Hubungan antara kepatuhan minum obat dengan kejadian resistensi dapson akibat mutasi gen folP1 bakteri Mycobacterium leprae pada pasien kusta tipe multibasiler di Rumah Sakit Umum Pusat Prof. Dr. I G. N. G. Ngoerah, Denpasar

Introduction: Leprosy is a chronic infectious disease that remains a global health problem, particularly in developing countries. Leprosy treatment involves long-term combination therapy, and non-compliance with medication is one of the factors that can trigger antibiotic resistance, particularly to dapsone. Mutations in the folP1 gene of Mycobacterium leprae, particularly at codons 53 and 55, have been associated with dapsone resistance. This study aims to investigate the relationship between treatment adherence and the occurrence of dapsone resistance due to folP1 gene mutations in patients with multibacillary (MB) leprosy. Methods: This study employed an analytical observational design with a cross-sectional approach. Data were collected from MB leprosy patients at Prof. Dr. I.G.N.G. Ngoerah General Hospital, Denpasar. Adherence levels were measured using the MMAS-4 questionnaire, while folP1 gene mutations were identified through PCR techniques and DNA sequencing analysis of slit skin smear samples. Data were analyzed using bivariate and multivariate methods with SPSS version 25.0 software, with a significance level of p<0.05. Results: Of the 39 samples analyzed, 6 (15.4%) showed folP1 gene mutations, primarily at codons 53 and 55. However, there was no statistically significant association between medication adherence and the occurrence of folP1 gene mutations (p=0.697). Multivariate analysis also did not show a significant association between adherence variables and the genetic mutation. Conclusion: This study did not find a significant association between medication adherence and the occurrence of folP1 gene mutations as a marker of dapsone resistance in MB leprosy patients. Further studies with larger sample sizes and longitudinal approaches are needed to identify other factors contributing to resistance. Pendahuluan: Kusta merupakan penyakit infeksi kronik yang masih menjadi masalah kesehatan global, terutama di negara berkembang. Pengobatan kusta menggunakan terapi kombinasi jangka panjang, dan ketidakpatuhan dalam konsumsi obat menjadi salah satu faktor yang dapat memicu resistensi antibiotik, khususnya terhadap dapson. Mutasi pada gen folP1 Mycobacterium leprae, terutama pada kodon 53 dan 55, telah dikaitkan dengan resistensi dapson. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kepatuhan pengobatan dengan kejadian resistensi dapson akibat mutasi gen folP1 pada pasien kusta tipe multibasiler (MB). Metode: Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan potong lintang. Data diperoleh dari pasien kusta tipe MB di RSUP Prof. Dr. I.G.N.G. Ngoerah, Denpasar. Tingkat kepatuhan diukur dengan kuesioner MMAS-4, sedangkan identifikasi mutasi gen folP1 dilakukan melalui teknik PCR dan analisis sekuensing DNA dari sampel slit skin smear. Data dianalisis secara bivariat dan multivariat menggunakan perangkat lunak SPSS versi 25.0 dengan batas signifikansi p<0,05. Hasil: Dari 39 sampel yang dianalisis, sebanyak 6 (15,4%) menunjukkan mutasi gen folP1, terutama pada kodon 53 dan 55. Namun, tidak terdapat hubungan yang bermakna secara statistik antara tingkat kepatuhan minum obat dengan kejadian mutasi gen folP1 (p=0,697). Analisis multivariat pun tidak menunjukkan hubungan signifikan antara variabel kepatuhan dengan mutasi genetik tersebut. Kesimpulan: Penelitian ini tidak menemukan hubungan yang signifikan antara kepatuhan minum obat dengan kejadian mutasi gen folP1 sebagai penanda resistensi dapson pada pasien kusta MB. Diperlukan studi lanjutan dengan jumlah sampel lebih besar dan pendekatan longitudinal untuk mengidentifikasi faktor-faktor lain yang berkontribusi terhadap resistensi.

Authors

Institutions

Publication Details

Journal
Intisari Sains Medis
Published
2025-08-14
DOI
https://doi.org/10.15562/ism.v16i2.2402
Primary Topic
Leprosy Research and Treatment
Type
article
Field-Weighted Citation Impact
0.00
Controls
|||
ALL TIME
JAN
FEB
MAR
APR
MAY
JUN
JUL
AUG
SEP
OCT
article

Hubungan antara kepatuhan minum obat dengan kejadian resistensi dapson akibat mutasi gen folP1 bakteri Mycobacterium leprae pada pasien kusta tipe multibasiler di Rumah Sakit Umum Pusat Prof. Dr. I G. N. G. Ngoerah, Denpasar

Ketut Kwartantaya Winaya, I Gusti Ayu Agung Dwi Karmila, Nadia Puspa Dewi, I Gusti Ayu Agung Praharsini et al.
Intisari Sains Medis
Leprosy Research and Treatment
article

Hubungan antara kepatuhan minum obat dengan kejadian resistensi dapson akibat mutasi gen folP1 bakteri Mycobacterium leprae pada pasien kusta tipe multibasiler di Rumah Sakit Umum Pusat Prof. Dr. I G. N. G. Ngoerah, Denpasar

Ketut Kwartantaya Winaya, I Gusti Ayu Agung Dwi Karmila, Nadia Puspa Dewi, I Gusti Ayu Agung Praharsini, I Gusti Nyoman Darmaputra, Prima Sanjiwani Saraswati Sudarsa
article en

Abstract

Introduction: Leprosy is a chronic infectious disease that remains a global health problem, particularly in developing countries. Leprosy treatment involves long-term combination therapy, and non-compliance with medication is one of the factors that can trigger antibiotic resistance, particularly to dapsone. Mutations in the folP1 gene of Mycobacterium leprae, particularly at codons 53 and 55, have been associated with dapsone resistance. This study aims to investigate the relationship between treatment adherence and the occurrence of dapsone resistance due to folP1 gene mutations in patients with multibacillary (MB) leprosy. Methods: This study employed an analytical observational design with a cross-sectional approach. Data were collected from MB leprosy patients at Prof. Dr. I.G.N.G. Ngoerah General Hospital, Denpasar. Adherence levels were measured using the MMAS-4 questionnaire, while folP1 gene mutations were identified through PCR techniques and DNA sequencing analysis of slit skin smear samples. Data were analyzed using bivariate and multivariate methods with SPSS version 25.0 software, with a significance level of p<0.05. Results: Of the 39 samples analyzed, 6 (15.4%) showed folP1 gene mutations, primarily at codons 53 and 55. However, there was no statistically significant association between medication adherence and the occurrence of folP1 gene mutations (p=0.697). Multivariate analysis also did not show a significant association between adherence variables and the genetic mutation. Conclusion: This study did not find a significant association between medication adherence and the occurrence of folP1 gene mutations as a marker of dapsone resistance in MB leprosy patients. Further studies with larger sample sizes and longitudinal approaches are needed to identify other factors contributing to resistance. Pendahuluan: Kusta merupakan penyakit infeksi kronik yang masih menjadi masalah kesehatan global, terutama di negara berkembang. Pengobatan kusta menggunakan terapi kombinasi jangka panjang, dan ketidakpatuhan dalam konsumsi obat menjadi salah satu faktor yang dapat memicu resistensi antibiotik, khususnya terhadap dapson. Mutasi pada gen folP1 Mycobacterium leprae, terutama pada kodon 53 dan 55, telah dikaitkan dengan resistensi dapson. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kepatuhan pengobatan dengan kejadian resistensi dapson akibat mutasi gen folP1 pada pasien kusta tipe multibasiler (MB). Metode: Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan potong lintang. Data diperoleh dari pasien kusta tipe MB di RSUP Prof. Dr. I.G.N.G. Ngoerah, Denpasar. Tingkat kepatuhan diukur dengan kuesioner MMAS-4, sedangkan identifikasi mutasi gen folP1 dilakukan melalui teknik PCR dan analisis sekuensing DNA dari sampel slit skin smear. Data dianalisis secara bivariat dan multivariat menggunakan perangkat lunak SPSS versi 25.0 dengan batas signifikansi p<0,05. Hasil: Dari 39 sampel yang dianalisis, sebanyak 6 (15,4%) menunjukkan mutasi gen folP1, terutama pada kodon 53 dan 55. Namun, tidak terdapat hubungan yang bermakna secara statistik antara tingkat kepatuhan minum obat dengan kejadian mutasi gen folP1 (p=0,697). Analisis multivariat pun tidak menunjukkan hubungan signifikan antara variabel kepatuhan dengan mutasi genetik tersebut. Kesimpulan: Penelitian ini tidak menemukan hubungan yang signifikan antara kepatuhan minum obat dengan kejadian mutasi gen folP1 sebagai penanda resistensi dapson pada pasien kusta MB. Diperlukan studi lanjutan dengan jumlah sampel lebih besar dan pendekatan longitudinal untuk mengidentifikasi faktor-faktor lain yang berkontribusi terhadap resistensi.

Intisari Sains MedisVol. 16(2)
Udayana University (ID), Rumah Sakit Umum Pusat Sanglah Denpasar (ID), Rumah Sakit Umum Pusat Dr. Sardjito (ID)
Openalex Percentile: Top 67%
Leprosy Research and Treatment
AI Navigator

Ask Laika to Summarize, Analyze, and Connect papers live on the map.

Summarize Papers & Methodologies

Extract key findings, datasets, and comparative methods across publications.

Benchmark Rankings & Visual Analytics

Rank top research institutions, authors, funders, topics, and journals by Field-Weighted Citation Impact (FWCI) and paper volume with instant charts.

Connect Distant Disciplines

Bridge topological clusters on the map to find hidden collaborative intersections.