Gambaran tingkat kecemasan pada pasien glaukoma di RSUP Prof. Dr. I Goesti Ngoerah Gde Ngoerah Denpasar

Background: Glaucoma is a chronic eye disease that damages the optic nerve due to disrupted aqueous humor flow, leading to increased intraocular pressure (IOP). As the second leading cause of blindness worldwide, with 76 million cases reported in 2020, glaucoma can decrease productivity and induce anxiety, potentially worsening the condition. This study aims to evaluate the anxiety levels experienced by glaucoma patients at Prof. Dr. I Goesti Ngoerah Gde Ngoerah General Hospital, Denpasar. Methods: This cross-sectional descriptive study, conducted at the Glaucoma Division of Prof. Dr. I Goesti Ngoerah Gde Ngoerah General Hospital from April to June 2024, involved 60 glaucoma patients aged ≥17 years with complete medical records. Data were collected using the Hamilton Anxiety Rating Scale (HAM-A) and retrospective reviews of glaucoma type, diagnosis duration, IOP, visual acuity, surgical history, and medication use. Patients with incomplete records or who declined participation were excluded. Results: The majority of patients were aged ≥40 years (78.3%), with more males (58.3%) than females. Secondary glaucoma was the most common type (63.3%), with most patients diagnosed within 1–5 years (45%). Most patients (93.3%) used anti-glaucoma medication, and 75% had a history of surgery. The study found that 21 glaucoma patients (35%) experienced moderate anxiety, 19 patients (31.7%) had mild anxiety, 17 patients (28.3%) had no anxiety, and 3 patients (5%) experienced severe anxiety. Conclusion: The majority of glaucoma patients at Prof. Dr. I Goesti Ngoerah Gde Ngoerah General Hospital experienced moderate levels of anxiety. Latar Belakang: Glaukoma adalah penyakit mata kronis yang merusak saraf optik akibat gangguan aliran aqueous humor, menyebabkan peningkatan tekanan intraokular. Sebagai penyebab kebutaan kedua di dunia dengan 76 juta kasus pada 2020, glaukoma dapat menurunkan produktivitas dan memicu kecemasan, yang berpotensi memperburuk kondisinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kecemasan yang dialami oleh pasien glaukoma di RSUP Prof. Dr. I Goesti Ngoerah Gde Ngoerah Denpasar. Metode: Penelitian ini merupakan studi observasional deskriptif dengan desain cross-sectional yang dilakukan di Poli Mata Divisi Glaukoma RSUP Prof. Dr. I Goesti Ngoerah Gde Ngoerah Denpasar pada April-Juni 2024. Sebanyak 60 pasien glaukoma memenuhi kriteria inklusi, yaitu berusia ≥17 tahun dan memiliki data rekam medis lengkap. Data dikumpulkan melalui wawancara menggunakan Kuesioner Hamilton Anxiety Rating Scale (HAM-A) dan pencatatan retrospektif terkait jenis glaukoma, lama terdiagnosis, tekanan intraokular (TIO), visus mata, riwayat pembedahan, serta riwayat penggunaan obat anti-glaukoma. Pasien yang menolak berpartisipasi atau memiliki data rekam medis tidak lengkap dikecualikan dari penelitian. Hasil: Mayoritas pasien berusia ≥40 tahun (78,3%), dengan lebih banyak laki-laki (58,3%) dibandingkan perempuan. Jenis glaukoma dominan adalah glaukoma sekunder (63,3%), dengan mayoritas terdiagnosis selama 1-5 tahun (45%). Sebagian besar pasien (93,3%) menggunakan obat anti-glaukoma, dan 75% memiliki riwayat pembedahan. Hasil penelitian juga menunjukkan 21 pasien glaukoma (35%) memiliki kecemasan sedang, 19 pasien glaukoma (31,7%) memiliki kecemasan ringan, 17 pasien (28,3%) tidak memiliki kecemasan, dan 3 pasien glaukoma (5%) memiliki kecemasan berat. Simpulan: Gambaran tingkat kecemasan pada pasien glaukoma di RSUP Prof. Dr. I Goesti Ngoerah Gde Ngoerah Denpasar mayoritas termasuk dalam kategori kecemasan sedang.

Authors

Institutions

Publication Details

Journal
Intisari Sains Medis
Published
2025-02-19
DOI
https://doi.org/10.15562/ism.v16i1.2250
Primary Topic
Public Health and Nutrition
Type
article
Field-Weighted Citation Impact
0.00
Controls
|||
ALL TIME
JAN
FEB
MAR
APR
MAY
JUN
JUL
AUG
SEP
OCT
article

Gambaran tingkat kecemasan pada pasien glaukoma di RSUP Prof. Dr. I Goesti Ngoerah Gde Ngoerah Denpasar

Ariesanti Tri Handayani, I Wayan Eka Sutyawan, I Gusti Ayu Ratna Suryaningrum, Ledwin Meikel Wibisono
Intisari Sains Medis
Public Health and Nutrition
article

Gambaran tingkat kecemasan pada pasien glaukoma di RSUP Prof. Dr. I Goesti Ngoerah Gde Ngoerah Denpasar

Ariesanti Tri Handayani, I Wayan Eka Sutyawan, I Gusti Ayu Ratna Suryaningrum, Ledwin Meikel Wibisono
article en

Abstract

Background: Glaucoma is a chronic eye disease that damages the optic nerve due to disrupted aqueous humor flow, leading to increased intraocular pressure (IOP). As the second leading cause of blindness worldwide, with 76 million cases reported in 2020, glaucoma can decrease productivity and induce anxiety, potentially worsening the condition. This study aims to evaluate the anxiety levels experienced by glaucoma patients at Prof. Dr. I Goesti Ngoerah Gde Ngoerah General Hospital, Denpasar. Methods: This cross-sectional descriptive study, conducted at the Glaucoma Division of Prof. Dr. I Goesti Ngoerah Gde Ngoerah General Hospital from April to June 2024, involved 60 glaucoma patients aged ≥17 years with complete medical records. Data were collected using the Hamilton Anxiety Rating Scale (HAM-A) and retrospective reviews of glaucoma type, diagnosis duration, IOP, visual acuity, surgical history, and medication use. Patients with incomplete records or who declined participation were excluded. Results: The majority of patients were aged ≥40 years (78.3%), with more males (58.3%) than females. Secondary glaucoma was the most common type (63.3%), with most patients diagnosed within 1–5 years (45%). Most patients (93.3%) used anti-glaucoma medication, and 75% had a history of surgery. The study found that 21 glaucoma patients (35%) experienced moderate anxiety, 19 patients (31.7%) had mild anxiety, 17 patients (28.3%) had no anxiety, and 3 patients (5%) experienced severe anxiety. Conclusion: The majority of glaucoma patients at Prof. Dr. I Goesti Ngoerah Gde Ngoerah General Hospital experienced moderate levels of anxiety. Latar Belakang: Glaukoma adalah penyakit mata kronis yang merusak saraf optik akibat gangguan aliran aqueous humor, menyebabkan peningkatan tekanan intraokular. Sebagai penyebab kebutaan kedua di dunia dengan 76 juta kasus pada 2020, glaukoma dapat menurunkan produktivitas dan memicu kecemasan, yang berpotensi memperburuk kondisinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kecemasan yang dialami oleh pasien glaukoma di RSUP Prof. Dr. I Goesti Ngoerah Gde Ngoerah Denpasar. Metode: Penelitian ini merupakan studi observasional deskriptif dengan desain cross-sectional yang dilakukan di Poli Mata Divisi Glaukoma RSUP Prof. Dr. I Goesti Ngoerah Gde Ngoerah Denpasar pada April-Juni 2024. Sebanyak 60 pasien glaukoma memenuhi kriteria inklusi, yaitu berusia ≥17 tahun dan memiliki data rekam medis lengkap. Data dikumpulkan melalui wawancara menggunakan Kuesioner Hamilton Anxiety Rating Scale (HAM-A) dan pencatatan retrospektif terkait jenis glaukoma, lama terdiagnosis, tekanan intraokular (TIO), visus mata, riwayat pembedahan, serta riwayat penggunaan obat anti-glaukoma. Pasien yang menolak berpartisipasi atau memiliki data rekam medis tidak lengkap dikecualikan dari penelitian. Hasil: Mayoritas pasien berusia ≥40 tahun (78,3%), dengan lebih banyak laki-laki (58,3%) dibandingkan perempuan. Jenis glaukoma dominan adalah glaukoma sekunder (63,3%), dengan mayoritas terdiagnosis selama 1-5 tahun (45%). Sebagian besar pasien (93,3%) menggunakan obat anti-glaukoma, dan 75% memiliki riwayat pembedahan. Hasil penelitian juga menunjukkan 21 pasien glaukoma (35%) memiliki kecemasan sedang, 19 pasien glaukoma (31,7%) memiliki kecemasan ringan, 17 pasien (28,3%) tidak memiliki kecemasan, dan 3 pasien glaukoma (5%) memiliki kecemasan berat. Simpulan: Gambaran tingkat kecemasan pada pasien glaukoma di RSUP Prof. Dr. I Goesti Ngoerah Gde Ngoerah Denpasar mayoritas termasuk dalam kategori kecemasan sedang.

Intisari Sains MedisVol. 16(1)
Udayana University (ID), Rumah Sakit Umum Pusat Sanglah Denpasar (ID)
Openalex Percentile: Top 61%
Public Health and Nutrition
AI Navigator

Ask Laika to Summarize, Analyze, and Connect papers live on the map.

Summarize Papers & Methodologies

Extract key findings, datasets, and comparative methods across publications.

Benchmark Rankings & Visual Analytics

Rank top research institutions, authors, funders, topics, and journals by Field-Weighted Citation Impact (FWCI) and paper volume with instant charts.

Connect Distant Disciplines

Bridge topological clusters on the map to find hidden collaborative intersections.