Peran Sukuk Sebagai Penguat APBN

Infrastructure development is a key pillar in driving inclusive and sustainable national economic growth. However, budget constraints and dependence on foreign debt require efficient financing innovation. This study aims to examine the government's policy in the 2023 State Budget (APBN) on the inclusion of sharia financing through sukuk instruments in strategic infrastructure development. This study uses a descriptive qualitative approach combined with public policy analysis methods based on secondary data from official documents and academic literature. The results of the analysis show that national sharia bonds, especially project-based sharia bonds (PBS), have made a significant contribution to financing national infrastructure projects, including financing environmentally friendly projects through green sharia bonds. The total sukuk outstanding reached IDR1,344.35 trillion in 2023, reflecting the strategic role of sukuk in supporting sustainable, efficient, and sharia-compliant financing. These results indicate that the inclusion of sukuk in the APBN not only expands public and investor participation, but also increases fiscal stability and supports the country's economic transformation. Keywords: Infrastructure; Sharia Financing; Sukuk; State Budget 2023. Abstrak Pembangunan infrastruktur merupakan pilar utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang inklusif dan berkelanjutan. Namun, keterbatasan anggaran dan ketergantungan pada utang luar negeri menuntut inovasi pembiayaan yang efisien. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kebijakan pemerintah dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2023 tentang penyertaan pembiayaan syariah melalui instrumen sukuk dalam pembangunan infrastruktur strategis. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif yang dipadukan dengan metode analisis kebijakan publik berdasarkan data sekunder dari dokumen resmi dan literatur akademis. Hasil analisis menunjukkan bahwa obligasi syariah nasional, khususnya obligasi syariah berbasis proyek (PBS), telah memberikan kontribusi yang signifikan terhadap pembiayaan proyek infrastruktur nasional, termasuk pembiayaan proyek ramah lingkungan melalui obligasi syariah hijau. Total sukuk yang beredar mencapai Rp1.344,35 triliun pada tahun 2023, mencerminkan peran strategis sukuk dalam mendukung pembiayaan yang berkelanjutan, efisien, dan sesuai dengan prinsip syariah. Hasil ini menunjukkan bahwa masuknya sukuk dalam APBN tidak hanya memperluas partisipasi publik dan investor, tetapi juga meningkatkan stabilitas fiskal dan mendukung transformasi ekonomi negara. Kata kunci: APBN 2023; Infrastruktur; Pembiayaan Syariah; Sukuk.

Authors

Institutions

Publication Details

Journal
Veteran Economics Management & Accounting Review
Published
2025-10-13
DOI
https://doi.org/10.59664/vemar.v4i1.12469
Primary Topic
Legal Studies and Policies
Type
article
Field-Weighted Citation Impact
0.00
Controls
|||
ALL TIME
JAN
FEB
MAR
APR
MAY
JUN
JUL
AUG
SEP
OCT
article

Peran Sukuk Sebagai Penguat APBN

Rizki Romadhoni Saputra, Fayza Azzahra, Syahna Nur Hafizhya
Veteran Economics Management & Accounting Review
Legal Studies and Policies
article

Peran Sukuk Sebagai Penguat APBN

Rizki Romadhoni Saputra, Fayza Azzahra, Syahna Nur Hafizhya
article en

Abstract

Infrastructure development is a key pillar in driving inclusive and sustainable national economic growth. However, budget constraints and dependence on foreign debt require efficient financing innovation. This study aims to examine the government's policy in the 2023 State Budget (APBN) on the inclusion of sharia financing through sukuk instruments in strategic infrastructure development. This study uses a descriptive qualitative approach combined with public policy analysis methods based on secondary data from official documents and academic literature. The results of the analysis show that national sharia bonds, especially project-based sharia bonds (PBS), have made a significant contribution to financing national infrastructure projects, including financing environmentally friendly projects through green sharia bonds. The total sukuk outstanding reached IDR1,344.35 trillion in 2023, reflecting the strategic role of sukuk in supporting sustainable, efficient, and sharia-compliant financing. These results indicate that the inclusion of sukuk in the APBN not only expands public and investor participation, but also increases fiscal stability and supports the country's economic transformation. Keywords: Infrastructure; Sharia Financing; Sukuk; State Budget 2023. Abstrak Pembangunan infrastruktur merupakan pilar utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang inklusif dan berkelanjutan. Namun, keterbatasan anggaran dan ketergantungan pada utang luar negeri menuntut inovasi pembiayaan yang efisien. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kebijakan pemerintah dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2023 tentang penyertaan pembiayaan syariah melalui instrumen sukuk dalam pembangunan infrastruktur strategis. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif yang dipadukan dengan metode analisis kebijakan publik berdasarkan data sekunder dari dokumen resmi dan literatur akademis. Hasil analisis menunjukkan bahwa obligasi syariah nasional, khususnya obligasi syariah berbasis proyek (PBS), telah memberikan kontribusi yang signifikan terhadap pembiayaan proyek infrastruktur nasional, termasuk pembiayaan proyek ramah lingkungan melalui obligasi syariah hijau. Total sukuk yang beredar mencapai Rp1.344,35 triliun pada tahun 2023, mencerminkan peran strategis sukuk dalam mendukung pembiayaan yang berkelanjutan, efisien, dan sesuai dengan prinsip syariah. Hasil ini menunjukkan bahwa masuknya sukuk dalam APBN tidak hanya memperluas partisipasi publik dan investor, tetapi juga meningkatkan stabilitas fiskal dan mendukung transformasi ekonomi negara. Kata kunci: APBN 2023; Infrastruktur; Pembiayaan Syariah; Sukuk.

Veteran Economics Management & Accounting ReviewVol. 4(1)
Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta (ID)
Openalex Percentile: Top 56%
Legal Studies and Policies
AI Navigator

Ask Laika to Summarize, Analyze, and Connect papers live on the map.

Summarize Papers & Methodologies

Extract key findings, datasets, and comparative methods across publications.

Benchmark Rankings & Visual Analytics

Rank top research institutions, authors, funders, topics, and journals by Field-Weighted Citation Impact (FWCI) and paper volume with instant charts.

Connect Distant Disciplines

Bridge topological clusters on the map to find hidden collaborative intersections.