Konstruksi Realitas Peran Anak Perempuan dalam Keluarga Batak di Film Ngeri-Ngeri Sedap

This study examines the construction of the reality of the role of daughters in Batak families as depicted in the film Ngeri-Ngeri Sedap. In Batak culture, women hold significant roles within the family, although their position is often viewed through traditional customs that place men in dominant roles. The film Ngeri-Ngeri Sedap incorporates several social ideologies, including feminism, gender equality, patriarchy, and patrilineality. This research aims to provide insights into the meaning and constructed reality of the role of daughters in Batak families as portrayed in Ngeri-Ngeri Sedap. It employs theories of mass communication, reality construction, gender equality, and feminism, enriched by Roland Barthes' semiotics analysis method, which consists of three components: denotation, connotation, and myth. To gather data, the researcher utilized semiotic analysis to identify the meanings and symbols present in the film Ngeri-Ngeri Sedap and further explored these findings through interviews with expert informants to strengthen the research results. The findings reveal forms of feminism and patriarchy experienced by women in Batak families, as depicted through the scenes in the film Ngeri-Ngeri Sedap. Penelitian ini membahas konstruksi realitas peran anak perempuan dalam keluarga Batak di Film Ngeri-Ngeri Sedap. Dalam budaya Batak, perempuan memiliki peran penting dalam keluarga, meskipun posisi mereka sering dilihat melalui perspektif adat yang menempatkan laki-laki dalam peran dominan. Film Ngeri-Ngeri Sedap menyisipkan beberapa ideologi sosial seperti feminisme, kesetaraan gender, patriarki, dan patrilineal. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran mengenai konstruksi realitas peran anak perempuan dalam keluarga Batak di film Ngeri-Ngeri Sedap. Penelitian ini menggunakan teori komunikasi massa, konsep konstruksi realitas, kesetaraan gender, feminisme, dan diperkaya dengan metode analisis semiotika Roland Barthes, yang terdiri dari tiga komponen yaitu denotasi, konotasi, dan mitos. Dalam memperoleh data, peneliti menggunakan analisis semiotika untuk memperlihatkan makna atau simbol yang ada dalam film Ngeri-Ngeri Sedap dan diperdalam dengan melakukan wawancara oleh narasumber ahli Kebudayaan Batak untuk memperkuat hasil penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan temuan berupa bentuk-bentuk feminisme dan juga patriarki yang dialami perempuan dalam keluarga Batak yang digambarkan melalui adegan-adegan dalam film Ngeri-Ngeri Sedap.

Authors

Institutions

Publication Details

Journal
Kiwari
Published
2025-09-30
DOI
https://doi.org/10.24912/ki.v4i3.35408
Primary Topic
Gender and Women's Rights
Type
article
Field-Weighted Citation Impact
0.00
Controls
|||
ALL TIME
JAN
FEB
MAR
APR
MAY
JUN
JUL
AUG
SEP
OCT
article

Konstruksi Realitas Peran Anak Perempuan dalam Keluarga Batak di Film Ngeri-Ngeri Sedap

Daniel Putra Jaya, Septia Winduwati
Kiwari
Gender and Women's Rights
article

Konstruksi Realitas Peran Anak Perempuan dalam Keluarga Batak di Film Ngeri-Ngeri Sedap

Daniel Putra Jaya, Septia Winduwati
article en

Abstract

This study examines the construction of the reality of the role of daughters in Batak families as depicted in the film Ngeri-Ngeri Sedap. In Batak culture, women hold significant roles within the family, although their position is often viewed through traditional customs that place men in dominant roles. The film Ngeri-Ngeri Sedap incorporates several social ideologies, including feminism, gender equality, patriarchy, and patrilineality. This research aims to provide insights into the meaning and constructed reality of the role of daughters in Batak families as portrayed in Ngeri-Ngeri Sedap. It employs theories of mass communication, reality construction, gender equality, and feminism, enriched by Roland Barthes' semiotics analysis method, which consists of three components: denotation, connotation, and myth. To gather data, the researcher utilized semiotic analysis to identify the meanings and symbols present in the film Ngeri-Ngeri Sedap and further explored these findings through interviews with expert informants to strengthen the research results. The findings reveal forms of feminism and patriarchy experienced by women in Batak families, as depicted through the scenes in the film Ngeri-Ngeri Sedap. Penelitian ini membahas konstruksi realitas peran anak perempuan dalam keluarga Batak di Film Ngeri-Ngeri Sedap. Dalam budaya Batak, perempuan memiliki peran penting dalam keluarga, meskipun posisi mereka sering dilihat melalui perspektif adat yang menempatkan laki-laki dalam peran dominan. Film Ngeri-Ngeri Sedap menyisipkan beberapa ideologi sosial seperti feminisme, kesetaraan gender, patriarki, dan patrilineal. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran mengenai konstruksi realitas peran anak perempuan dalam keluarga Batak di film Ngeri-Ngeri Sedap. Penelitian ini menggunakan teori komunikasi massa, konsep konstruksi realitas, kesetaraan gender, feminisme, dan diperkaya dengan metode analisis semiotika Roland Barthes, yang terdiri dari tiga komponen yaitu denotasi, konotasi, dan mitos. Dalam memperoleh data, peneliti menggunakan analisis semiotika untuk memperlihatkan makna atau simbol yang ada dalam film Ngeri-Ngeri Sedap dan diperdalam dengan melakukan wawancara oleh narasumber ahli Kebudayaan Batak untuk memperkuat hasil penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan temuan berupa bentuk-bentuk feminisme dan juga patriarki yang dialami perempuan dalam keluarga Batak yang digambarkan melalui adegan-adegan dalam film Ngeri-Ngeri Sedap.

KiwariVol. 4(3)
Tarumanagara University (ID)
Openalex Percentile: Top 67%
Gender and Women's Rights
AI Navigator

Ask Laika to Summarize, Analyze, and Connect papers live on the map.

Summarize Papers & Methodologies

Extract key findings, datasets, and comparative methods across publications.

Benchmark Rankings & Visual Analytics

Rank top research institutions, authors, funders, topics, and journals by Field-Weighted Citation Impact (FWCI) and paper volume with instant charts.

Connect Distant Disciplines

Bridge topological clusters on the map to find hidden collaborative intersections.