonesia masih memiliki prevalensi yang tinggi, yaitu 21,5% pada tahun 2023. Stunting ikut dipengaruhi oleh kondisi ibu sejak sebelum menikah. Namun, calon pengantin wanita cenderung memiliki kesadaran yang rendah akan pentingnya pencegahan stunting sejak dini. Kondisi kesehatan pranikah dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk wilayah tempat tinggal yang memungkinkan adanya kondisi lingkungan fisik, sosial, dan ekonomi yang mempengaruhi. Tujuan: Untuk mengetahui apakah kategori wilayah tempat tinggal berhubungan dengan status calon pengantin wanita berisiko melahirkan anak stunting. Metode: Penelitian kuantitatif analitik menggunakan metode cross sectional, dilaksanakan pada bulan Juni-Juli 2024 di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling dengan jumlah sampel yang digunakan sebanyak 3399 responden. Variabel independen dalam penelitian ini adalah wilayah tempat tinggal perdesaan dan perkotaan, sedangkan variable dependen adalah stunting. Analisis data yang digunakan univariate dalam bentuk distribusi frekuensi dan bivariate menggunakan chi square. Hasil: Uji chi square menunjukkan p-value 0.216 (>0.050). Artinya, tidak terdapat hubungan yang signifikan antara wilayah perdesaan dan perkotaan dengan risiko stunting pada calon pengantin wanita Simpulan: Status calon pengantin wanita oleh kategori berisiko melahirkan anak stunting, dan risiko tersebut tidak berbeda antara wilayah perdesaan maupun perkotaan. Edukasi pranikah dan kehamilan secara merata di seluruh wilayah, serta pendampingan bagi calon pengantin berisiko untuk menunda kehamilan hingga kondisinya lebih ideal. Kata Kunci: Kesehatan Pranikah; Perdesaan; Perkotaan; Stunting.

HOLISTIK JURNAL KESEHATANVol. 19(7)
Jenderal Soedirman University (ID)
Openalex Percentile: Top 59%
Public Health and Nutrition
AI Navigator

Ask Laika to Summarize, Analyze, and Connect papers live on the map.

Summarize Papers & Methodologies

Extract key findings, datasets, and comparative methods across publications.

Benchmark Rankings & Visual Analytics

Rank top research institutions, authors, funders, topics, and journals by Field-Weighted Citation Impact (FWCI) and paper volume with instant charts.

Connect Distant Disciplines

Bridge topological clusters on the map to find hidden collaborative intersections.