Studi Komparatif Metodologi Penafsiran dalam Tafsir Marāḥ al-Labīddan Tafsir Jalālayn

Abtract: This research examines the methodology of interpretation by comparing the book of Tafsir Marāḥ al-Labīd by Sheikh Nawawi al-Bantany with the book of Tafsir Jalālayn by imam Jalaluddin al-mahalli and imam Jalaluddin as-Suyuthi. The method in this study fully uses the library research method, all data is taken from library literacy which consists of primary data and secondary data. This writing aims to find out the similarities and differences in methodology between Tafsir Marāḥ al-Labīdand Tafsir Jalālayn. The way of interpreting Tafsir Marāḥ al-Labīdis called the tahlili method (analysis) with the style of tafsir bil ma'tsur, while Tafsir Jalālayn uses the ijmali method, which is written by directly explaining the word from the perspective of its sharaf, not at length, explaining the meaning of the word or muradif of the word if it has not been known or containing a certain meaning with the pattern of tafsir bi al-Ra'yi. Abstrak: Penelitian ini mengkaji tentang metodologi tafsir dengan membandingkan Tafsir Marāḥ al-Labīd karya Syekh Nawawi al-Bantani dan Tafsir Jalālayn Karya Imam Jalaluddin al-Mahalli dan Imam Jalaluddin as-Suyuthi. Penelitian ini menggunakan metode library research, dengan mengumpulkan data dari literatur kepustakaan yang terdiri dari data primer dan sekunder. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui persamaan dan perbedaan metodologi antara kedua kitab tafsir tersebut. Tafsir Marāḥ al-Labīd menggunakan metode tahlili dengan corak tafsir bil ma’tsur, yang menekankan pada penafsiran berdasarkan hadis dan riwayat. Sedangkan Tafsir Jalālayn menggunakan metode ijmali, yaitu penjelasan singkat mengenai makna kata atau frasa, dengan corak tafsir bi al-ra’yi, yang lebih mengutamakan penalaran rasional. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan perbedaan prinsipil dalam pendekatan tafsir antara keduanya, serta kontribusinya terhadap pemahaman teks al-Qur’an dalam konteks tradisional.

Authors

Institutions

Publication Details

Journal
Quranicum.
Published
2025-04-21
DOI
https://doi.org/10.22373/quranicum.v2i1.5994
Primary Topic
Qur’anic Interpretation Studies
Type
article
Field-Weighted Citation Impact
0.00
Controls
|||
ALL TIME
JAN
FEB
MAR
APR
MAY
JUN
JUL
AUG
SEP
OCT
article

Studi Komparatif Metodologi Penafsiran dalam Tafsir Marāḥ al-Labīddan Tafsir Jalālayn

Muhammad Ahmad Marzuki, Rahma Aliya, Alvin Wahyu Herliana
Quranicum.
Qur’anic Interpretation Studies
article

Studi Komparatif Metodologi Penafsiran dalam Tafsir Marāḥ al-Labīddan Tafsir Jalālayn

Muhammad Ahmad Marzuki, Rahma Aliya, Alvin Wahyu Herliana
article en

Abstract

Abtract: This research examines the methodology of interpretation by comparing the book of Tafsir Marāḥ al-Labīd by Sheikh Nawawi al-Bantany with the book of Tafsir Jalālayn by imam Jalaluddin al-mahalli and imam Jalaluddin as-Suyuthi. The method in this study fully uses the library research method, all data is taken from library literacy which consists of primary data and secondary data. This writing aims to find out the similarities and differences in methodology between Tafsir Marāḥ al-Labīdand Tafsir Jalālayn. The way of interpreting Tafsir Marāḥ al-Labīdis called the tahlili method (analysis) with the style of tafsir bil ma'tsur, while Tafsir Jalālayn uses the ijmali method, which is written by directly explaining the word from the perspective of its sharaf, not at length, explaining the meaning of the word or muradif of the word if it has not been known or containing a certain meaning with the pattern of tafsir bi al-Ra'yi. Abstrak: Penelitian ini mengkaji tentang metodologi tafsir dengan membandingkan Tafsir Marāḥ al-Labīd karya Syekh Nawawi al-Bantani dan Tafsir Jalālayn Karya Imam Jalaluddin al-Mahalli dan Imam Jalaluddin as-Suyuthi. Penelitian ini menggunakan metode library research, dengan mengumpulkan data dari literatur kepustakaan yang terdiri dari data primer dan sekunder. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui persamaan dan perbedaan metodologi antara kedua kitab tafsir tersebut. Tafsir Marāḥ al-Labīd menggunakan metode tahlili dengan corak tafsir bil ma’tsur, yang menekankan pada penafsiran berdasarkan hadis dan riwayat. Sedangkan Tafsir Jalālayn menggunakan metode ijmali, yaitu penjelasan singkat mengenai makna kata atau frasa, dengan corak tafsir bi al-ra’yi, yang lebih mengutamakan penalaran rasional. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan perbedaan prinsipil dalam pendekatan tafsir antara keduanya, serta kontribusinya terhadap pemahaman teks al-Qur’an dalam konteks tradisional.

Quranicum.Vol. 1(2)
Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (ID), Universitas Islam Nahdlatul Ulama Jepara
Openalex Percentile: Top 69%
Qur’anic Interpretation Studies
AI Navigator

Ask Laika to Summarize, Analyze, and Connect papers live on the map.

Summarize Papers & Methodologies

Extract key findings, datasets, and comparative methods across publications.

Benchmark Rankings & Visual Analytics

Rank top research institutions, authors, funders, topics, and journals by Field-Weighted Citation Impact (FWCI) and paper volume with instant charts.

Connect Distant Disciplines

Bridge topological clusters on the map to find hidden collaborative intersections.