Implementasi Nilai 1 Tesalonika 4:3-5 dalam Pendidikan Agama Kristen untuk Mengatasi Fenomena Sexting di Kalangan Remaja

The rapid development of digital technology has created a new social reality that poses significant moral challenges for adolescents, particularly the increasing prevalence of sexting. Sexting not only entails psychological, social, and legal risks but also threatens the moral and spiritual integrity of adolescents in the process of forming their identities. This phenomenon indicates that conventional education alone is insufficient to equip adolescents to face complex digital pressures. This study aims to analyze the implementation of the values of 1 Thessalonians 4:3–5 in Christian Religious Education as a strategy to prevent sexting behavior, emphasizing holiness, self-control, and spiritual awareness. The method employed is a hermeneutical approach, including textual, contextual, and applicative analyses of biblical verses to interpret moral and spiritual meanings and their application in religious education. The findings indicate that integrating holiness values through participatory methods, digital literacy, personal reflection, and family counseling fosters moral resilience, ethical awareness, and self-control among adolescents, making Christian Religious Education effective in developing their character and spirituality in facing digital sexual behavior challenges. Keywords: Christian religious education; dolescent; hermeneutics; sanctificationl; sexting Abstrak Perkembangan teknologi digital telah menciptakan realitas sosial baru yang menimbulkan tantangan moral serius bagi remaja, terutama praktik sexting yang semakin marak. Sexting tidak hanya menimbulkan risiko psikologis, sosial, dan hukum, tetapi juga mengancam integritas moral dan spiritual remaja sebagai individu yang sedang membentuk identitas. Fenomena ini menunjukkan bahwa pendidikan konvensional tidak cukup untuk membekali remaja menghadapi tekanan digital yang kompleks. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi nilai 1 Tesalonika 4:3–5 dalam Pendidikan Agama Kristen sebagai strategi pencegahan perilaku sexting, menekankan prinsip kekudusan, pengendalian diri, dan kesadaran spiritual. Metode yang digunakan adalah kajian hermeneutika, meliputi analisis tekstual, kontekstual, dan aplikatif terhadap ayat-ayat Alkitab untuk menafsirkan makna moral dan spiritual serta penerapannya dalam pembelajaran PAK. Hasil kajian menunjukkan integrasi nilai kekudusan melalui metode partisipatif, literasi digital, refleksi pribadi, dan konseling keluarga mampu menumbuhkan ketahanan moral, kesadaran etis, dan pengendalian diri remaja, sehingga PAK efektif membina karakter dan spiritualitas mereka dalam menghadapi tantangan perilaku seksual digital. Kata Kunci: hermeneutik; pendidikan agama Kristen; pengudusan; remaja; sexting

Authors

Institutions

Publication Details

Journal
REAL DIDACHE Journal of Christian Education
Published
2025-09-30
DOI
https://doi.org/10.53547/8422n364
Primary Topic
Contemporary Christian Leadership and Education
Type
article
Field-Weighted Citation Impact
0.00
Controls
|||
ALL TIME
JAN
FEB
MAR
APR
MAY
JUN
JUL
AUG
SEP
OCT
article

Implementasi Nilai 1 Tesalonika 4:3-5 dalam Pendidikan Agama Kristen untuk Mengatasi Fenomena Sexting di Kalangan Remaja

Sandra Rosiana Tapilaha, Harun Puling
REAL DIDACHE Journal of Christian Education
Contemporary Christian Leadership and Education
article

Implementasi Nilai 1 Tesalonika 4:3-5 dalam Pendidikan Agama Kristen untuk Mengatasi Fenomena Sexting di Kalangan Remaja

Sandra Rosiana Tapilaha, Harun Puling
article en

Abstract

The rapid development of digital technology has created a new social reality that poses significant moral challenges for adolescents, particularly the increasing prevalence of sexting. Sexting not only entails psychological, social, and legal risks but also threatens the moral and spiritual integrity of adolescents in the process of forming their identities. This phenomenon indicates that conventional education alone is insufficient to equip adolescents to face complex digital pressures. This study aims to analyze the implementation of the values of 1 Thessalonians 4:3–5 in Christian Religious Education as a strategy to prevent sexting behavior, emphasizing holiness, self-control, and spiritual awareness. The method employed is a hermeneutical approach, including textual, contextual, and applicative analyses of biblical verses to interpret moral and spiritual meanings and their application in religious education. The findings indicate that integrating holiness values through participatory methods, digital literacy, personal reflection, and family counseling fosters moral resilience, ethical awareness, and self-control among adolescents, making Christian Religious Education effective in developing their character and spirituality in facing digital sexual behavior challenges. Keywords: Christian religious education; dolescent; hermeneutics; sanctificationl; sexting Abstrak Perkembangan teknologi digital telah menciptakan realitas sosial baru yang menimbulkan tantangan moral serius bagi remaja, terutama praktik sexting yang semakin marak. Sexting tidak hanya menimbulkan risiko psikologis, sosial, dan hukum, tetapi juga mengancam integritas moral dan spiritual remaja sebagai individu yang sedang membentuk identitas. Fenomena ini menunjukkan bahwa pendidikan konvensional tidak cukup untuk membekali remaja menghadapi tekanan digital yang kompleks. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi nilai 1 Tesalonika 4:3–5 dalam Pendidikan Agama Kristen sebagai strategi pencegahan perilaku sexting, menekankan prinsip kekudusan, pengendalian diri, dan kesadaran spiritual. Metode yang digunakan adalah kajian hermeneutika, meliputi analisis tekstual, kontekstual, dan aplikatif terhadap ayat-ayat Alkitab untuk menafsirkan makna moral dan spiritual serta penerapannya dalam pembelajaran PAK. Hasil kajian menunjukkan integrasi nilai kekudusan melalui metode partisipatif, literasi digital, refleksi pribadi, dan konseling keluarga mampu menumbuhkan ketahanan moral, kesadaran etis, dan pengendalian diri remaja, sehingga PAK efektif membina karakter dan spiritualitas mereka dalam menghadapi tantangan perilaku seksual digital. Kata Kunci: hermeneutik; pendidikan agama Kristen; pengudusan; remaja; sexting

REAL DIDACHE Journal of Christian EducationVol. 5(2)
Jakarta Theological Seminary (ID)
Openalex Percentile: Top 78%
Contemporary Christian Leadership and Education
AI Navigator

Ask Laika to Summarize, Analyze, and Connect papers live on the map.

Summarize Papers & Methodologies

Extract key findings, datasets, and comparative methods across publications.

Benchmark Rankings & Visual Analytics

Rank top research institutions, authors, funders, topics, and journals by Field-Weighted Citation Impact (FWCI) and paper volume with instant charts.

Connect Distant Disciplines

Bridge topological clusters on the map to find hidden collaborative intersections.