Curahan Tenaga Kerja Berdasarkan Gender pada Usahatani Karet dan Kelapa Sawit

Work time is the amount of time determined to carry out a number of routine or ordinary activities carried out inside and outside the household in units of time or hours. Rubber farming and oil palm farming are farming activities that are in great demand in Indonesian society and are important crops as a source of income for farmers. The problem that can be identified in this study is how the outflow of labor based on gender on rubber and oil palm farms in North Amboyo Village, Ngabang Sub-district, Landak Regency. This research was conducted from March 18 to April 18, 2024. The research method in this study is the survey method. The population in this study were all rubber farmers and oil palm farmers in North Amboyo Village, Ngabang District, Landak Regency, totaling 31 rubber farmers and 42 oil palm farmers. The variables of this study consisted of the work time of rubber farmers and oil palm farmers producing which was calculated within one month. The data analysis technique used in this study is the T-Test (Independent Sample T-Test). t test results Sig value. (2-tailed) in the table is 0.000 so it can be said that there is a significant difference between the labor expenditure of rubber farmers and oil palm farmers. There is a significant difference in the comparison of labor expenditure based on gender in rubber and oil palm farming with the test results, namely the value of Sig. (2-tailed) 0.000. This means that of the two research objectives there is a significant difference in the comparison of labor expenditure of rubber farmers and oil palm farmers, as well as the comparison of labor expenditure based on gender in North Amboyo Village, Ngabang District, Landak Regency. Keywords: Farming, Labor, Oil Palm, Rubber. Abstrak. Curahan waktu kerja adalah jumlah waktu yang ditentukan untuk melakukan sejumlah kegiatan rutin atau biasa dilakukan di dalam dan luar rumah tangga dalam satuan waktu atau jam. Usahatani karet dan kelapa sawit merupakan kegiatan yang banyak diminati masyarakat Indonesia dan merupakan tanaman penting sebagai sumber penghasilan bagi petani. Permasalahan yang diidentifikasi pada penelitian ini yaitu bagaimana curahan tenaga kerja berdasarkan gender pada usahatani karet dan kelapa sawit di Desa Amboyo Utara Kecamatan Ngabang Kabupaten Landak. Penelitian ini dilaksanakan dari bulan 18 Maret–18 April 2024. Metode dalam penelitian ini adalah metode survey. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh petani karet dan petani kelapa sawit yang berada di Desa Amboyo Utara Kecamatan Ngabang Kabupaten Landak sebanyak 31 petani karet dan 42 petani kelapa sawit. Variabel penelitian terdiri dari curahan waktu kerja petani karet dan petani kelapa sawit menghasilkan yang dihitung dalam kurun waktu satu bulan. Teknik analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah Uji-T (Independent Sample T-Test). Hasil uji t nilai Sig. (2-tailed) pada tabel yaitu 0.000 sehingga bisa dikatakan terdapat perbedaan yang signifikan antara curahan tenaga kerja petani karet dan petani kelapa sawit. Perbedaan yang signifikan pada perbandingan curahan tenaga kerja berdasarkan gender pada usahatani karet dan kelapa sawit dengan hasil uji yaitu nilai Sig. (2-tailed) 0.000. Artinya dari dua tujuan penelitian tersebut terdapat perbedaan yang signifikan pada perbandingan curahan tenaga kerja petani karet dan petani kelapa sawit, serta perbandingan curahan tenaga kerja berdasarkan gender di Desa Amboyo Utara Kecamatan Ngabang Kabupaten Landak.

Authors

Institutions

Publication Details

Journal
Botani.
Published
2025-09-30
DOI
https://doi.org/10.62951/botani.v2i3.477
Primary Topic
Livestock Farming and Management
Type
article
Field-Weighted Citation Impact
0.00
Controls
|||
ALL TIME
JAN
FEB
MAR
APR
MAY
JUN
JUL
AUG
SEP
OCT
article

Curahan Tenaga Kerja Berdasarkan Gender pada Usahatani Karet dan Kelapa Sawit

Jajat Sudrajat, Shenny Oktoriana, Nor Emiliana
Botani.
Livestock Farming and Management
article

Curahan Tenaga Kerja Berdasarkan Gender pada Usahatani Karet dan Kelapa Sawit

Jajat Sudrajat, Shenny Oktoriana, Nor Emiliana
article en

Abstract

Work time is the amount of time determined to carry out a number of routine or ordinary activities carried out inside and outside the household in units of time or hours. Rubber farming and oil palm farming are farming activities that are in great demand in Indonesian society and are important crops as a source of income for farmers. The problem that can be identified in this study is how the outflow of labor based on gender on rubber and oil palm farms in North Amboyo Village, Ngabang Sub-district, Landak Regency. This research was conducted from March 18 to April 18, 2024. The research method in this study is the survey method. The population in this study were all rubber farmers and oil palm farmers in North Amboyo Village, Ngabang District, Landak Regency, totaling 31 rubber farmers and 42 oil palm farmers. The variables of this study consisted of the work time of rubber farmers and oil palm farmers producing which was calculated within one month. The data analysis technique used in this study is the T-Test (Independent Sample T-Test). t test results Sig value. (2-tailed) in the table is 0.000 so it can be said that there is a significant difference between the labor expenditure of rubber farmers and oil palm farmers. There is a significant difference in the comparison of labor expenditure based on gender in rubber and oil palm farming with the test results, namely the value of Sig. (2-tailed) 0.000. This means that of the two research objectives there is a significant difference in the comparison of labor expenditure of rubber farmers and oil palm farmers, as well as the comparison of labor expenditure based on gender in North Amboyo Village, Ngabang District, Landak Regency. Keywords: Farming, Labor, Oil Palm, Rubber. Abstrak. Curahan waktu kerja adalah jumlah waktu yang ditentukan untuk melakukan sejumlah kegiatan rutin atau biasa dilakukan di dalam dan luar rumah tangga dalam satuan waktu atau jam. Usahatani karet dan kelapa sawit merupakan kegiatan yang banyak diminati masyarakat Indonesia dan merupakan tanaman penting sebagai sumber penghasilan bagi petani. Permasalahan yang diidentifikasi pada penelitian ini yaitu bagaimana curahan tenaga kerja berdasarkan gender pada usahatani karet dan kelapa sawit di Desa Amboyo Utara Kecamatan Ngabang Kabupaten Landak. Penelitian ini dilaksanakan dari bulan 18 Maret–18 April 2024. Metode dalam penelitian ini adalah metode survey. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh petani karet dan petani kelapa sawit yang berada di Desa Amboyo Utara Kecamatan Ngabang Kabupaten Landak sebanyak 31 petani karet dan 42 petani kelapa sawit. Variabel penelitian terdiri dari curahan waktu kerja petani karet dan petani kelapa sawit menghasilkan yang dihitung dalam kurun waktu satu bulan. Teknik analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah Uji-T (Independent Sample T-Test). Hasil uji t nilai Sig. (2-tailed) pada tabel yaitu 0.000 sehingga bisa dikatakan terdapat perbedaan yang signifikan antara curahan tenaga kerja petani karet dan petani kelapa sawit. Perbedaan yang signifikan pada perbandingan curahan tenaga kerja berdasarkan gender pada usahatani karet dan kelapa sawit dengan hasil uji yaitu nilai Sig. (2-tailed) 0.000. Artinya dari dua tujuan penelitian tersebut terdapat perbedaan yang signifikan pada perbandingan curahan tenaga kerja petani karet dan petani kelapa sawit, serta perbandingan curahan tenaga kerja berdasarkan gender di Desa Amboyo Utara Kecamatan Ngabang Kabupaten Landak.

Botani.Vol. 2(3)
Tanjungpura University (ID)
Openalex Percentile: Top 63%
Livestock Farming and Management
AI Navigator

Ask Laika to Summarize, Analyze, and Connect papers live on the map.

Summarize Papers & Methodologies

Extract key findings, datasets, and comparative methods across publications.

Benchmark Rankings & Visual Analytics

Rank top research institutions, authors, funders, topics, and journals by Field-Weighted Citation Impact (FWCI) and paper volume with instant charts.

Connect Distant Disciplines

Bridge topological clusters on the map to find hidden collaborative intersections.