Pengaruh Media Tanam Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Beberapa Varietas Kangkung Darat (Ipomoea reptans Poir.) pada Sistem Aquaponik

Optimal growth of Land spinach in an aquaponic system requires the selection of superior varieties and appropriate substrates. Aquaponic systems combine aquaculture and hydroponics and offer a sustainable approach to organic crop cultivation. However, studies on substrate interaction and variety in water spinach growth are still limited. This study aims to evaluate the effect of interaction between substrate and water spinach variety on plant growth and yield in an aquaponic system, focusing on potential applications in modern agriculture. A Completely Randomized Design (CRD) was used in this study with three levels of substrate, namely rockwool (M1), cocopeat (M2), and a mixture of cocopeat-charcoal (M3). Three levels of variety, namely Bisi (V1), Shanghai (V2), and Bangkok (V3), are repeated three times. Data analysis showed no significant interaction between substrate type and variety on plant height growth, dry weight, stem diameter, and leaf area at various stages of observation. These results indicate that the aquaponic system does not explicitly require certain water spinach varieties for different substrates, making it easier for farmers to manage cultivation. These findings support the flexibility of aquaponics practices, making them more efficient and easy to adopt in modern agriculture. The study confirms that aquaponics systems allow a versatile approach to kale cultivation without the constraints of a particular substrate or variety. With the efficiency offered, this system could be an innovative solution to increase sustainability and productivity in future agriculture. Pertumbuhan optimal kangkung dalam sistem akuaponik membutuhkan pemilihan varietas unggul dan substrat yang sesuai. Sistem akuaponik, yang memadukan akuakultur dan hidroponik, menawarkan pendekatan berkelanjutan untuk budidaya tanaman organik. Namun, studi tentang interaksi substrat dan varietas terhadap pertumbuhan kangkung masih terbatas. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaruh interaksi substrat dan varietas kangkung terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman dalam sistem akuaponik dengan fokus pada potensi penerapan dalam pertanian modern. Rancangan Acak Lengkap (RAL) digunakan dalam penelitian ini dengan tiga taraf substrat, yaitu rockwool (M1), cocopeat (M2), dan campuran cocopeat-arang (M3) serta tiga taraf varietas, yaitu Bisi (V1), Shanghai (V2), dan Bangkok (V3) yang masing-masing diulang sebanyak tiga kali. Analisis data menunjukkan tidak adanya interaksi signifikan antara jenis substrat dan varietas terhadap pertumbuhan tinggi tanaman, berat kering, diameter batang, dan luas daun pada berbagai tahap pengamatan. Hasil ini menunjukkan bahwa sistem akuaponik tidak secara khusus memerlukan varietas kangkung tertentu untuk jenis substrat yang berbeda, sehingga mempermudah petani dalam pengelolaan budidaya. Temuanini mendukung fleksibilitas dalam praktik akuaponik, menjadikannya lebih efisien dan mudah diadopsi dalam pertanian modern. Studi ini menegaskan bahwa sistem akuaponik memungkinkan pendekatan serbaguna untuk budidaya kangkung tanpa batasan susbstrat atau varietas tertentu. Dengan efisiensi yang ditawarkan, sistem ini dapat menjadi solusi inovatif untuk meningkatkan keberlanjutan dan produktivitas dalam pertanian masa depan.

Authors

Institutions

Publication Details

Journal
JINTAN Jurnal Ilmiah Pertanian Nasional
Published
2025-07-25
DOI
https://doi.org/10.30737/jintan.v5i1.6504
Primary Topic
Innovations in Aquaponics and Hydroponics Systems
Type
article
Field-Weighted Citation Impact
0.00
Controls
|||
ALL TIME
JAN
FEB
MAR
APR
MAY
JUN
JUL
AUG
SEP
OCT
article

Pengaruh Media Tanam Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Beberapa Varietas Kangkung Darat (Ipomoea reptans Poir.) pada Sistem Aquaponik

Aptika Hana Prastiwi Nareswari, Edy Kustiani, Saptorini Saptorini, Rasyadan Taufiq Probojati et al.
JINTAN Jurnal Ilmiah Pertanian Nasional
Innovations in Aquaponics and Hydroponics Systems
article

Pengaruh Media Tanam Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Beberapa Varietas Kangkung Darat (Ipomoea reptans Poir.) pada Sistem Aquaponik

Aptika Hana Prastiwi Nareswari, Edy Kustiani, Saptorini Saptorini, Rasyadan Taufiq Probojati, Exzanidan Fahas
article en

Abstract

Optimal growth of Land spinach in an aquaponic system requires the selection of superior varieties and appropriate substrates. Aquaponic systems combine aquaculture and hydroponics and offer a sustainable approach to organic crop cultivation. However, studies on substrate interaction and variety in water spinach growth are still limited. This study aims to evaluate the effect of interaction between substrate and water spinach variety on plant growth and yield in an aquaponic system, focusing on potential applications in modern agriculture. A Completely Randomized Design (CRD) was used in this study with three levels of substrate, namely rockwool (M1), cocopeat (M2), and a mixture of cocopeat-charcoal (M3). Three levels of variety, namely Bisi (V1), Shanghai (V2), and Bangkok (V3), are repeated three times. Data analysis showed no significant interaction between substrate type and variety on plant height growth, dry weight, stem diameter, and leaf area at various stages of observation. These results indicate that the aquaponic system does not explicitly require certain water spinach varieties for different substrates, making it easier for farmers to manage cultivation. These findings support the flexibility of aquaponics practices, making them more efficient and easy to adopt in modern agriculture. The study confirms that aquaponics systems allow a versatile approach to kale cultivation without the constraints of a particular substrate or variety. With the efficiency offered, this system could be an innovative solution to increase sustainability and productivity in future agriculture. Pertumbuhan optimal kangkung dalam sistem akuaponik membutuhkan pemilihan varietas unggul dan substrat yang sesuai. Sistem akuaponik, yang memadukan akuakultur dan hidroponik, menawarkan pendekatan berkelanjutan untuk budidaya tanaman organik. Namun, studi tentang interaksi substrat dan varietas terhadap pertumbuhan kangkung masih terbatas. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaruh interaksi substrat dan varietas kangkung terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman dalam sistem akuaponik dengan fokus pada potensi penerapan dalam pertanian modern. Rancangan Acak Lengkap (RAL) digunakan dalam penelitian ini dengan tiga taraf substrat, yaitu rockwool (M1), cocopeat (M2), dan campuran cocopeat-arang (M3) serta tiga taraf varietas, yaitu Bisi (V1), Shanghai (V2), dan Bangkok (V3) yang masing-masing diulang sebanyak tiga kali. Analisis data menunjukkan tidak adanya interaksi signifikan antara jenis substrat dan varietas terhadap pertumbuhan tinggi tanaman, berat kering, diameter batang, dan luas daun pada berbagai tahap pengamatan. Hasil ini menunjukkan bahwa sistem akuaponik tidak secara khusus memerlukan varietas kangkung tertentu untuk jenis substrat yang berbeda, sehingga mempermudah petani dalam pengelolaan budidaya. Temuanini mendukung fleksibilitas dalam praktik akuaponik, menjadikannya lebih efisien dan mudah diadopsi dalam pertanian modern. Studi ini menegaskan bahwa sistem akuaponik memungkinkan pendekatan serbaguna untuk budidaya kangkung tanpa batasan susbstrat atau varietas tertentu. Dengan efisiensi yang ditawarkan, sistem ini dapat menjadi solusi inovatif untuk meningkatkan keberlanjutan dan produktivitas dalam pertanian masa depan.

JINTAN Jurnal Ilmiah Pertanian NasionalVol. 5(1)
Universitas Kadiri (ID)
Openalex Percentile: Top 74%
Innovations in Aquaponics and Hydroponics Systems
AI Navigator

Ask Laika to Summarize, Analyze, and Connect papers live on the map.

Summarize Papers & Methodologies

Extract key findings, datasets, and comparative methods across publications.

Benchmark Rankings & Visual Analytics

Rank top research institutions, authors, funders, topics, and journals by Field-Weighted Citation Impact (FWCI) and paper volume with instant charts.

Connect Distant Disciplines

Bridge topological clusters on the map to find hidden collaborative intersections.