Peran Media Relation dalam Menangani Krisis pada Perusahaan

This study aims to analyze the media relations strategy implemented in handling the crisis arising from a car tire theft incident at a Central Jakarta mall. The case drew significant public attention because it raised security concerns that affected the mall’s image as a safe and comfortable public space. The research employed a qualitative approach with a case study method, supported by in-depth interviews and content analysis of media coverage related to the incident. The findings reveal that the company’s media relations strategy consisted of two main stages: first, delivering fast and transparent communication to ease public concerns; and second, reinforcing a positive image by distributing press releases through conventional media, particularly in the Central Jakarta area. The study concludes that the effectiveness of media relations in crisis management relies on the speed, transparency, and consistency of the messages conveyed, as well as the role of the media as a mediator shaping public perception. The study recommends the establishment of a proactive media relations team and the strengthening of collaboration with media outlets to minimize the impact of crises on the organization’s reputation. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi media relation yang diterapkan dalam penanganan krisis pada kasus pencurian ban mobil di Mal Jakarta Pusat. Peristiwa ini menarik perhatian publik karena melibatkan isu keamanan yang berdampak pada citra mal sebagai tempat umum yang aman dan nyaman. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, yang melibatkan wawancara mendalam. Data juga diperoleh melalui analisis konten dari pemberitaan media massa terkait insiden tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi media relation yang diterapkan oleh perusahaan melibatkan dua tahap utama: pertama, komunikasi cepat dan transparan untuk meredakan kekhawatiran publik, dan kedua, penguatan citra positif dengan penyebaran press release pada media konvensional terutama di daerah Jakarta Pusat. Penelitian ini menyimpulkan bahwa efektivitas strategi media relation dalam penanganan krisis bergantung pada kecepatan, keterbukaan, dan konsistensi pesan yang disampaikan, serta peran media sebagai mediator yang mempengaruhi persepsi publik. Rekomendasi dari penelitian ini adalah pentingnya tim media relation yang proaktif dan penguatan kerjasama dengan media untuk mengurangi dampak krisis terhadap reputasi organisasi.

Authors

Institutions

Publication Details

Journal
Kiwari
Published
2025-09-30
DOI
https://doi.org/10.24912/ki.v4i3.35421
Primary Topic
Management and Optimization Techniques
Type
article
Field-Weighted Citation Impact
0.00
Controls
|||
ALL TIME
JAN
FEB
MAR
APR
MAY
JUN
JUL
AUG
SEP
OCT
article

Peran Media Relation dalam Menangani Krisis pada Perusahaan

Ahmad Junaidi, Aulia Nurfitri
Kiwari
Management and Optimization Techniques
article

Peran Media Relation dalam Menangani Krisis pada Perusahaan

Ahmad Junaidi, Aulia Nurfitri
article en

Abstract

This study aims to analyze the media relations strategy implemented in handling the crisis arising from a car tire theft incident at a Central Jakarta mall. The case drew significant public attention because it raised security concerns that affected the mall’s image as a safe and comfortable public space. The research employed a qualitative approach with a case study method, supported by in-depth interviews and content analysis of media coverage related to the incident. The findings reveal that the company’s media relations strategy consisted of two main stages: first, delivering fast and transparent communication to ease public concerns; and second, reinforcing a positive image by distributing press releases through conventional media, particularly in the Central Jakarta area. The study concludes that the effectiveness of media relations in crisis management relies on the speed, transparency, and consistency of the messages conveyed, as well as the role of the media as a mediator shaping public perception. The study recommends the establishment of a proactive media relations team and the strengthening of collaboration with media outlets to minimize the impact of crises on the organization’s reputation. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi media relation yang diterapkan dalam penanganan krisis pada kasus pencurian ban mobil di Mal Jakarta Pusat. Peristiwa ini menarik perhatian publik karena melibatkan isu keamanan yang berdampak pada citra mal sebagai tempat umum yang aman dan nyaman. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, yang melibatkan wawancara mendalam. Data juga diperoleh melalui analisis konten dari pemberitaan media massa terkait insiden tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi media relation yang diterapkan oleh perusahaan melibatkan dua tahap utama: pertama, komunikasi cepat dan transparan untuk meredakan kekhawatiran publik, dan kedua, penguatan citra positif dengan penyebaran press release pada media konvensional terutama di daerah Jakarta Pusat. Penelitian ini menyimpulkan bahwa efektivitas strategi media relation dalam penanganan krisis bergantung pada kecepatan, keterbukaan, dan konsistensi pesan yang disampaikan, serta peran media sebagai mediator yang mempengaruhi persepsi publik. Rekomendasi dari penelitian ini adalah pentingnya tim media relation yang proaktif dan penguatan kerjasama dengan media untuk mengurangi dampak krisis terhadap reputasi organisasi.

KiwariVol. 4(3)
Tarumanagara University (ID)
Openalex Percentile: Top 59%
Management and Optimization Techniques
AI Navigator

Ask Laika to Summarize, Analyze, and Connect papers live on the map.

Summarize Papers & Methodologies

Extract key findings, datasets, and comparative methods across publications.

Benchmark Rankings & Visual Analytics

Rank top research institutions, authors, funders, topics, and journals by Field-Weighted Citation Impact (FWCI) and paper volume with instant charts.

Connect Distant Disciplines

Bridge topological clusters on the map to find hidden collaborative intersections.