Prevalensi katarak disertai kejadian diabetes melitus di Rumah Sakit Bhayangkara pada periode Oktober 2023 – Oktober 2024

Background: Cataracts are the leading cause of blindness in Indonesia, with a prevalence of 17-18% in 2010 and 70.6% in Mataram in 2021. In Indonesia alone, 82.8% of patients over the age of 65 have cataracts, with blindness rates reaching 70-80% due to cataracts. One of the risk factors for developing cataracts is diabetes mellitus, as chronic hyperglycemia can significantly increase the risk of developing cataracts. This study aims to determine the prevalence of cataracts among patients with diabetes mellitus at Bhayangkara Hospital in Mataram. Methods: This study is a descriptive observational study with a cross-sectional approach. From October 2023 to October 2024, there were 252 patients with cataracts who visited the hospital, based on hospital medical records. The data were analyzed descriptively using Statistical Product and Service Solutions (SPSS) version 23. Results: Based on the research findings, the majority of cataract patients are in the age range of 56–65 years (35.7%), with cataracts without diabetes mellitus (97.6%) being more prevalent than cataracts with diabetes mellitus (2.4%). The prevalence of cataracts with diabetes mellitus is higher in women (66.6%) than in men (33.4%). Conclusion: Cataracts are more common in patients approaching the elderly age category (≥65 years). The highest prevalence was found in women compared to men. Patients with diabetes mellitus are also prone to cataracts, although in this study cataracts were more common in patients without diabetes mellitus. Latar belakang: Katarak merupakan penyebab utama kebutaan di Indonesia, dengan prevalensi 17-18% pada tahun 2010 dan 70,6% di Mataram pada 2021. Di Indonesia sendiri, tercatat sebesar 82,8% pasien diatas usia 65 tahun mengalami katarak dengan angka kejadian kebutaan mencapai 70-80% akibat katarak. Salah satu faktor risiko terjadinya katarak adalah diabetes melitus, kondisi hiperglikemia secara kronis mampu meningkatkan risiko terjadinya katarak lebih tinggi. Tujuan penelitian ini ingin mengetahui prevalensi katarak dengan diabetes melitus di Rumah Sakit Bhayangkara Mataram. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif observasional dengan pendekatan cross-sectional (potong-lintang). Sejak bulan Oktober 2023 hingga Oktober 2024, tercatat ada 252 pasien yang menderita katarak dan berkunjung yang diambil dari data rekam medis rumah sakit. Data dianalisis secara deskriptif dengan piranti lunak Statistical Product and Service Solutions (SPSS) versi 23. Hasil: Berdasarkan hasil penelitian, mayoritas pasien katarak berada pada rentang usia 56-65 tahun (35,7%), dengan kejadian katarak tanpa diabetes mellitus (97,6%) lebih tinggi dibandingkan dengan katarak yang disertai diabetes mellitus (2,4%). Prevalensi katarak dengan diabetes mellitus lebih banyak ditemukan pada perempuan (66,6%) dibandingkan laki-laki (33,4%). Simpulan: Pasien yang mengalami katarak lebih banyak terjadi pada usia mendekati kategori lanjut usia (≥65 tahun). Prevalensi tertinggi ditemukan pada perempuan dibandingkan laki-laki. Pasien yang mengalami diabetes melitus rentan juga mengalami kejadian katarak, walaupun pada penelitian ini kejadian katarak lebih banyak ditemukan pada pasien tanpa diabetes melitus.

Authors

Institutions

Publication Details

Journal
Intisari Sains Medis
Published
2024-08-04
DOI
https://doi.org/10.15562/ism.v16i2.2236
Primary Topic
Public Health and Nutrition
Type
article
Field-Weighted Citation Impact
0.00
Controls
|||
ALL TIME
JAN
FEB
MAR
APR
MAY
JUN
JUL
AUG
SEP
OCT
article

Prevalensi katarak disertai kejadian diabetes melitus di Rumah Sakit Bhayangkara pada periode Oktober 2023 – Oktober 2024

Ni Komang Dhana Gitaiswari, Adryana Silvana Benny
Intisari Sains Medis
Public Health and Nutrition
article

Prevalensi katarak disertai kejadian diabetes melitus di Rumah Sakit Bhayangkara pada periode Oktober 2023 – Oktober 2024

Ni Komang Dhana Gitaiswari, Adryana Silvana Benny
article en

Abstract

Background: Cataracts are the leading cause of blindness in Indonesia, with a prevalence of 17-18% in 2010 and 70.6% in Mataram in 2021. In Indonesia alone, 82.8% of patients over the age of 65 have cataracts, with blindness rates reaching 70-80% due to cataracts. One of the risk factors for developing cataracts is diabetes mellitus, as chronic hyperglycemia can significantly increase the risk of developing cataracts. This study aims to determine the prevalence of cataracts among patients with diabetes mellitus at Bhayangkara Hospital in Mataram. Methods: This study is a descriptive observational study with a cross-sectional approach. From October 2023 to October 2024, there were 252 patients with cataracts who visited the hospital, based on hospital medical records. The data were analyzed descriptively using Statistical Product and Service Solutions (SPSS) version 23. Results: Based on the research findings, the majority of cataract patients are in the age range of 56–65 years (35.7%), with cataracts without diabetes mellitus (97.6%) being more prevalent than cataracts with diabetes mellitus (2.4%). The prevalence of cataracts with diabetes mellitus is higher in women (66.6%) than in men (33.4%). Conclusion: Cataracts are more common in patients approaching the elderly age category (≥65 years). The highest prevalence was found in women compared to men. Patients with diabetes mellitus are also prone to cataracts, although in this study cataracts were more common in patients without diabetes mellitus. Latar belakang: Katarak merupakan penyebab utama kebutaan di Indonesia, dengan prevalensi 17-18% pada tahun 2010 dan 70,6% di Mataram pada 2021. Di Indonesia sendiri, tercatat sebesar 82,8% pasien diatas usia 65 tahun mengalami katarak dengan angka kejadian kebutaan mencapai 70-80% akibat katarak. Salah satu faktor risiko terjadinya katarak adalah diabetes melitus, kondisi hiperglikemia secara kronis mampu meningkatkan risiko terjadinya katarak lebih tinggi. Tujuan penelitian ini ingin mengetahui prevalensi katarak dengan diabetes melitus di Rumah Sakit Bhayangkara Mataram. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif observasional dengan pendekatan cross-sectional (potong-lintang). Sejak bulan Oktober 2023 hingga Oktober 2024, tercatat ada 252 pasien yang menderita katarak dan berkunjung yang diambil dari data rekam medis rumah sakit. Data dianalisis secara deskriptif dengan piranti lunak Statistical Product and Service Solutions (SPSS) versi 23. Hasil: Berdasarkan hasil penelitian, mayoritas pasien katarak berada pada rentang usia 56-65 tahun (35,7%), dengan kejadian katarak tanpa diabetes mellitus (97,6%) lebih tinggi dibandingkan dengan katarak yang disertai diabetes mellitus (2,4%). Prevalensi katarak dengan diabetes mellitus lebih banyak ditemukan pada perempuan (66,6%) dibandingkan laki-laki (33,4%). Simpulan: Pasien yang mengalami katarak lebih banyak terjadi pada usia mendekati kategori lanjut usia (≥65 tahun). Prevalensi tertinggi ditemukan pada perempuan dibandingkan laki-laki. Pasien yang mengalami diabetes melitus rentan juga mengalami kejadian katarak, walaupun pada penelitian ini kejadian katarak lebih banyak ditemukan pada pasien tanpa diabetes melitus.

Intisari Sains MedisVol. 16(2)
Universitas Nusa Tenggara Barat (ID)
Openalex Percentile: Top 54%
Public Health and Nutrition
AI Navigator

Ask Laika to Summarize, Analyze, and Connect papers live on the map.

Summarize Papers & Methodologies

Extract key findings, datasets, and comparative methods across publications.

Benchmark Rankings & Visual Analytics

Rank top research institutions, authors, funders, topics, and journals by Field-Weighted Citation Impact (FWCI) and paper volume with instant charts.

Connect Distant Disciplines

Bridge topological clusters on the map to find hidden collaborative intersections.