INDEPENDENT CURRICULUM IN PAULO FREIRE’S THINKING IN PRIMARY SCHOOL LEARNING

The study aims to discuss, understand, and seek information on the independent curriculum in Paulo Freire's thinking of education philosophy. The method used in this study is library research. Data collection by obtaining resources and building from such sources as existing books, journals, and research. The results and study discussions on the free curriculum in Paulo Freire's thinking should allow the student or student in his education to feel free or free thought, especially the freedom to speak out. The concept of education came as a criticism of the culture that existed at the time: the silent culture. Based on the liberation education he gave us has in common with the free learning curriculum that we are starting now, which gives freedom to participants in his learning activities. The free learning curriculum gives learners freedom in their learning activities. This activity is like that of Paulo Freire in liberation education, where students set themselves free to speak up. Penelitian ini bertujuan untuk mendiskusikan, memahami, dan mencari informasi, serta membahas mengenai kurikulum merdeka dalam pemikiran Paulo Freire pada Filsafat Pendidikan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kepustakaan (library research). Pengumpulan data dengan mencari sumber dan membangun dari berbagai sumber seperti buku, jurnal, dan riset yang sudah ada. Hasil dan pembahasan penelitian mengenai kurikulum merdeka dalam pemikiran Paulo Freire yaitu pendidikan yang ada harusnya dapat membuat pelajar atau peserta didiknya merasakan kebebasan baik kebebasan berpikir terutama kebebasan untuk bersuara untuk mengeluarkan pendapatnya. Konsep pendidikan ini hadir sebagai sebuah kritik terhadap kebudayaan yang ada pada saat itu yaitu, kebudayaan bisu. Berdasarkan pendidikan pembebasan yang dipaparkan olehnya, memiliki kesamaan pada kurikulum merdeka belajar yang sedang kita mulai rintis saat ini yaitu sama-sama memberikan kebebasan kepada peserta didiknya dalam kegiatan pembelajarannya. Kurikulum merdeka belajar memberikan kebebasan kepada peserta didiknya dalam kegiatan belajarnya. Kegiatan ini sama seperti yang dilakukan oleh Paulo Freire dalam pendidikan pembebasan, siswa membebaskan diri untuk mengemukakan pendapatnya.

Authors

Institutions

Publication Details

Journal
Pedagogik Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar
Published
2025-04-28
DOI
https://doi.org/10.33558/pedagogik.v13i1.10263
Primary Topic
Educational Curriculum and Learning Methods
Type
article
Field-Weighted Citation Impact
0.00
Controls
|||
ALL TIME
JAN
FEB
MAR
APR
MAY
JUN
JUL
AUG
SEP
OCT
article

INDEPENDENT CURRICULUM IN PAULO FREIRE’S THINKING IN PRIMARY SCHOOL LEARNING

Wahyu Purwaningsih
Pedagogik Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar
Educational Curriculum and Learning Methods
article

INDEPENDENT CURRICULUM IN PAULO FREIRE’S THINKING IN PRIMARY SCHOOL LEARNING

Wahyu Purwaningsih
article en

Abstract

The study aims to discuss, understand, and seek information on the independent curriculum in Paulo Freire's thinking of education philosophy. The method used in this study is library research. Data collection by obtaining resources and building from such sources as existing books, journals, and research. The results and study discussions on the free curriculum in Paulo Freire's thinking should allow the student or student in his education to feel free or free thought, especially the freedom to speak out. The concept of education came as a criticism of the culture that existed at the time: the silent culture. Based on the liberation education he gave us has in common with the free learning curriculum that we are starting now, which gives freedom to participants in his learning activities. The free learning curriculum gives learners freedom in their learning activities. This activity is like that of Paulo Freire in liberation education, where students set themselves free to speak up. Penelitian ini bertujuan untuk mendiskusikan, memahami, dan mencari informasi, serta membahas mengenai kurikulum merdeka dalam pemikiran Paulo Freire pada Filsafat Pendidikan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kepustakaan (library research). Pengumpulan data dengan mencari sumber dan membangun dari berbagai sumber seperti buku, jurnal, dan riset yang sudah ada. Hasil dan pembahasan penelitian mengenai kurikulum merdeka dalam pemikiran Paulo Freire yaitu pendidikan yang ada harusnya dapat membuat pelajar atau peserta didiknya merasakan kebebasan baik kebebasan berpikir terutama kebebasan untuk bersuara untuk mengeluarkan pendapatnya. Konsep pendidikan ini hadir sebagai sebuah kritik terhadap kebudayaan yang ada pada saat itu yaitu, kebudayaan bisu. Berdasarkan pendidikan pembebasan yang dipaparkan olehnya, memiliki kesamaan pada kurikulum merdeka belajar yang sedang kita mulai rintis saat ini yaitu sama-sama memberikan kebebasan kepada peserta didiknya dalam kegiatan pembelajarannya. Kurikulum merdeka belajar memberikan kebebasan kepada peserta didiknya dalam kegiatan belajarnya. Kegiatan ini sama seperti yang dilakukan oleh Paulo Freire dalam pendidikan pembebasan, siswa membebaskan diri untuk mengemukakan pendapatnya.

Pedagogik Jurnal Pendidikan Guru Sekolah DasarVol. 13(1)
Yogyakarta State University (ID)
Openalex Percentile: Top 69%
Educational Curriculum and Learning Methods
AI Navigator

Ask Laika to Summarize, Analyze, and Connect papers live on the map.

Summarize Papers & Methodologies

Extract key findings, datasets, and comparative methods across publications.

Benchmark Rankings & Visual Analytics

Rank top research institutions, authors, funders, topics, and journals by Field-Weighted Citation Impact (FWCI) and paper volume with instant charts.

Connect Distant Disciplines

Bridge topological clusters on the map to find hidden collaborative intersections.