Perbedaan kadar prostasiklin pada preeklampsia dengan gambaran berat sebelum dan sesudah pemberian magnesium sulfat (MgSO4)

Introduction: Preeclampsia is a pregnancy syndrome classified as part of hypertensive disorders in pregnancy. Magnesium sulfate (MgSO₄) therapy has long been utilized in managing severe preeclampsia, but its effect on prostacyclin levels remains inadequately understood. This study aimed to evaluate the differences in prostacyclin levels before and after MgSO₄ administration in patients with severe preeclampsia. Methods: This study employed an observational analytic design with a one-group pretest-posttest approach. The sample included pregnant women with severe preeclampsia undergoing delivery at Prof. Dr. I.G.N.G. Ngoerah General Hospital. Plasma prostacyclin levels were measured using the stable metabolite 6-keto-PGF1α via enzyme-linked immunosorbent assay (ELISA) before MgSO₄ administration and 24 hours postpartum. Data were analyzed using SPSS version 23.0. Results: The average maternal age in this study was 32.14 years, ranging from 16 to 42 years. There was a significant increase in prostacyclin levels of 103.74 ng/L (95%CI -209.81 to 2.34; p-value=0.045), from 4143.96±307.68 ng/L before therapy to 4247.69±301.53 ng/L after therapy. Maternal age was identified as a significant factor affecting prostacyclin levels before MgSO₄ administration (p-value<0.001), whereas no other factors significantly influenced prostacyclin levels post-therapy. Conclusion: MgSO₄ administration significantly increases prostacyclin levels in patients with severe preeclampsia. These findings suggest that MgSO₄ may modulate vasodilation through prostacyclin elevation, potentially contributing to the management of severe preeclampsia. Pendahuluan: Preeklampsia adalah sindrom kehamilan yang merupakan bagian dari gangguan hipertensi dalam kehamilan. Terapi Magnesium Sulfat (MgSO₄) telah lama digunakan dalam tata laksana preeklampsia berat, tetapi dampaknya terhadap perubahan kadar prostasiklin belum sepenuhnya dipahami. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi perbedaan kadar prostasiklin pada pasien preeklampsia berat sebelum dan sesudah pemberian MgSO₄. Metode: Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan rancangan pretest-posttest satu kelompok. Sampel penelitian terdiri dari ibu hamil dengan preeklampsia berat yang menjalani persalinan di RSUP Prof. Dr. I.G.N.G. Ngoerah. Pengukuran kadar prostasiklin plasma dilakukan menggunakan metabolit stabil 6-keto-PGF1α melalui enzyme-linked immunosorbent assay (ELISA) sebelum pemberian MgSO₄ dan 24 jam setelah persalinan. Data dianalisis menggunakan perangkat lunak SPSS versi 23.0. Hasil: Rata-rata usia maternal dalam penelitian ini adalah 32,14 tahun, dengan rentang 16 hingga 42 tahun. Terdapat peningkatan kadar prostasiklin yang signifikan, yaitu sebesar 103,74 ng/L (IK95% -209,81 hingga 2,34; p-value=0,045), dari 4143,96±307,68 ng/L sebelum terapi menjadi 4247,69±301,53 ng/L setelah terapi. Usia maternal ditemukan sebagai faktor signifikan yang memengaruhi kadar prostasiklin sebelum pemberian MgSO₄ (p-value<0,001), sedangkan setelah terapi, tidak ada faktor lain yang menunjukkan pengaruh signifikan. Kesimpulan: Pemberian MgSO₄ secara signifikan meningkatkan kadar prostasiklin pada pasien preeklampsia berat. Temuan ini mengindikasikan bahwa MgSO₄ memiliki efek potensial dalam memodulasi vasodilatasi melalui peningkatan prostasiklin, yang dapat berkontribusi pada tata laksana preeklampsia berat.

Authors

Institutions

Publication Details

Journal
Intisari Sains Medis
Published
2025-03-07
DOI
https://doi.org/10.15562/ism.v16i1.2302
Primary Topic
Public Health and Nutrition
Type
article
Field-Weighted Citation Impact
0.00
Controls
|||
ALL TIME
JAN
FEB
MAR
APR
MAY
JUN
JUL
AUG
SEP
OCT
article

Perbedaan kadar prostasiklin pada preeklampsia dengan gambaran berat sebelum dan sesudah pemberian magnesium sulfat (MgSO4)

Evert Solomon Pangkahila, Anak Agung Ngurah Jaya Kusuma, I Wayan Artana Putra, I Gede Mega Putra et al.
Intisari Sains Medis
Public Health and Nutrition
article

Perbedaan kadar prostasiklin pada preeklampsia dengan gambaran berat sebelum dan sesudah pemberian magnesium sulfat (MgSO4)

Evert Solomon Pangkahila, Anak Agung Ngurah Jaya Kusuma, I Wayan Artana Putra, I Gede Mega Putra, Winty Septiani, I Gede Ngurah Harry Wijaya Surya
article en

Abstract

Introduction: Preeclampsia is a pregnancy syndrome classified as part of hypertensive disorders in pregnancy. Magnesium sulfate (MgSO₄) therapy has long been utilized in managing severe preeclampsia, but its effect on prostacyclin levels remains inadequately understood. This study aimed to evaluate the differences in prostacyclin levels before and after MgSO₄ administration in patients with severe preeclampsia. Methods: This study employed an observational analytic design with a one-group pretest-posttest approach. The sample included pregnant women with severe preeclampsia undergoing delivery at Prof. Dr. I.G.N.G. Ngoerah General Hospital. Plasma prostacyclin levels were measured using the stable metabolite 6-keto-PGF1α via enzyme-linked immunosorbent assay (ELISA) before MgSO₄ administration and 24 hours postpartum. Data were analyzed using SPSS version 23.0. Results: The average maternal age in this study was 32.14 years, ranging from 16 to 42 years. There was a significant increase in prostacyclin levels of 103.74 ng/L (95%CI -209.81 to 2.34; p-value=0.045), from 4143.96±307.68 ng/L before therapy to 4247.69±301.53 ng/L after therapy. Maternal age was identified as a significant factor affecting prostacyclin levels before MgSO₄ administration (p-value<0.001), whereas no other factors significantly influenced prostacyclin levels post-therapy. Conclusion: MgSO₄ administration significantly increases prostacyclin levels in patients with severe preeclampsia. These findings suggest that MgSO₄ may modulate vasodilation through prostacyclin elevation, potentially contributing to the management of severe preeclampsia. Pendahuluan: Preeklampsia adalah sindrom kehamilan yang merupakan bagian dari gangguan hipertensi dalam kehamilan. Terapi Magnesium Sulfat (MgSO₄) telah lama digunakan dalam tata laksana preeklampsia berat, tetapi dampaknya terhadap perubahan kadar prostasiklin belum sepenuhnya dipahami. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi perbedaan kadar prostasiklin pada pasien preeklampsia berat sebelum dan sesudah pemberian MgSO₄. Metode: Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan rancangan pretest-posttest satu kelompok. Sampel penelitian terdiri dari ibu hamil dengan preeklampsia berat yang menjalani persalinan di RSUP Prof. Dr. I.G.N.G. Ngoerah. Pengukuran kadar prostasiklin plasma dilakukan menggunakan metabolit stabil 6-keto-PGF1α melalui enzyme-linked immunosorbent assay (ELISA) sebelum pemberian MgSO₄ dan 24 jam setelah persalinan. Data dianalisis menggunakan perangkat lunak SPSS versi 23.0. Hasil: Rata-rata usia maternal dalam penelitian ini adalah 32,14 tahun, dengan rentang 16 hingga 42 tahun. Terdapat peningkatan kadar prostasiklin yang signifikan, yaitu sebesar 103,74 ng/L (IK95% -209,81 hingga 2,34; p-value=0,045), dari 4143,96±307,68 ng/L sebelum terapi menjadi 4247,69±301,53 ng/L setelah terapi. Usia maternal ditemukan sebagai faktor signifikan yang memengaruhi kadar prostasiklin sebelum pemberian MgSO₄ (p-value<0,001), sedangkan setelah terapi, tidak ada faktor lain yang menunjukkan pengaruh signifikan. Kesimpulan: Pemberian MgSO₄ secara signifikan meningkatkan kadar prostasiklin pada pasien preeklampsia berat. Temuan ini mengindikasikan bahwa MgSO₄ memiliki efek potensial dalam memodulasi vasodilatasi melalui peningkatan prostasiklin, yang dapat berkontribusi pada tata laksana preeklampsia berat.

Intisari Sains MedisVol. 16(1)
Rumah Sakit Umum Pusat Sanglah Denpasar (ID)
Openalex Percentile: Top 61%
Public Health and Nutrition
AI Navigator

Ask Laika to Summarize, Analyze, and Connect papers live on the map.

Summarize Papers & Methodologies

Extract key findings, datasets, and comparative methods across publications.

Benchmark Rankings & Visual Analytics

Rank top research institutions, authors, funders, topics, and journals by Field-Weighted Citation Impact (FWCI) and paper volume with instant charts.

Connect Distant Disciplines

Bridge topological clusters on the map to find hidden collaborative intersections.