Bullying verbal perspektif tasawuf (studi analisis pemikiran Al-Ghazali tentang maksiat lisan dalam bidāyatul hidāyah)

Abstract This study explores the issue of verbal bullying, a behavior often underestimated in society. In truth, it represents a moral deviation and a manifestation of spiritual illness. Al-Ghazali asserts that harmful speech is a reflection of a corrupted heart. The aim of this research is to examine the concept of verbal bullying from Al-Ghazali’s perspective as presented in Bidayatul Hidayah. Employing a qualitative approach through content analysis, this study draws primarily on Bidayatul Hidayah as a main source, supported by relevant secondary materials. According to Imam Al-Ghazali, verbal transgressions that constitute verbal bullying include idle talk, insults, humiliation of others, backbiting, vulgar or obscene language, and lying. As a remedy for these issues, he emphasizes the importance of ash-shamt (silence) and tazkiyah an-nafs (self-purification). Keywords: Verbal Bullying, Al-Ghazali, Verbal Sins, Bidayatul Hidayah Abstrak Penelitian ini membahas tentang bullying verbal yang sering dianggap remeh oleh manusia pada zaman ini. Padahal merupakan bentuk dari penyimpangan akhlak dan penyakit hati. Al-Ghazali berpendapat bahwa ucapan negatif mencerminkan kerusakan hati. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran mengenai bullying verbal menurut tasawuf Al-Ghazali, dalam kitab bidāyatul hidāyah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan pendekatan konten analisis. Sedangkan data yang dikumpulkan pada penelitian ini bersumber dari data primer yaitu kitab Bidayatul Hidayah serta data sekunder yang merupakan data-data pendukung untuk melengkapi dan membuat penelitian ini menjadi lebih baik. Berdasarkan hasil analisis mengenai bahaya lisan dalam penelitian ini yang mengarah kepada bullying verbal dalam kitab Bidayatul Hidayah menurut pandangan Imam Al-Ghazali adalah termasuk didalamnya ucapan tak berguna, melaknat, meremehkan, menggunjing, ucapan keji dan cabul, serta pembicaraan mengenai kebatilan. Adapun terapi untuk mengatasi hal tersebut Imam Al-Ghazali menjelaskan ash-shumt (diam), dan tazkiyah an-nafs. Kata Kunci: Bullying Verbal, Al-Ghazali, maksiat lisan, bidayatul Hidayah

Authors

Institutions

Publication Details

Journal
Hikamia Jurnal Pemikiran Tasawuf dan Peradaban Islam
Published
2025-09-23
DOI
https://doi.org/10.58572/hkm.v5i2.194
Primary Topic
Qur’anic Interpretation Studies
Type
article
Field-Weighted Citation Impact
0.00
Controls
|||
ALL TIME
JAN
FEB
MAR
APR
MAY
JUN
JUL
AUG
SEP
OCT
article

Bullying verbal perspektif tasawuf (studi analisis pemikiran Al-Ghazali tentang maksiat lisan dalam bidāyatul hidāyah)

Muhammad Raihan Kenny, Salman Alfarisi, Hanhan Burhani
Hikamia Jurnal Pemikiran Tasawuf dan Peradaban Islam
Qur’anic Interpretation Studies
article

Bullying verbal perspektif tasawuf (studi analisis pemikiran Al-Ghazali tentang maksiat lisan dalam bidāyatul hidāyah)

Muhammad Raihan Kenny, Salman Alfarisi, Hanhan Burhani
article en

Abstract

Abstract This study explores the issue of verbal bullying, a behavior often underestimated in society. In truth, it represents a moral deviation and a manifestation of spiritual illness. Al-Ghazali asserts that harmful speech is a reflection of a corrupted heart. The aim of this research is to examine the concept of verbal bullying from Al-Ghazali’s perspective as presented in Bidayatul Hidayah. Employing a qualitative approach through content analysis, this study draws primarily on Bidayatul Hidayah as a main source, supported by relevant secondary materials. According to Imam Al-Ghazali, verbal transgressions that constitute verbal bullying include idle talk, insults, humiliation of others, backbiting, vulgar or obscene language, and lying. As a remedy for these issues, he emphasizes the importance of ash-shamt (silence) and tazkiyah an-nafs (self-purification). Keywords: Verbal Bullying, Al-Ghazali, Verbal Sins, Bidayatul Hidayah Abstrak Penelitian ini membahas tentang bullying verbal yang sering dianggap remeh oleh manusia pada zaman ini. Padahal merupakan bentuk dari penyimpangan akhlak dan penyakit hati. Al-Ghazali berpendapat bahwa ucapan negatif mencerminkan kerusakan hati. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran mengenai bullying verbal menurut tasawuf Al-Ghazali, dalam kitab bidāyatul hidāyah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan pendekatan konten analisis. Sedangkan data yang dikumpulkan pada penelitian ini bersumber dari data primer yaitu kitab Bidayatul Hidayah serta data sekunder yang merupakan data-data pendukung untuk melengkapi dan membuat penelitian ini menjadi lebih baik. Berdasarkan hasil analisis mengenai bahaya lisan dalam penelitian ini yang mengarah kepada bullying verbal dalam kitab Bidayatul Hidayah menurut pandangan Imam Al-Ghazali adalah termasuk didalamnya ucapan tak berguna, melaknat, meremehkan, menggunjing, ucapan keji dan cabul, serta pembicaraan mengenai kebatilan. Adapun terapi untuk mengatasi hal tersebut Imam Al-Ghazali menjelaskan ash-shumt (diam), dan tazkiyah an-nafs. Kata Kunci: Bullying Verbal, Al-Ghazali, maksiat lisan, bidayatul Hidayah

Hikamia Jurnal Pemikiran Tasawuf dan Peradaban IslamVol. 5(2)
University of Al-Qadisiyah (IQ)
Openalex Percentile: Top 69%
Qur’anic Interpretation Studies
AI Navigator

Ask Laika to Summarize, Analyze, and Connect papers live on the map.

Summarize Papers & Methodologies

Extract key findings, datasets, and comparative methods across publications.

Benchmark Rankings & Visual Analytics

Rank top research institutions, authors, funders, topics, and journals by Field-Weighted Citation Impact (FWCI) and paper volume with instant charts.

Connect Distant Disciplines

Bridge topological clusters on the map to find hidden collaborative intersections.