<b>Historical Trajectories of Indonesia’s Fiscal Gap and Military Spending, 2003–2023</b>

Abstract: Military spending reflects a nation's priorities and its geopolitical orientation, but in Indonesia it has been compromised by chronic fiscal deficits. The aim of this research was to analyze the historical trajectories of Indonesia’s fiscal gap in military spending from 20023 to 2023 by situating national development within broader global conflicts, including Russia-Ukraine war. A historical method was employed by applying synchronic and diachronic analysis, drawing on archival data from the state budget, official reports from the Ministry of Finance, publications from the SIPRI, and policy documents. The findings demonstrated that historical patterns of defence expenditure consistently revealed a widening fiscal gap between projected requirements and available fiscal capacity. Global geopolitical tensions intensified military modernisation and imposed additional burdens on national budgets. The study concludes that Indonesia’s defence financing challenges cannot be examined solely through contemporary fiscal debates but must be interpreted within a long-term historical narrative of deficit budgeting and external shocks. The contribution of this research lies in advancing historical scholarship on fiscal policy and defence spending while providing policymakers with insights into alternative financing strategies grounded in past experiences and institutional legacies. Abstrak: Belanja militer mencerminkan prioritas suatu negara sekaligus orientasi geopolitiknya, namun di Indonesia hal ini terhambat oleh defisit fiskal yang bersifat kronis. Penelitian ini bertujuan menganalisis trajektori historis kesenjangan fiskal dalam pembiayaan pertahanan Indonesia selama periode 2003–2023 dengan menempatkan dinamika nasional dalam konteks konflik global, termasuk perang Rusia–Ukraina. Metode sejarah digunakan dengan menerapkan analisis sinkronik dan diakronik, berdasarkan data arsip Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara, laporan resmi Kementerian Keuangan, publikasi SIPRI, serta dokumen kebijakan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa pola historis pengeluaran pertahanan secara konsisten mengungkapkan pelebaran kesenjangan fiskal antara kebutuhan yang diproyeksikan dan kapasitas fiskal yang tersedia. Ketegangan geopolitik global semakin mendorong modernisasi militer dan menambah beban pada anggaran nasional. Penelitian ini menyimpulkan bahwa tantangan pembiayaan pertahanan Indonesia tidak dapat dipahami hanya melalui perdebatan fiskal kontemporer, melainkan harus ditafsirkan dalam narasi historis jangka panjang mengenai defisit anggaran dan guncangan eksternal. Kontribusi riset ini terletak pada pengembangan kajian sejarah kebijakan fiskal dan belanja militer, sekaligus memberikan wawasan bagi pembuat kebijakan terkait strategi pembiayaan alternatif yang berpijak pada pengalaman historis dan warisan institusional.

Authors

Institutions

Publication Details

Journal
Paramita Historical Studies Journal
Published
2025-10-09
DOI
https://doi.org/10.15294/paramita.v35i2.32010
Citations
1
Primary Topic
Asian Studies and History
Type
article
Field-Weighted Citation Impact
4.20
Controls
|||
ALL TIME
JAN
FEB
MAR
APR
MAY
JUN
JUL
AUG
SEP
OCT
article

Historical Trajectories of Indonesia’s Fiscal Gap and Military Spending, 2003–2023

Abdul Ghafur, Bambang Brodjonegoro, Athor Subroto, Aris Marsudiyanto
1 citations
Paramita Historical Studies Journal
Asian Studies and History
4.20
article

Historical Trajectories of Indonesia’s Fiscal Gap and Military Spending, 2003–2023

Abdul Ghafur, Bambang Brodjonegoro, Athor Subroto, Aris Marsudiyanto
article en
1 citations

Abstract

Abstract: Military spending reflects a nation's priorities and its geopolitical orientation, but in Indonesia it has been compromised by chronic fiscal deficits. The aim of this research was to analyze the historical trajectories of Indonesia’s fiscal gap in military spending from 20023 to 2023 by situating national development within broader global conflicts, including Russia-Ukraine war. A historical method was employed by applying synchronic and diachronic analysis, drawing on archival data from the state budget, official reports from the Ministry of Finance, publications from the SIPRI, and policy documents. The findings demonstrated that historical patterns of defence expenditure consistently revealed a widening fiscal gap between projected requirements and available fiscal capacity. Global geopolitical tensions intensified military modernisation and imposed additional burdens on national budgets. The study concludes that Indonesia’s defence financing challenges cannot be examined solely through contemporary fiscal debates but must be interpreted within a long-term historical narrative of deficit budgeting and external shocks. The contribution of this research lies in advancing historical scholarship on fiscal policy and defence spending while providing policymakers with insights into alternative financing strategies grounded in past experiences and institutional legacies. Abstrak: Belanja militer mencerminkan prioritas suatu negara sekaligus orientasi geopolitiknya, namun di Indonesia hal ini terhambat oleh defisit fiskal yang bersifat kronis. Penelitian ini bertujuan menganalisis trajektori historis kesenjangan fiskal dalam pembiayaan pertahanan Indonesia selama periode 2003–2023 dengan menempatkan dinamika nasional dalam konteks konflik global, termasuk perang Rusia–Ukraina. Metode sejarah digunakan dengan menerapkan analisis sinkronik dan diakronik, berdasarkan data arsip Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara, laporan resmi Kementerian Keuangan, publikasi SIPRI, serta dokumen kebijakan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa pola historis pengeluaran pertahanan secara konsisten mengungkapkan pelebaran kesenjangan fiskal antara kebutuhan yang diproyeksikan dan kapasitas fiskal yang tersedia. Ketegangan geopolitik global semakin mendorong modernisasi militer dan menambah beban pada anggaran nasional. Penelitian ini menyimpulkan bahwa tantangan pembiayaan pertahanan Indonesia tidak dapat dipahami hanya melalui perdebatan fiskal kontemporer, melainkan harus ditafsirkan dalam narasi historis jangka panjang mengenai defisit anggaran dan guncangan eksternal. Kontribusi riset ini terletak pada pengembangan kajian sejarah kebijakan fiskal dan belanja militer, sekaligus memberikan wawasan bagi pembuat kebijakan terkait strategi pembiayaan alternatif yang berpijak pada pengalaman historis dan warisan institusional.

Paramita Historical Studies JournalVol. 35(2)
University of Indonesia (ID)
Openalex Percentile: Top 5%
Asian Studies and History
4.20
AI Navigator

Ask Laika to Summarize, Analyze, and Connect papers live on the map.

Summarize Papers & Methodologies

Extract key findings, datasets, and comparative methods across publications.

Benchmark Rankings & Visual Analytics

Rank top research institutions, authors, funders, topics, and journals by Field-Weighted Citation Impact (FWCI) and paper volume with instant charts.

Connect Distant Disciplines

Bridge topological clusters on the map to find hidden collaborative intersections.